Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA DPR AS dari Partai Demokrat mengirim surat kepada pengacara pengelola harta warisan Jeffrey Epstein, meminta salinan lengkap “birthday book”. Album ucapan ulang tahun Epstein ke-50 yang kabarnya memuat puisi dan gambar dari Donald Trump.
Dalam surat tersebut, anggota Kongres Ro Khanna dan Robert Garcia menyebut isi buku itu bisa menjadi bukti penting, untuk pengawasan Kongres terkait penanganan kasus Epstein oleh pemerintahan Trump. Mereka meminta salinan lengkap tanpa sensor sebelum 10 Agustus.
“Publik berhak mengetahui kebenaran, dan para penyintas beserta keluarganya berhak mendapatkan keadilan,” kata Khanna. Khanna mengkritik Kongres karena menunda pemungutan suara atas rancangan undang-undang bipartisan yang bertujuan membuka seluruh dokumen Epstein.
Buku berlapis kulit tersebut disusun Ghislaine Maxwell, rekan dekat Epstein yang kini menjalani hukuman 20 tahun penjara karena membantu Epstein dalam perdagangan seks anak.
Menurut Wall Street Journal, buku ini berisi ucapan selamat ulang tahun dari banyak teman dan kolega Epstein. Di antaranya Trump, Bill Clinton, dan Alan Dershowitz, serta sejumlah tokoh kaya dan berpengaruh lainnya.
New York Times bahkan sempat menerbitkan foto dedikasi Maxwell dalam buku itu.
Trump menggugat Wall Street Journal atas laporan yang menyebut ia menulis halaman khusus berisi dialog imajinatif antara “Donald” dan “Jeffrey” lengkap dengan sketsa perempuan telanjang. Dalam gugatannya, Trump menyebut catatan itu “palsu dan tidak pernah ada”.
Permintaan Demokrat ini muncul setelah Brad Edwards, pengacara yang mewakili ratusan korban Epstein, menyatakan pihak pengelola harta warisan masih memegang buku tersebut dan kemungkinan akan menyerahkannya jika diminta. Hingga kini, pengacara pihak warisan belum memberikan tanggapan.
“Rakyat Amerika berhak tahu siapa saja yang terlibat dalam jaringan perdagangan manusia Epstein, terutama jika mereka masih memegang jabatan penting di pemerintahan,” ujar Garcia, anggota senior Komite Pengawasan DPR AS.
Hubungan pertemanan Trump dan Epstein terjalin pada 1990-an hingga awal 2000-an. Trump mengaku memutus hubungan dengan Epstein pada 2004 dan tidak pernah dituduh terlibat langsung dalam kejahatan Epstein.
Namun, isu ini terus menimbulkan tekanan politik. Basis pendukung Trump di kubu MAGA mendesak pembukaan penuh dokumen Epstein, sementara Gedung Putih kesulitan meredam tuntutan transparansi. Demokrat memanfaatkan situasi ini untuk menekan Trump.
Awal pekan ini, Wall Street Journal melaporkan Jaksa Agung AS Pam Bondi telah memberi tahu Trump bahwa namanya muncul beberapa kali dalam berkas investigasi Epstein. Trump kemudian meminta Bondi merilis transkrip sidang juri besar terkait kasus tersebut, tetapi pengadilan di Florida menolak permintaan itu. Kasus serupa masih berlanjut di New York.
Dalam suratnya, Khanna dan Garcia menegaskan buku tersebut relevan untuk mengawasi penanganan Departemen Kehakiman terhadap penyelidikan Epstein serta keputusan pemerintahan Trump yang hanya merilis sebagian kecil dokumen sambil menahan sisanya dari publik. (The Guardian/Z-2)
Tiga kardinal AS mengeluarkan pernyataan bersama yang jarang terjadi, menyerukan kebijakan luar negeri bermoral dan menolak perang sebagai instrumen kepentingan nasional.
Presiden Prancis Emmanuel Macron resmi menolak undangan Donald Trump untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza. Apa alasan di baliknya?
Presiden Donald Trump mengaku menerima 'informasi buruk' terkait pengerahan pasukan Eropa ke Greenland.
Donald Trump mengklaim telah menghentikan 8 perang besar demi gelar Nobel Perdamaian. Benarkah?
Ketegangan memuncak! Donald Trump sebut AS tidak lagi murni memikirkan perdamaian setelah gagal raih Nobel, sambil terus mendesak kendali penuh atas Greenland.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
Departemen Kehakiman AS (DOJ) mengonfirmasi surat yang mengatasnamakan Jeffrey Epstein untuk Larry Nassar adalah palsu.
Dokumen terbaru kasus Jeffrey Epstein mengungkap komunikasi antara Ghislaine Maxwell dan sosok berinisial "A" yang diduga Andrew Mountbatten-Windsor.
Departemen Kehakiman AS (DOJ) merilis dokumen baru yang menunjukkan riwayat penerbangan Donald Trump di pesawat pribadi Jeffrey Epstein antara tahun 1993-1996.
Sebuah video palsu berdurasi 12 detik yang mengeklaim sebagai rekaman sel Jeffrey Epstein sebelum tewas muncul di situs pemerintah.
Dokumen baru mengungkap cara Ghislaine Maxwell menggunakan peran "kakak perempuan yang keren" untuk menormalisasi pelecehan seksual Jeffrey Epstein terhadap remaja.
Departemen Kehakiman AS (DOJ) sempat menghapus foto yang menampilkan Donald Trump dari database dokumen Jeffrey Epstein sebelum akhirnya dipulihkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved