Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ISRAEL telah menerima tanggapan resmi dari Hamas terkait usulan gencatan senjata baru di Jalur Gaza. Menurut laporan media Israel pada Sabtu (5/7) rincian kesepakatan kini tengah dibahas melalui jalur mediasi.
Channel 12 Israel mengutip sumber anonim yang menyatakan bahwa Hamas telah mengirimkan tanggapan melalui para mediator.
Proposal tersebut mencakup skema gencatan senjata dan pertukaran tahanan. Surat kabar Haaretz melaporkan bahwa Kabinet Keamanan Israel dijadwalkan menggelar rapat pada pukul 10 malam waktu setempat untuk membahas kelanjutan perang di Gaza dan respons terbaru dari Hamas.
Negosiasi lanjutan diperkirakan akan dilangsungkan di Doha, ibu kota Qatar. Meski jadwal pasti belum diumumkan, Channel 12 menyebutkan bahwa proses perundingan ini tidak akan memakan waktu lebih dari satu setengah hari.
Sementara itu, saluran Al-Qahera News milik pemerintah Mesir melaporkan bahwa Kairo telah mengaktifkan kembali komunikasi intensif dengan berbagai pihak guna mempercepat pembentukan kerangka akhir dari gencatan senjata.
Pada Jumat (4/7) malam, Hamas menyatakan telah memberikan respons positif terhadap proposal terbaru.
Berdasarkan informasi dari lembaga penyiaran publik Israel KAN, kelompok tersebut menekankan tiga syarat utama: kembalinya mekanisme distribusi bantuan seperti sebelumnya, perpanjangan otomatis gencatan senjata setelah 60 hari dan penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza.
Israel Hayom melaporkan bahwa salah satu kendala utama negosiasi adalah keberadaan militer Israel di kawasan Gaza. Israel ingin mempertahankan posisinya di Poros Morag, yang memisahkan Rafah dan Khan Younis di bagian selatan, sedangkan Hamas menuntut penarikan total pasukan.
Sumber dari harian Yedioth Ahronoth menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump kemungkinan akan mengumumkan kesepakatan gencatan senjata ini saat pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin (7/7) besok.
Meski Hamas tidak merinci isi proposal tersebut dalam pernyataannya, laporan dari media Israel dan AS menyebutkan bahwa dalam usulan itu, Hamas akan membebaskan 10 sandera Israel yang masih hidup dan menyerahkan 18 jenazah tahanan dalam lima tahap selama masa gencatan senjata 60 hari.
Mengacu pada laporan Haaretz, rencana tersebut mencakup pembebasan delapan sandera hidup pada hari pertama gencatan senjata, dua lainnya pada hari ke-50 dan pemulangan delapan jenazah di hari terakhir.
Sebagai imbalannya, Israel akan membebaskan sejumlah besar tahanan Palestina dan menarik pasukannya secara bertahap dari wilayah Gaza yang telah disepakati.
Israel sendiri memperkirakan sekitar 50 sandera masih berada di Gaza, termasuk 20 orang yang diyakini masih hidup.
Di sisi lain, lebih dari 10.400 warga Palestina berada dalam tahanan Israel, dengan banyak di antaranya menghadapi penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis yang menyebabkan kematian, menurut laporan organisasi hak asasi manusia.
Sejak Oktober 2023, lebih dari 57.300 warga Palestina telah tewas akibat serangan Israel yang dituduh sebagai tindakan genosida.
Terkait hal ini, Pengadilan Kriminal Internasional telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Israel juga sedang menghadapi proses hukum atas tuduhan genosida di Mahkamah Internasional akibat agresinya yang berkelanjutan di Jalur Gaza. (Fer/I-1)
Pasukan Israel mulai merobohkan markas besar UNRWA di Yerusalem Timur. PBB menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya.
ORGANISASI nonpemerintah hak asasi manusia Arab mengajukan permohonan agar Inggris menjatuhkan sanksi terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
SETIDAKNYA 84 tahanan Palestina meninggal di penjara-penjara Israel sejak Oktober 2023 setelah mengalami penyiksaan sistematis.
EMIRAT Arab menjadi salah satu negara pertama yang secara terbuka berkomitmen pada Dewan Perdamaian Presiden Donald Trump pada Selasa (20/1).
ISRAEL memindahkan blok-blok yang seharusnya menandai garis kendali pascagencatan senjata lebih jauh ke dalam Jalur Gaza. Ini menimbulkan kebingungan di kalangan Palestina.
PARA pemimpin Kristen senior di Jerusalem, Palestina, memperingatkan campur tangan pihak luar yang mengancam masa depan Kekristenan di Tanah Suci, khususnya Zionisme Kristen.
WAKIL Presiden (Wapres) Amerika Serikat JD Vance menyampaikan keyakinan kuat gencatan senjata di Gaza akan terus bertahan.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan siap mendukung serangan terhadap Hamas jika kelompok itu tetap melakukan aksi kekerasan di Gaza.
Pemerintah Israel menyatakan telah mengesahkan perjanjian penghentian perang dan pertukaran tahanan dengan kelompok-kelompok Palestina.
Israel siap untuk melakukan negosiasi menuju gencatan senjata permanen di Jalur Gaza.
Benjamin Netanyahu, menyatakan harapannya untuk mencapai kesepakatan dalam beberapa hari ke depan.
Israel telah menyetujui serangkaian langkah kemanusiaan penting untuk meredakan krisis di Gaza.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved