Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan siap mendukung serangan terhadap Hamas jika kelompok itu tetap melakukan aksi kekerasan di Gaza. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut dapat menghentikan gencatan senjata yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas.
"Jika Hamas terus membunuh orang-orang di Gaza, yang bukan merupakan kesepakatan, kami tidak punya pilihan selain masuk dan membunuh mereka," tulis Trump dalam unggahan di media sosial.
"Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!," sebutnya.
Dalam penjelasan kepada wartawan, Trump menegaskan bahwa pasukan Amerika Serikat tidak akan diterjunkan langsung ke Gaza.
"Bukan kami yang akan melakukannya," ujarnya.
"Kami tidak perlu melakukannya," tambahnya.
Ia menyiratkan bahwa pihak lain, yang dianggap dekat dengan AS akan bertindak dengan sangat mudah, tetapi di bawah naungannya.
Sikap ini menunjukkan perubahan dari pernyataannya awal pekan lalu, ketika ia menyatakan tidak terganggu oleh tindakan keras Hamas terhadap kelompok-kelompok bersenjata di Gaza.
"Mereka memang melumpuhkan beberapa geng yang sangat, sangat, sangat jahat," kata Trump pada Selasa.
"Dan mereka memang melumpuhkan mereka, dan mereka membunuh sejumlah anggota geng. Dan itu tidak terlalu mengganggu saya, sejujurnya. Tidak apa-apa," lanjutnya.
Bentrokan bersenjata dilaporkan terjadi antara Hamas dan kelompok-kelompok bersenjata lokal yang dituduh bekerja sama dengan Israel atau menjarah bantuan kemanusiaan. Setelah insiden pada Minggu lalu, Kementerian Dalam Negeri Gaza menawarkan amnesti bagi anggota geng yang tidak terlibat pertumpahan darah.
Pada Juni lalu, pejabat Israel mengakui telah mempersenjatai beberapa geng di Gaza untuk melemahkan posisi Hamas. Minggu lalu, kelompok bersenjata yang dikaitkan dengan Israel dilaporkan membunuh jurnalis Palestina Saleh Aljafarawi.
Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, mengecam tudingan eksekusi terhadap tersangka kolaborator Israel oleh Hamas. Ia menyebut tindakan seperti itu sebagai kejahatan keji.
"Apa yang terjadi merupakan kejahatan, pelanggaran hak asasi manusia yang mencolok, dan serangan serius terhadap prinsip supremasi hukum," demikian bunyi pernyataan kantor Abbas.
Desakan Pelucutan Senjata Hamas
Trump juga menyinggung aspek lain dari kesepakatan gencatan senjata. Berdasarkan rencana yang diusung AS, Hamas diharapkan melucuti senjatanya dan tak lagi terlibat dalam pemerintahan Gaza. Namun belum ada kejelasan apakah Hamas setuju.
Pada Kamis (16/10), Trump memberikan peringatan tegas jika kelompok itu menolak.
"Mereka akan melucuti senjata, dan jika mereka tidak melakukannya, kami akan melucuti senjata mereka, dan itu akan terjadi dengan cepat dan mungkin dengan kekerasan," ujarnya.
Gencatan senjata yang mulai berlaku Sabtu lalu masih relatif berjalan, namun Israel disebut beberapa kali melanggar kesepakatan dengan dalih keamanan. Warga Palestina dilaporkan tewas setiap hari karena dianggap mendekati zona militer yang tidak ditandai jelas.
Israel juga mengancam membatasi bantuan kemanusiaan dengan alasan Hamas belum menyerahkan seluruh jenazah tawanan. Selain itu, pembukaan kembali perlintasan Rafah dari dan ke Mesir masih tertunda.
Trump sebelumnya menyebut gencatan senjata sebagai awal dari Timur Tengah yang baru. Namun ancaman terbarunya memunculkan keraguan terhadap keberlanjutan kesepakatan, terutama di tengah pendudukan Israel yang terus berlangsung dan ketidakjelasan mengenai masa depan tata kelola Gaza. (Al Jazeera/Fer/M-3)
ISRAEL menutup seluruh penyeberangan di Tepi Barat dan Gaza mulai Minggu (1/3) hingga waktu yang belum ditentukan, menyusul operasi militer gabungan dengan AS terhadap Iran.
Baznas terus menyalurkan bantuan bagi masyarakat Gaza, Palestina yang tengah menjalankan ibadah puasa di tengah krisis kemanusiaan. Bantuan tersebut berupa 1.314 paket hidangan berbuka.
Pemerintah Indonesia memfinalisasi teknis pengerahan pasukan ke Gaza melalui ISF. Kelompok pertama diperkirakan berangkat awal April.
Laporan CPJ 2025: Israel catat rekor pembunuh jurnalis terbanyak dengan 84 korban. Tahun 2025 jadi tahun paling mematikan bagi pers global dengan total 129 kematian.
Raja Yordania Abdullah II menyopiri Presiden Prabowo dari Istana Basman ke Lanud Marka, diiringi atraksi flypast F16, usai pertemuan bilateral yang membahas isu Palestina di Amman, Yordania.
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan rencana pengiriman TNI ke Gaza merupakan misi kemanusiaan di bawah mandat PBB, bukan keterlibatan Indonesia dalam konflik bersenjata.
WAKIL Presiden (Wapres) Amerika Serikat JD Vance menyampaikan keyakinan kuat gencatan senjata di Gaza akan terus bertahan.
Pemerintah Israel menyatakan telah mengesahkan perjanjian penghentian perang dan pertukaran tahanan dengan kelompok-kelompok Palestina.
Israel siap untuk melakukan negosiasi menuju gencatan senjata permanen di Jalur Gaza.
Benjamin Netanyahu, menyatakan harapannya untuk mencapai kesepakatan dalam beberapa hari ke depan.
Israel telah menyetujui serangkaian langkah kemanusiaan penting untuk meredakan krisis di Gaza.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved