Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pria bernama Adam Christopher Sheafe, 51, yang dituduh membunuh seorang pendeta lansia di Arizona dengan cara sangat mengerikan, memberikan pengakuan mengejutkan dalam wawancara dari dalam penjara.
Dalam pernyataannya kepada Fox 10 News, Sheafe tidak hanya mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan itu, tetapi juga mengungkap bahwa dia memiliki daftar target pendeta lain di berbagai negara bagian di AS.
Sheafe mengatakan bahwa dirinya membunuh William Schonemann, 76, yang ditemukan tewas pada 28 April dengan kondisi tangan dipaku ke dinding di tempat tidurnya. Insiden itu disebut sebagai salah satu kasus paling tragis dan aneh oleh Sheriff Maricopa County, Jerry Sheridan, dalam konferensi pers pada 12 Juni lalu.
Dalam wawancara yang dilakukan di Kantor Sheriff Coconino County, Sheafe menyebut bahwa ia meninggalkan Phoenix sekitar pukul 02.00 waktu setempat, pada Minggu Paskah, untuk melakukan pembunuhan. Dia juga mengaku menempatkan mahkota duri di kepala korban yang ia buat sendiri dari duri yang dikumpulkan di gurun.
Lebih lanjut, Sheafe menyampaikan bahwa ia telah merancang aksi teror bertajuk Operasi Perintah Pertama yang mencakup rencana membunuh 14 pemimpin Kristen di 10 negara bagian.
"Saya akan mulai di Phoenix dan berakhir di Phoenix serta mengitari negara. Ada 10 kota, 14 pendeta, 10 negara bagian," katanya seperti dilansir New York Post, Minggu (29/6).

Dia mengeklaim bahwa para pendeta yang menjadi sasarannya telah menyesatkan umat dengan ajaran tentang Yesus dan Tritunggal yang menurutnya merupakan konsep buatan manusia.
"Kristen, Katolik, Mormon. Siapa pun yang berkhotbah bahwa Yesus adalah Tuhan. Dia bukan Tuhan. Tuhan, Bapa sendiri, adalah Tuhan," ucap Sheafe.
Saat ditanya apakah ia memiliki dendam pribadi atau pernah menjadi korban oleh pemuka agama, ia menjawab tidak. Dia justru menyebut keluarganya berlatar belakang Kristen dan memiliki masa kecil yang baik.
"Saya tidak membenci orang Kristen. Saya mengejar para pendeta yang menyesatkan mereka," tegasnya.
Sheafe membantah memiliki gangguan kejiwaan dan menyatakan tidak menyesali tindakannya.
"Apakah saya akan meminta maaf atas tindakan saya? Sama sekali tidak," ujarnya. Namun, ia menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban dengan syarat tertentu.
"Saya menyesal bahwa mereka terjebak dalam hal ini. Saya membela Bapa saya," katanya.
Saat ini Sheafe ditahan di Penjara Coconino County atas tuduhan yang tidak berkaitan langsung dengan pembunuhan Schonemann. Dia belum secara resmi didakwa dalam kasus tersebut, tetapi diperkirakan diekstradisi ke Maricopa County untuk proses hukum lebih lanjut.
Keluarga korban, William Schonemann, mengeluarkan pernyataan yang mengecam pemberian ruang publik kepada tersangka yang menurut mereka menikmati perhatian yang ia dapatkan.
"Kisahnya hanyalah separuh dari cerita. Kami khawatir tentang meningkatnya popularitasnya dan kemungkinan bertambahnya pengikut," ujar keluarga dalam pernyataan kepada Fox 10 News.
"Ia telah menyatakan dengan jelas niatnya untuk melanjutkan misinya. Kemampuannya untuk berkomunikasi dengan bebas menjadi ancaman serius," lanjut mereka. (I-2)
Donald Trump kembali enggan menjelaskan langkah AS terkait Greenland, namun memberi sinyal peluang kesepakatan di Davos. Denmark memperingatkan risiko terhadap NATO.
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Buntut ancaman Trump soal Greenland, Parlemen Eropa berencana menunda persetujuan kesepakatan tarif Juli lalu. Ancaman perang dagang kembali hantui pasar global.
USKUP Agung Katolik untuk dinas militer AS mengatakan bahwa secara moral dapat diterima untuk tidak mematuhi perintah jika pasukan menganggap perintah bertentangan dengan hati nurani mereka.
PRESIDEN Donald Trump memperjelas selama berbulan-bulan bahkan mungkin bertahun-tahun bahwa ia termotivasi secara unik oleh keinginan untuk memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian.
Perdana Menteri Store menegaskan bahwa pemerintah Norwegia tidak memiliki kewenangan dalam penentuan penerima Hadiah Nobel Perdamaian.
USKUP Agung Katolik untuk dinas militer AS mengatakan bahwa secara moral dapat diterima untuk tidak mematuhi perintah jika pasukan menganggap perintah bertentangan dengan hati nurani mereka.
Tiga uskup agung Katolik AS mengatakan bahwa landasan moral untuk tindakan Amerika di dunia dipertanyakan akibat penggunaan atau ancaman kekuatan militer kembali.
PARA pemimpin Kristen senior di Jerusalem, Palestina, memperingatkan campur tangan pihak luar yang mengancam masa depan Kekristenan di Tanah Suci, khususnya Zionisme Kristen.
Para Patriark dan Kepala Gereja di Palestina bertemu yang digelar Kairos Palestina, gerakan ekumenis Kristen Palestina terbesar.
Presiden Donald Trump mengonfirmasi serangan mematikan terhadap ISIS di Nigeria sebagai respons atas penganiayaan umat Kristen.
KELOMPOK ekstremis Hindu dilaporkan berupaya menghalangi perayaan Natal di India. Para pakar dan pemantau hak asasi manusia memperingatkan lonjakan tajam serangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved