Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan enggan meminta Israel menghentikan serangannya ke Iran di tengah konflik yang terus memburuk. Trump menegaskan, saat ini Tel Aviv berada dalam posisi menang dan memberi batas waktu maksimal dua pekan bagi Iran untuk menyelesaikan negosiasi.
“Sulit meminta mereka (Israel) berhenti sekarang. Kalau seseorang sedang menang, tentu lebih sulit untuk memintanya berhenti dibandingkan jika mereka kalah,” ujar Trump dikutip dari Anadolu Agency.
Pernyataan itu dilontarkan menyusul sinyal diplomatik dari Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang menyatakan kesiapan Teheran untuk membuka jalur dialog kembali, dengan syarat agresi dihentikan dan pihak penyerang, dalam hal ini Israel, dimintai pertanggungjawaban.
Serangan awal Israel terhadap sejumlah fasilitas militer dan nuklir Iran dilaporkan terjadi pada 13 Juni lalu, yang kemudian memicu balasan dari Teheran berupa ratusan rudal dan drone ke wilayah Israel.
Trump juga mengomentari tenggat waktu dua pekan yang disampaikannya sehari sebelumnya, terkait kemungkinan keterlibatan langsung militer AS dalam konflik. “Itu batas maksimal. Ini saatnya melihat apakah semua pihak bisa bertindak masuk akal,” kata dia.
Menanggapi pertemuan antara Menlu Iran dan tiga Menlu negara Eropa pada Jumat, Trump justru meremehkan inisiatif tersebut. “Eropa tidak akan bisa membantu. Mereka tidak membantu. Iran tidak ingin bicara dengan Eropa, mereka ingin bicara dengan kita,” ujarnya tegas.
Trump kembali mengklaim bahwa Iran hampir memiliki senjata nuklir dalam waktu dekat. “Mereka bisa memilikinya dalam hitungan pekan, atau paling lambat beberapa bulan. Kita tak bisa membiarkan itu terjadi,” tegasnya.
Iran sendiri membantah tuduhan tersebut. Pemerintah Teheran menegaskan program nuklirnya murni untuk kepentingan sipil.
Sejak serangan Israel dimulai 13 Juni, korban jiwa terus bertambah. Otoritas Israel menyebut sedikitnya 25 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka akibat serangan balasan Iran. Di sisi lain, media pemerintah Iran melaporkan bahwa serangan Israel telah menewaskan 639 orang dan melukai lebih dari 1.300 warga di Iran. (Ndf/I-1)
Presiden Donald Trump menyatakan Iran ingin membuat kesepakatan nuklir baru. Ia memperingatkan Teheran akan "bodoh" jika menolak tawaran tersebut.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Teheran memperingatkan akan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah jika Donald Trump melancarkan aksi militer
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trumpmembahas perkembangan pembicaraan Amerika dengan Iran.
Lucy Harrison, 23, tewas tertembak di dada saat mengunjungi ayahnya di Texas. Sidang koroner mengungkap adanya argumen panas terkait Donald Trump sebelum kejadian.
Presiden Donald Trump kembali menyuarakan dukungan atas penyelidikan terhadap Jerome Powell terkait proyek renovasi kantor Fed. Trump juga mendesak penurunan suku bunga.
Presiden Donald Trump menyatakan Iran ingin membuat kesepakatan nuklir baru. Ia memperingatkan Teheran akan "bodoh" jika menolak tawaran tersebut.
Howard Lutnick mengakui pernah makan siang di pulau pribadi Jeffrey Epstein pada 2012 bersama keluarga, memicu desakan mundur akibat keterangan yang dinilai menyesatkan.
FBI merilis bukti baru berupa rekaman CCTV orang bersenjata di rumah Nancy Guthrie. Savannah Guthrie yakin ibunya masih hidup dan meminta bantuan publik.
Dokumen FBI terbaru mengungkap pengakuan mantan Kepala Polisi Palm Beach yang mengklaim Donald Trump meneleponnya pada 2006 untuk membongkar perilaku menyimpang Jeffrey Epstein.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved