Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan enggan meminta Israel menghentikan serangannya ke Iran di tengah konflik yang terus memburuk. Trump menegaskan, saat ini Tel Aviv berada dalam posisi menang dan memberi batas waktu maksimal dua pekan bagi Iran untuk menyelesaikan negosiasi.
“Sulit meminta mereka (Israel) berhenti sekarang. Kalau seseorang sedang menang, tentu lebih sulit untuk memintanya berhenti dibandingkan jika mereka kalah,” ujar Trump dikutip dari Anadolu Agency.
Pernyataan itu dilontarkan menyusul sinyal diplomatik dari Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang menyatakan kesiapan Teheran untuk membuka jalur dialog kembali, dengan syarat agresi dihentikan dan pihak penyerang, dalam hal ini Israel, dimintai pertanggungjawaban.
Serangan awal Israel terhadap sejumlah fasilitas militer dan nuklir Iran dilaporkan terjadi pada 13 Juni lalu, yang kemudian memicu balasan dari Teheran berupa ratusan rudal dan drone ke wilayah Israel.
Trump juga mengomentari tenggat waktu dua pekan yang disampaikannya sehari sebelumnya, terkait kemungkinan keterlibatan langsung militer AS dalam konflik. “Itu batas maksimal. Ini saatnya melihat apakah semua pihak bisa bertindak masuk akal,” kata dia.
Menanggapi pertemuan antara Menlu Iran dan tiga Menlu negara Eropa pada Jumat, Trump justru meremehkan inisiatif tersebut. “Eropa tidak akan bisa membantu. Mereka tidak membantu. Iran tidak ingin bicara dengan Eropa, mereka ingin bicara dengan kita,” ujarnya tegas.
Trump kembali mengklaim bahwa Iran hampir memiliki senjata nuklir dalam waktu dekat. “Mereka bisa memilikinya dalam hitungan pekan, atau paling lambat beberapa bulan. Kita tak bisa membiarkan itu terjadi,” tegasnya.
Iran sendiri membantah tuduhan tersebut. Pemerintah Teheran menegaskan program nuklirnya murni untuk kepentingan sipil.
Sejak serangan Israel dimulai 13 Juni, korban jiwa terus bertambah. Otoritas Israel menyebut sedikitnya 25 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka akibat serangan balasan Iran. Di sisi lain, media pemerintah Iran melaporkan bahwa serangan Israel telah menewaskan 639 orang dan melukai lebih dari 1.300 warga di Iran. (Ndf/I-1)
Memang realisme politik Trump untuk menahan kemerosotan AS merupakan preseden yang mengancam tatanan internasional.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengakui ribuan orang tewas dalam aksi protes anti-pemerintah. Ia menuding campur tangan AS dan Donald Trump sebagai pemicu kekerasan.
Presiden Iran Pezeshkian mengeklaim AS & Israel adalah dalang kerusuhan.
Otoritas Iran mengeklaim telah menahan 3.000 orang. Di sisi lain, David Barnea (Mossad) bertemu utusan Donald Trump bahas serangan militer.
Situasi di berbagai kota besar Iran dilaporkan sunyi senyap menyusul tindakan keras mematikan dari otoritas keamanan setempat yang berhasil meredam gelombang protes besar.
Gelombang protes yang mengguncang Iran sejak akhir Desember mencatatkan rekor kelam sebagai kerusuhan paling mematikan dalam sejarah pemerintahan negara tersebut.
Sejumlah anggota parlemen Inggris mengusulkan boikot Piala Dunia dan pembatalan kunjungan kenegaraan Raja Charles ke AS sebagai respons atas tindakan Donald Trump terkait Greenland.
Denmark menambah jumlah pasukan militer di Greenland menyusul ancaman tarif dari Donald Trump. NATO dan Uni Eropa tegaskan kedaulatan Denmark atas pulau tersebut.
Tiga kardinal AS mengeluarkan pernyataan bersama yang jarang terjadi, menyerukan kebijakan luar negeri bermoral dan menolak perang sebagai instrumen kepentingan nasional.
Presiden Prancis Emmanuel Macron resmi menolak undangan Donald Trump untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza. Apa alasan di baliknya?
Presiden Donald Trump mengaku menerima 'informasi buruk' terkait pengerahan pasukan Eropa ke Greenland.
Donald Trump mengklaim telah menghentikan 8 perang besar demi gelar Nobel Perdamaian. Benarkah?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved