Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
ALIANSI yang terbentuk antara Donald Trump dan Elon Musk, dua tokoh berpengaruh yang pernah tampak tak terpisahkan itu kini resmi berakhir dengan cara yang dramatis dan penuh konflik.
Keduanya sebelumnya membentuk kemitraan yang tak lazim, menggabungkan kekuatan politik Trump dengan kekayaan dan pengaruh media sosial Musk.
Namun pada Kamis (6/6), hubungan itu runtuh di hadapan publik, saat keduanya terlibat saling serang di platform media sosial masing-masing atas berbagai isu, mulai dari kebijakan ekonomi hingga komentar pribadi.
Perselisihan berawal dari perbedaan pandangan terhadap RUU kebijakan dalam negeri yang dianggap penting oleh Presiden. Musk mengecam rancangan undang-undang itu sebagai “kekejian yang menjijikkan,” yang dinilainya akan memperburuk defisit anggaran.
Ketegangan meningkat cepat menjadi adu sindiran yang menyentuh hal-hal pribadi.
Trump mempertanyakan keputusan Musk untuk tidak menutupi memar di wajahnya saat tampil di Ruang Oval minggu lalu.
Dia juga mencabut dukungan untuk calon NASA yang diajukan oleh Musk. Di sisi lain, Musk menuduh Trump tidak tahu berterima kasih dan menyebut sudah waktunya membentuk partai baru yang merepresentasikan 80% masyarakat di tengah.
“Tanpa saya, Trump akan kalah dalam pemilihan,” tulis Musk di X seperti dilansir New York Times, Jumat (6/6).
“Demokrat akan menguasai DPR dan Republik akan berada di posisi 51-49 di Senat. Sungguh tidak tahu terima kasih,” tambahnya.
“Cara termudah untuk menghemat uang dalam Anggaran kita, Miliaran dan Miliaran Dolar, adalah dengan menghentikan Subsidi dan Kontrak Pemerintah Elon," Trump merespons dengan keras di Truth Social.
Ketegangan ini juga berdampak langsung pada pasar. Saham Tesla anjlok 14%, menjadikannya penurunan harian terbesar dalam sejarah perusahaan. Saham Trump Media & Technology Group, perusahaan induk Truth Social, ikut turun hingga 8%.
Tidak hanya hubungan pribadi yang runtuh, perpecahan ini juga mengacaukan dinamika strategis dalam masa jabatan kedua Trump.
Musk sebelumnya menjadi salah satu tokoh kunci dalam upaya pemerintah untuk memangkas pengeluaran dan birokrasi, serta menyumbang hampir US$275 juta selama kampanye 2024. Ia bahkan dijanjikan akan menyumbang US$100 juta untuk pemilu paruh waktu 2026-dana yang kini nasibnya tidak pasti.
Penasihat Trump mengakui, konfrontasi terbuka ini memaksa para sekutu di sektor politik dan teknologi untuk menentukan posisi.
“Ini adalah episode yang tidak menguntungkan dari Elon,” kata Karoline Leavitt, sekretaris pers Gedung Putih.
“Presiden fokus meloloskan undang-undang bersejarah ini dan membuat negara kita hebat lagi," sebutnya.
Meskipun demikian, ada upaya untuk meredam ketegangan. Ketika miliarder Bill Ackman menulis bahwa keduanya “harus berdamai demi kebaikan negara kita,” Musk membalas singkat: “Anda tidak salah.”
Namun, keretakan tetap mendalam. Ashley St. Clair, penulis konservatif yang juga ibu dari anak Musk, turut menyindir: “Hai @realDonaldTrump, beri tahu saya jika Anda butuh saran untuk putus cinta.”
Trump menuduh Musk kecewa karena kehilangan pengaruh atas kebijakan Gedung Putih. “Saya sangat kecewa dengan Elon,” ujar Trump. “Saya telah banyak membantu Elon,” tambahnya.
Dia juga menyebut Musk sebagai bagian dari pola mantan pejabat yang “bangun di pagi hari, kemewahannya hilang, seluruh dunia berbeda dan mereka menjadi bermusuhan.”
Trump menambahkan bahwa Musk kini mengalami sindrom gangguan Trump.
Musk tak tinggal diam. Ia menilai tarif khusus Trump akan menyebabkan resesi dan menyebarkan unggahan lama Trump yang mengkritik pengeluaran federal. “Di mana orang ini sekarang?” tanya Musk.
Trump balik menuduh Musk mengecam RUU karena kehilangan subsidi kendaraan listrik.
“Elon ‘sudah kurus kering,’ saya memintanya untuk pergi dan dia menjadi gila,” tulis Trump.
Musk menjawab tuduhan itu di X: “Kebohongan yang sangat jelas. Sangat menyedihkan.”
Kini, dengan semakin panasnya pertikaian ini, masa depan hubungan politik dan bisnis antara dua tokoh paling berpengaruh di Amerika Serikat itu berada di ujung tanduk — dengan potensi konsekuensi besar bagi pemilu mendatang dan arah kebijakan negara.(Fer/P-3)
Polres Metro Jakarta Selatan meningkatkan patroli jalan kaki dan mobile di kawasan Blok M untuk mencegah pencopetan setelah insiden copet viral di media sosial.
Polisi meluruskan kabar viral pengamen membawa mayat di Tambora, Jakarta Barat. Karung tersebut dipastikan berisi seekor biawak.
Lagu atau musik yang muncul dalam video streaming maupun live streaming di platform digital merupakan objek pengumpulan royalti.
Sikap aktif Seskab Teddy di media sosial merupakan bentuk strategi komunikasi yang bertujuan melindungi otoritas tertinggi negara.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez umumkan rencana pelarangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi memberantas 'Wild West' digital.
Menurut tangkapan layar yang dibagikan oleh Paluzzi, Meta akan memperingatkan pengguna bahwa jika mereka keluar dari daftar Teman Dekat.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tegaskan bantuan ke Kuba berlanjut meski ada sanksi AS. Sebanyak 814 ton makanan dikirim via kapal perang sebagai bentuk solidaritas.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
Green Day tampil memeriahkan acara pembukaan Super Bowl LX di Levi’s Stadium, California, Minggu (8/2).
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved