Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
Beberapa istilah seperti weaponized incompetence, default parent, mental load, hingga invisible load belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Semuanya menggambarkan ketimpangan pembagian tanggung jawab dalam rumah tangga, di mana satu pihak, biasanya perempuan, memikul beban lebih besar.
Kini, muncul istilah baru: “married single mom” atau ibu tunggal yang menikah.
Istilah ini viral setelah beredar video seorang ibu yang kewalahan menggendong anak dan membawa barang-barang dari mobil, sementara seorang pria berdiri di dekatnya sambil memainkan ponsel, tanpa membantu sama sekali. Meski konteks video itu tidak jelas, momen tersebut memicu diskusi tentang pasangan yang secara hukum menikah, tetapi tidak berkontribusi dalam pengasuhan dan pekerjaan rumah.
Konsep ini merupakan kelanjutan dari default parent, orang yang selalu menjadi penanggung jawab utama anak. Mereka yang mengurus janji dokter, mengambil cuti saat pengasuh membatalkan mendadak, hingga tetap menjadi rujukan anak meski pasangan lain sebenarnya ada di rumah. Bedanya, “married single mom” menyoroti pasangan yang secara konsisten absen, bahkan ketika sedang berada di rumah.
Dalam banyak kasus, pasangan ini berdalih tidak terlibat karena alasan pekerjaan atau “tidak tahu caranya”, contoh klasik weaponized incompetence. Akibatnya, seluruh tanggung jawab pengasuhan, pekerjaan rumah, dan beban mental jatuh pada satu pihak, sementara pasangan lain menikmati waktu luang.
Istilah ini tidak ditujukan untuk pasangan yang memang sedang bertugas di militer, bekerja dalam jadwal panjang, atau sekadar malas sesekali. “Married single mom” menggambarkan situasi kronis di mana satu pihak menjalankan peran orang tua sepenuhnya, meskipun pasangan ada secara fisik.
Penyebabnya beragam, mulai dari hubungan tanpa fondasi cinta, pengaruh pihak luar yang merusak, hingga masalah kepribadian seperti narsisme.
Ahli hubungan menyarankan untuk memprioritaskan diri sendiri. Opsi yang realistis:
Intinya, banyak orang berada dalam pernikahan yang secara emosional sendirian. Mengenali tanda-tandanya adalah langkah awal untuk keluar dari kelelahan tanpa akhir dan membangun kembali hidup yang sehat, dengan atau tanpa pasangan. (Parents/Iwilltherapy/Z-2)
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Minggu (22/3), ayah Vidi, Harry Kiss, membagikan potret dirinya bersama sang istri di depan rumah.
Sejalan dengan imbauan Pemerintah, masyarakat diajak untuk menikmati waktu berkualitas bersama keluarga dengan mengurangi paparan gawai.
Orangtua didorong untuk menciptakan proyek sederhana di rumah, seperti membuat karya tulis atau pengamatan alam di sekitar rumah untuk memicu rasa ingin tahu.
Saat berbuka adalah puncak kebahagiaan setelah seharian menahan lapar dan haus.
Kemendukbangga/BKKBN menyiapkan sejumlah posko layanan keluarga di berbagai titik strategis jalur mudik Lebaran 2026 yang tersebar di 31 provinsi
Salah satu fitur unggulan dari Omni C28 adalah HydroJet Self-Clean Roller Mop.
KEBIJAKAN pembatasan media sosial bagi anak melalui Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 dinilai sebagai langkah penting untuk melindungi anak dari berbagai risiko di ruang digital.
Aksi nyawer pengusaha di Pamekasan saat konser Valen Akbar viral di media sosial. Tradisi hiburan ini menuai pujian sekaligus kritik dari warganet.
Sebagai generasi pertama yang lahir di lingkungan digital sepenuhnya, platform seperti TikTok hingga YouTube telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian mereka.
IDAI mengingatkan bahaya media sosial bagi anak, mulai dari adiksi hingga cyberbullying. Orangtua diminta aktif mendampingi penggunaan digital.
Platform digital yang harus memblokir akun milik anak berusia di bawah 16 tahun, tahap pertama yaitu Youtube, TikTok, Facebook, Instagram, Thread, X (twitter), Bigo Live, dan Roblox.
Generasi Alpha (kelahiran 2010–2025) adalah generasi pertama yang terpapar lingkungan digital sejak lahir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved