Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
Beberapa istilah seperti weaponized incompetence, default parent, mental load, hingga invisible load belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Semuanya menggambarkan ketimpangan pembagian tanggung jawab dalam rumah tangga, di mana satu pihak, biasanya perempuan, memikul beban lebih besar.
Kini, muncul istilah baru: “married single mom” atau ibu tunggal yang menikah.
Istilah ini viral setelah beredar video seorang ibu yang kewalahan menggendong anak dan membawa barang-barang dari mobil, sementara seorang pria berdiri di dekatnya sambil memainkan ponsel, tanpa membantu sama sekali. Meski konteks video itu tidak jelas, momen tersebut memicu diskusi tentang pasangan yang secara hukum menikah, tetapi tidak berkontribusi dalam pengasuhan dan pekerjaan rumah.
Konsep ini merupakan kelanjutan dari default parent, orang yang selalu menjadi penanggung jawab utama anak. Mereka yang mengurus janji dokter, mengambil cuti saat pengasuh membatalkan mendadak, hingga tetap menjadi rujukan anak meski pasangan lain sebenarnya ada di rumah. Bedanya, “married single mom” menyoroti pasangan yang secara konsisten absen, bahkan ketika sedang berada di rumah.
Dalam banyak kasus, pasangan ini berdalih tidak terlibat karena alasan pekerjaan atau “tidak tahu caranya”, contoh klasik weaponized incompetence. Akibatnya, seluruh tanggung jawab pengasuhan, pekerjaan rumah, dan beban mental jatuh pada satu pihak, sementara pasangan lain menikmati waktu luang.
Istilah ini tidak ditujukan untuk pasangan yang memang sedang bertugas di militer, bekerja dalam jadwal panjang, atau sekadar malas sesekali. “Married single mom” menggambarkan situasi kronis di mana satu pihak menjalankan peran orang tua sepenuhnya, meskipun pasangan ada secara fisik.
Penyebabnya beragam, mulai dari hubungan tanpa fondasi cinta, pengaruh pihak luar yang merusak, hingga masalah kepribadian seperti narsisme.
Ahli hubungan menyarankan untuk memprioritaskan diri sendiri. Opsi yang realistis:
Intinya, banyak orang berada dalam pernikahan yang secara emosional sendirian. Mengenali tanda-tandanya adalah langkah awal untuk keluar dari kelelahan tanpa akhir dan membangun kembali hidup yang sehat, dengan atau tanpa pasangan. (Parents/Iwilltherapy/Z-2)
Salah satu fitur unggulan dari Omni C28 adalah HydroJet Self-Clean Roller Mop.
Inul Daratista menyebutkan bahwa selama bulan puasa, intensitas kebersamaan dengan suaminya, Adam Suseno, meningkat drastis.
BELAKANGAN ini, ruang media sosial diramaikan perbincangan mengenai istilah 'bahasa ibu' yang memantik refleksi publik.
Motivasi tersebut muncul karena Gen Z belajar dari pengalaman beban finansial atau kesalahan pengelolaan keuangan yang dilakukan generasi orangtua mereka di masa lalu.
Untuk menyiasati dampak negatif FOMO, kunci utamanya justru terletak pada fondasi yang dipupuk sejak dini di lingkungan keluarga.
Sebelum wafat, James Van Der Beek berbagi kisah haru tentang melepas topeng 'Superman' di depan anak-anaknya demi menghadapi kanker usus bersama.
Menkomdigi Meutya Hafif mengatakan penerbitan peraturan ini merupakan langkah konkret negara untuk memastikan anak-anak Indonesia terlindungi dari berbagai risiko di internet.
Menkomdigi Meutya Hafid resmi terapkan PP Tunas. Anak di bawah 16 tahun dilarang akses platform risiko tinggi demi cegah adiksi & konten seksual.
Komdigi melarang anak di bawah usia 16 tahun punya akun pada sejumlah media sosial seperti TikTok, Facebook, Instagram, dan X.
Panduan terbaru 2026 mengenai aturan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun. Pahami batasan hukum, risiko privasi, dan tips pendampingan orang tua.
Berbeda dengan WhatsApp dan Instagram, TikTok resmi menolak fitur enkripsi end-to-end (E2EE) dengan alasan keamanan anak di bawah umur dan akses penegak hukum.
Data Digital 2025 Global Overview Report mencatat bahwa masyarakat Indonesia usia 16 tahun ke atas menghabiskan rata-rata 7 jam 22 menit per hari di internet.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved