Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah maraknya konten hiburan di media sosial, muncul sosok Devita Oktavia Dwiyanti yang menawarkan sesuatu yang berbeda: edukasi hukum yang dibungkus secara ringan, singkat, dan menyenangkan.
Mantan pegawai bank asing ini kini menjelma menjadi konten kreator hukum yang digemari masyarakat dari berbagai usia dengan pengikut TikTok yang telah menembus angka 122 ribu.
Dengan akun bernama @devita_oktavia_d, Devita mengusung tagline “Tau Hukum dengan FUN”. Kontennya banyak membahas persoalan hukum perdata, bisnis, kontrak, merek, hingga persoalan keluarga, dalam format video 1 menit yang disajikan tanpa jargon hukum yang membingungkan.
Keputusan meninggalkan posisi nyaman di bank asing tempatnya bekerja selama 16 tahun bukan hal yang mudah. Namun, Devita merasa terpanggil untuk fokus membantu masyarakat lewat jalur hukum.
Setelah mendirikan kantor hukum sendiri, ia juga tetap menjalankan amanah profesi advokat untuk memberikan layanan pro bono, termasuk lewat kerja sama dengan Balai Pemasyarakatan.
Yang membuat konten Devita berbeda adalah kedekatannya dengan persoalan nyata. Ia kerap menjawab pertanyaan langsung dari warganet melalui kolom komentar atau pesan pribadi, lalu mengubahnya menjadi video dengan penjelasan yang disertai dasar hukum resmi.
Dengan gaya santai namun tetap informatif, konten-kontennya berhasil menjembatani dunia hukum yang kompleks dengan masyarakat awam yang sering merasa asing dengan istilah-istilah hukum.
Sebagai ibu dari tiga anak dan seorang advokat aktif, Devita memanfaatkan media sosial bukan untuk hiburan semata, melainkan sebagai sarana penyuluhan hukum digital.
Dalam setiap unggahannya, ia berusaha menyampaikan bahwa memahami hukum bukan hanya untuk para ahli atau akademisi, tetapi juga untuk masyarakat biasa yang ingin hidup lebih terjamin secara legal.
Langkah Devita membuktikan bahwa media sosial bisa digunakan untuk memperluas akses terhadap keadilan dan hukum.
Di saat banyak orang kesulitan membayar jasa advokat, konten edukatif seperti yang ia buat bisa jadi solusi awal memahami dan menyikapi persoalan hukum dengan lebih tenang dan cermat. (Z-10)
Istana merespons adanya dugaan teror terhadap sejumlah kreator konten yang kerap mengkritik program pemerintah.
Kritik pemerintah soal bencana Sumatra berujung teror. Konten kreator dan aktivis alami ancaman hingga doxing.
EKOSISTEM kreator digital di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
FIKI Naki baru saja menggelar pernikahan bersama Tinandrose. Upacara pernikahan yang berlangsung pada Senin, (24/11) itu pun disiarkan secara langsung melalui akun Tiktoknya.
FIKI Naki baru saja menggelar pernikahan bersama Tinandrose. Upacara pernikahan yang berlangsung pada Senin, (24/11) itu pun disiarkan secara langsung melalui akun Tiktoknya.
Program itu merupakan bagian dari hibah BIMA 2025 yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved