Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
CALEB Vitello resmi dicopot dari jabatannya sebagai direktur sementara Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE). Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) mengonfirmasi Vitello tidak lagi memegang peran administratif dalam lembaga tersebut, meskipun tetap mengawasi operasi lapangan.
Penyebab Pencopotan Caleb Vitello
Menurut laporan The Wall Street Journal, pemerintahan Trump mengambil langkah ini karena kecewa dengan lambatnya deportasi migran. Administrasi Trump menargetkan peningkatan jumlah penangkapan harian hingga 75 orang per hari atau sekitar 1.500 secara nasional. Namun, angka tersebut belum tercapai, yang memicu perubahan kepemimpinan di ICE.
DHS mengonfirmasi kepada FOX 32, Vitello "tidak lagi memiliki peran administratif" tetapi tetap bertanggung jawab atas operasi lapangan. Hingga kini, belum ada kepastian siapa yang akan menggantikan posisinya sebagai direktur sementara ICE.
The Wall Street Journal juga melaporkan bahwa pemerintahan Trump akan segera mengumumkan pengganti Vitello serta memperluas struktur kepemimpinan di ICE. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat target deportasi yang telah ditetapkan pemerintah.
Pernyataan Resmi DHS
"Ia tidak lagi memiliki peran administratif, tetapi tetap mengawasi semua operasi lapangan dan penegakan hukum, termasuk menemukan, menangkap, dan mendeportasi imigran ilegal. Hal ini merupakan prioritas utama Presiden dan Sekretaris Noem," kata juru bicara DHS mengenai posisi Vitello.
Diketahui Caleb Vitello ditunjuk langsung Trump sebagai direktur sementara ICE. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Direktur Penegakan di Dalam Negeri di Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih. Selain itu, ia pernah menjabat sebagai kepala unit dan wakil asisten direktur Program Operasi Buronan Nasional. (Fox 32/Z-2)
Protes terhadap pejabat ICE mengganggu ibadah di Cities Church, Minnesota. Jaksa Agung AS berjanji gunakan UU FACE untuk menindak pengunjuk rasa.
Ketegangan memuncak di Minnesota. 1.500 tentara disiagakan untuk menghadapi protes massal terhadap operasi ICE dan kebijakan imigrasi Donald Trump.
ACLU Minnesota melayangkan gugatan class-action terhadap pemerintah federal AS atas dugaan diskriminasi rasial dan penangkapan ilegal warga AS.
Presiden Donald Trump mengancam akan mengerahkan militer AS (Insurrection Act) setelah protes anti-ICE di Minnesota berujung kekerasan dan penembakan.
Buntut penembakan warga dan protes besar di Minneapolis, Negara Bagian Minnesota resmi menggugat pemerintahan Trump terkait pengerahan ribuan agen ICE.
Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, menambah ratusan personel ke Minneapolis menyusul tewasnya Renee Nicole Good. Noem sebut aksi korban sebagai terorisme domestik.
Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Bali, mendeportasi seorang warga negara Inggris berinisial TEB yang dikenal dengan nama panggung Bonnie Blue.
Hakim federal Maryland memerintahkan pembebasan Kilmar Abrego Garcia dari tahanan ICE setelah menilai penahanannya tidak sah. Pemerintah AS mengisyaratkan upaya banding.
Polres Badung menyatakan tidak ada bukti pelanggaran UU Pornografi dan ITE oleh WNA pembuat konten di Bali. Kasus berpotensi berakhir pada deportasi dan jadi preseden baru.
Rencana operasi imigrasi AS yang disebut akan menargetkan komunitas Somalia di Minneapolis menuai kritik tajam dari pejabat lokal.
Sebanyak 298 warga Venezuela dideportasi dari AS dan tiba di Caracas. Deportasi ini di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Caracas.
LANN mempertanyakan alasan di balik deportasi terhadap salah satu anggotanya, Artem Kotukhov, warga negara Rusia yang telah aktif di lembaga tersebut sejak tahun 2018.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved