Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Selasa (18/2) menolak usulan Amerika Serikat (AS) untuk mengusir warga Palestina dari Jalur Gaza yang dilanda perang. Ia menyatakan bahwa hal itu tidak akan membuahkan hasil.
Khamenei menyampaikan pernyataan ini selama pertemuan di Teheran dengan Ziyad al-Nakhalah, pemimpin kelompok militan Palestina Jihad Islam.
"Rencana bodoh Amerika atau rencana lain apa pun terkait Gaza dan Palestina tidak akan membuahkan hasil," kata Khamenei.
Perlu diingat bahwa awal bulan ini, Presiden AS Donald Trump mengusulkan rencana pengambilalihan Jalur Gaza yang dilanda perang oleh AS. Penduduk Palestina akan dipindahkan ke tempat lain, termasuk Mesir dan Yordania.
Usulan tersebut memicu protes dari pemerintah Arab, termasuk Mesir dan Yordania, serta para pemimpin dunia. Perserikatan Bangsa-Bangsa juga memperingatkan terhadap pembersihan etnis di wilayah Palestina.
"Tidak ada rencana yang akan diselesaikan tanpa persetujuan dari perlawanan dan rakyat Gaza," tambah Khamenei.
Iran telah menolak rencana Trump untuk Gaza. Ia mengutuknya sebagai serangan yang belum pernah terjadi terhadap hukum internasional dan Piagam PBB. (Daily Post Nigeria/I-2)
Pemerintahan Trump dilaporkan menyiapkan pasukan darat AS untuk potensi serangan ke Iran, meski Gedung Putih menegaskan belum ada keputusan militer resmi.
Iran bantah klaim Trump soal negosiasi & ancam negara sekutu AS. Simak update terkini kondisi Pulau Kharg hingga dampak tewasnya Ali Khamenei di sini
Pentagon ajukan dana Rp3.386 triliun untuk perang melawan Iran. Simak rincian biaya militer AS yang membengkak hingga dampak penutupan Selat Hormuz di sini.
Saat itu, Prabowo menegaskan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus mendorong solusi dua negara (two-state solution).
Presiden Prabowo Subianto tegaskan Indonesia siap keluar dari Board of Peace (BoP) jika tidak menguntungkan kepentingan nasional dan perjuangan Palestina
Presiden AS Donald Trump mendorong sekutu Amerika Serikat mengambil peran di Selat Hormuz.
Pemerintahan Trump dilaporkan menyiapkan pasukan darat AS untuk potensi serangan ke Iran, meski Gedung Putih menegaskan belum ada keputusan militer resmi.
Serangan itu terjadi di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Iran dan negara-negara di kawasan Teluk. Dalam beberapa hari terakhir, Teheran meningkatkan serangan terhadap infrastruktur
AS setujui syarat Iran untuk fokuskan negosiasi hanya pada program nuklir. Mediasi negara Teluk berhasil tekan Washington guna hindari konflik regional lebih luas.
IRGC klaim tangkap 178 mata-mata AS dan Israel sejak akhir Februari. Para agen dituduh membocorkan koordinat militer dan medis di tengah eskalasi konflik di Iran.
Menteri tersebut menggemakan pernyataan Kanselir Friedrich Merz yang menyebut konflik di Timur Tengah “bukan perang Jerman.”
Ia menyatakan bahwa negara-negara yang memperoleh manfaat dari keamanan pelayaran di selat itu harus membayar biaya dan pajak kepada Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved