Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
TELESKOP Luar Angkasa Nancy Grace Roman, proyek ambisius dari NASA, semakin mendekati tahap penyelesaian dan siap mengungkap misteri kosmos yang belum terpecahkan.
Proyek ini telah mencapai kemajuan signifikan, dengan penggabungan komponen-komponen utama yang menjanjikan perubahan besar dalam cara kita memahami alam semesta.
NASA telah berhasil menyatukan teleskop Roman dengan instrumen canggih yang akan memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap galaksi jauh, eksoplanet yang belum terjangkau, serta misteri besar seperti materi gelap dan energi gelap.
Tim yang dipimpin oleh Jody Dawson di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard di Greenbelt, Maryland, bekerja tanpa henti untuk memastikan semua sistem berfungsi secara optimal.
Pada akhir 2024, mereka berharap dapat menyelesaikan penyusunan instrumen ke wahana antariksa Roman, yang direncanakan meluncur ke orbit pada 2027.
Teleskop Roman dilengkapi dengan dua instrumen utama yang akan mengubah cara ilmuwan mengamati fenomena kosmik yang belum sepenuhnya dipahami.
Instrumen ini dirancang khusus untuk mengamati eksoplanet, planet yang berada di luar tata surya kita.
Dengan menggunakan sistem cermin dan topeng aktif, Coronagraph mampu menghalangi cahaya terang dari bintang induk dan memperlihatkan planet yang lebih redup di sekitarnya.
Dengan cermin utama berukuran 2,4 meter, OTA dapat memfokuskan cahaya kosmik dengan presisi tinggi.
Instrumen ini memungkinkan teleskop Roman untuk mengungkap miliaran objek langit dengan tingkat ketelitian yang luar biasa, membuka peluang penemuan baru mengenai materi gelap, energi gelap, dan banyak lagi.
Namun, yang paling menarik adalah Wide Field Instrument, sebuah kamera inframerah 300 megapiksel yang memberikan pandangan panorama alam semesta.
Dengan kemampuan mengambil gambar langit lebih cepat 1.000 kali dibandingkan Hubble, teleskop ini menawarkan gambar lebih tajam dan sensitif, memungkinkan eksplorasi yang lebih mendalam mengenai bintang, galaksi, lubang hitam, dan berbagai fenomena kosmik lainnya.
Teleskop Roman menjanjikan penemuan baru yang revolusioner di bidang astronomi.
"Teleskop Roman akan membuka topik-topik astronomi yang belum bisa ditangani oleh instrumen sebelumnya," ilmuwan senior proyek ini Julie McEnery.
Dengan kemampuan luar biasa ini, teleskop Roman akan mengubah pandangan kita tentang alam semesta, mengungkap berbagai fenomena yang selama ini tersembunyi di balik lapisan gelap materi dan energi yang tidak tampak.
Saat ini, semua komponen utama teleskop telah disatukan, dan langkah selanjutnya adalah pengujian final serta pemasangan panel surya yang akan memberi daya pada teleskop di ruang angkasa.
Dengan jadwal yang ditetapkan untuk penyelesaian pada musim gugur 2026, dan peluncuran direncanakan pada Mei 2027, segala persiapan untuk mengirim teleskop ini ke orbit berjalan lancar.
Teleskop Roman bukan sekadar alat ilmiah biasa, tetapi juga tonggak penting dalam pencarian pengetahuan kosmik.
Dengan dukungan berbagai lembaga penelitian terkemuka dan mitra industri seperti BAE Systems Inc. dan L3Harris Technologies, proyek ini menjanjikan penemuan transformatif yang akan mengubah cara kita memahami alam semesta untuk generasi mendatang. (Z-10)
Update terbaru Jupiter Maret 2026: NASA ungkap Jupiter lebih kecil dan gepeng dari perkiraan. Cek juga jadwal parade planet dan pendekatan komet antarbintang.
Berbeda dengan Bumi yang memiliki lempeng tektonik yang saling bertabrakan atau menjauh, Bulan hanya memiliki satu kerak yang utuh dan berkesinambungan.
NASA terpaksa menarik mundur roket SLS misi Artemis II dari landasan luncur akibat gangguan aliran helium. Peluncuran ke bulan kini dijadwalkan paling cepat April.
NASA telah merilis laporan temuan dari Tim Investigasi mengenai Uji Penerbangan Berawak Boeing CST-100 Starliner.
Wahana Curiosity milik NASA menemukan formasi geologi unik berbentuk “jaring laba-laba” di Mars. Fenomena boxwork ini diyakini terbentuk dari aktivitas air purba.
Februari 2026 menghadirkan parade planet langka. Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Jupiter akan terlihat bersamaan, puncaknya pada 28 Februari.
Februari 2026 menghadirkan parade planet langka. Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Jupiter akan terlihat bersamaan, puncaknya pada 28 Februari.
Penemuan baru ini telah dipublikasikan pada jurnal Nature Astronomy yang menjelaskan bahwa katai putih langka kemungkinan berasal dari penggabungan bintang
Komet C/2026 A1 (MAPS), anggota Kreutz sungrazer yang langka, diprediksi dapat bersinar terang di langit Bumi pada April 2026, seterang Venus, jika bertahan dari panas Matahari.
Teleskop raksasa Tiongkok ini akan ditempatkan di Kota Delingha, Provinsi Qinghai, pada ketinggian sekitar 4.800 meter di atas permukaan laut.
Asteroid KY26, target terbaru misi Hayabusa2, ternyata jauh lebih kecil dari perkiraan. Observasi teleskop dunia, termasuk Very Large Telescope (VLT) di Chile dengan dukungan radar.
Baru-baru ini, Teleskop Luar Angkasa Hubble berhasil menangkap gambar sebuah bintang yang meledak menjadi supernova, baik sebelum maupun sesudah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved