Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ASTEROID KY26, target terbaru misi Hayabusa2, ternyata jauh lebih kecil dari perkiraan. Observasi teleskop dunia, termasuk Very Large Telescope (VLT) di Chile dengan dukungan radar, mengungkap ukuran asteroid ini hanya 11 meter (36 kaki), bukan 30 meter seperti estimasi sebelumnya.
Tak hanya itu, KY26 berputar super cepat: hanya 5 menit per rotasi, dua kali lipat lebih singkat dari dugaan awal 10 menit.
“Ukuran mini dan rotasi ekstrem membuat misi Hayabusa2 makin menarik sekaligus berisiko,” kata astronom ESO, Olivier Hainaut, dikutip dari Space.com.
Hayabusa2, wahana antariksa milik JAXA, sebelumnya mencatat sejarah di asteroid Ryugu (2020): mengorbit, mendarat, dan membawa pulang sampel ke Bumi. Kini, ia menatap tantangan baru: menjajal asteroid kecil KY26 pada 2031, dengan target mengorbit, memetakan permukaan, dan mungkin melakukan pendaratan.
Meski data awal menunjukkan KY26 mungkin berupa bongkahan batuan padat, para astronom belum menutup kemungkinan ia hanyalah “rubble pile”, tumpukan puing yang rapuh dengan gravitasi lemah.
“Kita belum pernah menyaksikan asteroid 10 meter dari dekat. KY26 bisa memberi kejutan bentuk maupun struktur,” ujar Toni Santana-Ros dari Universitas Alicante dan Barcelona.
Hayabusa2 diharapkan jadi kunci membuka rahasia dalamnya: apakah asteroid ini batu solid atau gundukan rapuh di ruang angkasa.
Asteroid mini seperti KY26 justru paling sering mendekat dan menghantam Bumi. Contoh nyata: ledakan Chelyabinsk 2013, akibat batu antariksa sedikit lebih besar dari KY26. Dentuman itu memecahkan kaca, merusak bangunan, dan melukai lebih dari 1.000 orang.
Memahami KY26 berarti memahami ancaman nyata dari langit. “Kini kita tahu asteroid kecil berbahaya bisa dipelajari dari Bumi,” tambah Hainaut.
Lebih jauh, keberhasilan misi ini bisa membuka jalan eksplorasi sumber daya kosmik, mineral dan logam luar angkasa, yang kini masih sebatas wacana.
Temuan terbaru KY26 dipublikasikan pada 18 September 2025 di Nature Communications. (Space.com/Z-10)
Misi luar angkasa Jepang Hayabusa2 menghadapi tantangan setelah peneliti menemukan fakta soal asteroid targetnya, KY26.
Pengamatan terbaru, dikombinasikan dengan data radar sebelumnya, mengungkapkan bahwa asteroid tersebut hanya berdiameter 11 meter, artinya ukurannya dapat mudah dimasukkan
Saat ini, wahana antariksa milik JAXA (Japan Aerospace Exploration Agency) sedang melanjutkan misinya menuju target baru, sebuah asteroid kecil bernama 1998 KY26.
Pemindaian sinar X pada sampel asteroid Ryugu mengungkap mineral langka, air, dan senyawa organik.
Badan Antariksa Eropa (ESA) menargetkan tujuan jangka panjang untuk mengirim wahana antariksa ke Enceladus, salah satu bulan Saturnus yang diselimuti es.
Pelajari seberapa cepat pesawat luar angkasa harus melaju untuk keluar dari Tata Surya. Temukan fakta ilmiah di balik kecepatan lepas Bumi dan Matahari.
Wahana antariksa Kosmos 482 milik Uni Soviet yang gagal mencapai Venus diperkirakan akan jatuh ke Bumi dalam beberapa hari, dengan kemungkinan tetap utuh.
NASA mencetak sejarah baru dengan peluncuran Parker Solar Probe, wahana antariksa yang berhasil terbang sangat dekat dengan Matahari, mencapai jarak hanya 3,8 juta mil
Selama lebih dari lima dekade, manusia telah mengirimkan berbagai wahana ke luar angkasa, dimulai dengan peluncuran Pioneer 10 pada tahun 1972.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved