Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PERANG urat saraf pada kampanye Pilpres Amerika Serikat terus memanas. Presiden Joe Biden mengecam ujaran rasis yang dilakukan Donald Trump baru-baru ini.
Namun, Biden justru melakukan blunder karena menghina pendukung Trump sebagai sampah yang kemudian memicu gelombang kritik dari kubu Partai Republik.
Dugaan penghinaan tersebut dengan cepat dibantah. Gedung Putih menyebut pernyataan Biden untuk menggambarkan bahasa rasis sebagai sampah bukan untuk pendukung Trump.
Komentar Biden muncul saat dia berbicara kepada para pendukung Latino melalui video. Biden mengomentari pernyataan seorang komedian pendukung Trump, Tony Hinchcliffe, yang berpidato di acara kampanye Trump di Madison Square Garden.
"Baru beberapa hari yang lalu, seorang pembicara di kampanye itu menyebut Puerto Rico sebagai pulau sampah yang terapung. Orang Puerto Rico adalah orang-orang yang baik, sopan, dan terhormat," kata Biden melansir New York Times.
"Satu-satunya sampah yang saya lihat beredar di luar sana adalah para pendukungnya, dia, hinaan yang dia lontarkan terhadap orang Latin tidak bermoral, dan itu tidak mencerminkan Amerika," imbuhnya
Gedung Putih kemudian berupaya mengklarifikasi dengan merilis transkrip pernyataan Biden. Mereka meluruskan pernyataan sampah tersebut merujuk kepada hinaan yang dilontarkan oleh Hinchcliffe.
Partai Republik memanfaatkan kekeliruan tersebut. Mereka membandingkannya dengan komentar Hillary Clinton pada 2016 ketika dia menyebut para pendukung Trump sebagai orang-orang yang menyedihkan.
"Ini menjijikkan. Kamala Harris dan bosnya Joe Biden menyerang separuh negara," kata calon wapres dari Partai Republik, JD Vance.
Terlepas dari niatnya, kata-kata Biden memicu reaksi keras terhadap Demokrat. Biden kemudian mengeluarkan pernyataan di media sosial untuk mengklarifikasi.
“Saya merujuk pada retorika kebencian tentang Puerto Rico yang dilontarkan oleh pendukung Trump di rapat umum Madison Square Garden sebagai sampah yang merupakan satu-satunya kata yang dapat saya pikirkan untuk menggambarkannya,” tulis Biden.
“Demonisasinya terhadap orang Latin tidak dapat diterima. Itu saja yang ingin saya katakan. Komentar di kampanye itu tidak mencerminkan siapa kita sebagai sebuah bangsa," tambahnya.
Kemarahan yang diungkapkan oleh Partai Republik juga menguntungkan secara politis. Blunder Biden tersebut dikabarkan membuat tim kampanye Kamala Harris berhati-hati.
Beberapa politikus Demokrat mengeluarkan pernyataan yang merespons pernyataan Biden dengan dingin seperti Gubernur Pennsylvania Josh Shapiro.
"Saya tidak akan pernah menghina orang-orang baik di Pennsylvania atau warga Amerika mana pun, bahkan jika mereka memilih untuk mendukung kandidat yang tidak saya dukung," kata Shapiro kepada CNN. (Dhk/P-3)
Lionel Messi dan skuad Inter Miami sambangi Gedung Putih. Donald Trump puji Messi sebagai pemain terbaik sepanjang masa usai bawa Miami juara MLS.
Presiden AS Donald Trump terlihat dengan ruam merah di leher saat acara resmi. Dokter kepresidenan menyebutnya sebagai efek samping pengobatan kulit preventif.
Presiden AS Donald Trump menyebut operasi militer terhadap Iran bisa berlangsung hingga empat minggu dan memperingatkan kemungkinan korban tambahan.
Conor McGregor belum pernah lagi merasakan atmosfer kompetisi sejak mengalami patah kaki pada ronde pertama dalam laga triloginya melawan Dustin Poirier, 2021 silam.
Presiden AS Donald Trump bertemu PM Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih. Bahas kelanjutan negosiasi nuklir Iran dan ancaman aksi militer jika kesepakatan buntu.
Setelah setahun bersitegang, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Kolombia Gustavo Petro akhirnya bertemu.
Presiden Donald Trump menyambut Lionel Messi dan Inter Miami di Gedung Putih. Trump puji Messi lebih hebat dari Pele dan sindir Joe Biden. Cek selengkapnya!
WASHINGTON pada Selasa (6/1) memperingati lima tahun penyerbuan massa ke Gedung Capitol AS.
Instalasi Presidential Walk of Fame di Gedung Putih menuai sorotan. Trump pasang plakat bernada tajam, sebut Joe Biden presiden terburuk AS.
AMERIKA Serikat (AS) menyetujui rencana penjualan senjata senilai US$11 miliar kepada Taiwan. Hal ini diumumkan pemerintah Taipei, kemarin.
Departemen Luar Negeri AS kembali mewajibkan penggunaan Times New Roman ukuran 14 poin, membatalkan aturan penggunaan Calibri era Biden.
Pemerintahan Donald Trump memulai proses wawancara ulang terhadap pengungsi yang masuk ke AS di era Biden.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved