Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Patung Toilet Emas Sindir Trump Muncul Dekat Gedung Putih

Haufan Hasyim Salengke
01/4/2026 11:23
Patung Toilet Emas Sindir Trump Muncul Dekat Gedung Putih
Para turis melihat toilet emas palsu yang dipasang di dekat Gedung Putih.(Bangkok Post)

SEBUAH instalasi seni berbentuk toilet berwarna emas muncul di dekat Gedung Putih, Washington DC, dan menjadi perhatian publik karena menyindir Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Patung toilet yang dicat emas itu dilengkapi plakat bertuliskan A throne fit for a king (Takhta yang pantas bagi seorang raja). Instalasi pop-up tersebut dipasang oleh kelompok seni anonim yang menamakan diri mereka Secret Handshake.

Karya tersebut dipamerkan di area dekat Lincoln Memorial, hanya beberapa blok dari White House. Instalasi itu menarik antrean panjang wisatawan dan para penentang Trump.

“Saya datang ke Washington untuk mengambil foto ini karena saya membenci Trump,” ujar Nancy Chase, 78, kepada AFP.

Seorang pensiunan, William Hoker, 69, yang datang dengan sepeda untuk melihat patung tersebut, menyebut instalasi itu sebagai sindiran yang tepat.

“Saya ingin melihat patung ini sebelum menghilang, dan menurut saya ini benar-benar menggambarkan sosok di Gedung Putih, hanya pertunjukan vulgar,” katanya.

Rekannya, Steve Toulotte, menambahkan, “Saya pikir ini memang perlu untuk menyindir Presiden.”

Instalasi ini muncul di tengah berbagai perubahan yang dilakukan Trump di Washington dalam tahun pertamanya kembali berkuasa. Kantor Oval kini dipenuhi ornamen emas, Rose Garden yang sebelumnya sederhana telah dipugar, dan East Wing Gedung Putih dibongkar untuk pembangunan ballroom besar.

Kelompok Secret Handshake sebelumnya juga memasang sejumlah patung provokatif temporer di Washington, termasuk karya yang menggambarkan Trump bersama mantan rekannya, Jeffrey Epstein. (Bangkok Post/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya