Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
RUANG Timur Gedung Putih yang bersejarah biasanya menjadi saksi bisu pertemuan para politisi dan pahlawan perang. Namun, pada Rabu waktu setempat, suasana berubah drastis saat Ibu Negara Melania Trump menghadirkan tamu yang sangat unik, sebuah robot humanoid buatan Amerika Serikat.
Robot bersuara perempuan yang memperkenalkan diri sebagai "Figure 3" itu memberikan pidato singkat dalam KTT tentang edukasi dan keamanan AI bagi anak-anak. Kehadirannya yang tak terduga membuat para pasangan kepala negara dari berbagai penjuru dunia serta perwakilan perusahaan teknologi terpaku dan sibuk mengabadikan momen tersebut.
"Terima kasih, Ibu Negara Melania Trump, telah mengundang saya ke Gedung Putih," ujar Figure 3. Ia menambahkan bahwa kesempatan berbicara di acara tersebut adalah sebuah "kehormatan". "Saya bersyukur menjadi bagian dari gerakan bersejarah ini untuk memberdayakan anak-anak dengan teknologi dan pendidikan."
Setelah menyampaikan pidato dalam 11 bahasa berbeda dengan pengucapan sempurna, Figure 3 berjalan perlahan meninggalkan ruangan. Penampilan mulus ini kontras dengan kegagalan robot serupa di Rusia baru-baru ini yang terjatuh di depan publik.
Melania Trump menyambut kehadiran teknologi ini dengan senyuman. "Figure 3, jujur saja: Anda adalah tamu humanoid pertama buatan Amerika Serikat di Gedung Putih," sapanya.
Dalam pidatonya, Melania memaparkan visi ambisius di mana robot akan beralih dari sekadar aplikasi di ponsel menjadi wujud fisik yang membantu kehidupan manusia. Ia membayangkan masa depan di mana robot humanoid bernama "Plato" bisa menjadi pendidik studi klasik di sekolah-sekolah.
"Masa depan AI telah terpersonifikasi. Ia akan dibentuk menyerupai manusia. Segera, kecerdasan buatan akan berpindah dari ponsel kita ke humanoid yang memberikan kegunaan nyata," ujar Melania. Ia menambahkan, "Karena lingkungan kita dirancang untuk orang, sistem humanoid sangat cocok untuk menavigasi dan beroperasi di dunia kita."
Meskipun antusias dengan potensi teknologi ini untuk memberikan anak-anak lebih banyak waktu luang untuk berolahraga dan bersosialisasi, Melania tetap memberikan catatan penting mengenai risiko teknologi. "Keamanan generasi penerus kita selalu menjadi yang utama," tegasnya.
Kehadiran Figure 3 merupakan bagian dari inisiatif "Fostering the Future Together" yang digagas Melania. Sebelumnya, ia telah bertemu dengan Sara Netanyahu dari Israel dan Olena Zelenska dari Ukraina untuk mendorong kerja sama antara sektor publik dan raksasa teknologi seperti Meta serta OpenAI demi kesejahteraan anak-anak.
Meski menjadi pusat perhatian, Melania hanya berada di ruangan selama tujuh menit untuk menyampaikan sambutan pembukaan sebelum meninggalkan diskusi panel mengenai peran AI dalam pendidikan. (CNN/Z-2)
Meski tampil dengan kemampuan yang cukup kompleks, LG menegaskan bahwa CLOiD masih berstatus sebagai robot konsep, bukan produk yang siap dipasarkan dalam waktu dekat.
Kuningan City Mallmenggunakan robot humanoid buatan perusahaan lokal sebagai petugas customer service.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved