Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Iran mengancam akan memberikan respons yang lebih keras jika Israel membalas serangan rudal Iran terhadap negara tersebut.
"Operasi telah berakhir. Jika Israel memutuskan untuk mengambil tindakan balasan, respons kami akan lebih keras," kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Selasa (1/10), selama panggilan telepon dengan rekan-rekannya dari Inggris, Jerman dan Prancis, kantor berita negara IRNA melaporkan, dilansir Anadolu, Kamis (3/10).
Diplomat tinggi tersebut menekankan bahwa Iran tidak berusaha meningkatkan ketegangan dan perang, meskipun tidak takut akan hal itu. Iran menembakkan sekitar 180 rudal balistik ke Israel di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua musuh bebuyutan regional tersebut.
Baca juga : Israel Targetkan Kilang Minyak Iran sebagai Serangan Balasan
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan serangan itu merupakan respons atas pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh, pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah dan komandan IRGC Abbas Nilforoshan.
Haniyeh tewas dalam serangan di Teheran pada bulan Juli, sementara Nasrallah dan Nilforoshan tewas dalam serangan udara di ibu kota Lebanon, Beirut, minggu lalu.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Iran telah membuat “kesalahan besar” dengan serangan misilnya dan “akan membayarnya.”
Baca juga : Berapa Jenis Rudal yang Dimiliki Iran dan Bagaimana Strategi Israel untuk Menangkalnya?
Araghchi mengatakan serangan rudal terhadap Israel adalah “tindakan membela diri.”
"Kami melakukan pembelaan diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB, dengan hanya menargetkan lokasi militer dan keamanan yang bertanggung jawab atas genosida di Gaza dan Lebanon," katanya dalam pesan yang diunggah di akun X miliknya dengan gambar Gaza yang dilanda perang.
Pihaknya melakukan ini setelah menahan diri selama hampir dua bulan, untuk memberi ruang bagi gencatan senjata di Gaza. “Tindakan kami akan dihentikan kecuali jika rezim Israel memutuskan untuk melakukan pembalasan lebih lanjut. Dalam skenario itu, respons kami akan lebih kuat dan lebih keras.”
Baca juga : Iran Tegaskan Peringatan Kedua terhadap Israel
Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran juga memperingatkan dalam sebuah pernyataan bahwa setiap tindakan pembalasan oleh Israel akan mengakibatkan penghancuran infrastrukturnya di wilayah Palestina yang diduduki.
Ia juga mengancam para pendukung Israel dengan serangan yang kuat dan disesalkan terhadap pusat-pusat mereka di wilayah tersebut jika mereka terlibat langsung dalam tindakan Israel apa pun terhadap Iran.
Tentara Israel telah melancarkan serangan militer yang menghancurkan di Jalur Gaza sejak serangan lintas perbatasan oleh kelompok Palestina Hamas pada 7 Oktober lalu, menewaskan lebih dari 41.600 orang, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan melukai lebih dari 96.400 lainnya.
Konflik telah menyebar ke Lebanon, dengan tentara Israel melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap apa yang disebutnya target Hizbullah, menewaskan lebih dari 1.073 orang dan melukai lebih dari 2.950 lainnya sejak 23 September, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.
Masyarakat internasional telah memperingatkan bahwa serangan Israel di Lebanon dapat meningkatkan konflik Gaza menjadi perang regional yang lebih luas. (I-2)
Pakar Hukum Tata Negara, Radian Syam, menilai situasi perang Israel, AS-Iran itu menguji apakah dunia masih berpijak pada supremasi hukum atau justru bergeser ke dominasi kekuatan.
Pangeran MBS dan MBZ nyatakan solidaritas hadapi serangan Iran. Brasil kecam eskalasi militer, sementara Donald Trump batal berpidato pascaserangan ke Teheran.
Setidaknya 40 orang tewas dalam serangan di sekolah dasar perempuan Minab, Iran Selatan. UEA cegat rudal Iran, sementara Oman desak AS hentikan keterlibatan.
Iran luncurkan rudal ke pangkalan AS di Bahrain, Irak, Kuwait, Qatar, Suriah, dan UEA. PBB peringatkan risiko konflik regional yang lebih luas. Cek faktanya.
Presiden Prabowo Subianto tawarkan diri jadi mediator AS-Iran. Sementara itu, serangan Israel ke sekolah di Iran tewaskan 24 siswa dan Rusia imbau warga tinggalkan Israel.
Eskalasi besar di Timur Tengah! Ledakan rudal hantam Qatar, UEA, Bahrain, hingga Irak menyusul serangan AS-Israel ke Iran. Simak update korban dan dampak pangkalan militer.
Kedutaan Besar AS di Kuwait rilis peringatan darurat ancaman rudal dan drone. IRGC klaim lumpuhkan Pangkalan Udara Ali Al Salem. Warga AS diminta 'shelter in place'.
Militer AS dilaporkan siap melancarkan serangan ke Iran paling cepat akhir pekan ini. Di tengah mobilisasi jet tempur dan kapal induk, Donald Trump masih menimbang opsi.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menanggapi serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer AS di Qatar, Senin (23/6) malam
Pernyataan tegas dari Khamenei datang di tengah ketegangan yang terus meningkat antara Iran dan Israel.
Iran memperingatkan penduduk Tel Aviv agar bersiap menghadapi serangan.
Serangan rudal dari Iran yang menghantam pusat kota Bat Yam, dekat Tel Aviv, Minggu dini hari, meninggalkan jejak kehancuran yang menggetarkan hati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved