Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Dewan Eropa Charles Michel memperingatkan bahwa Israel tidak dapat mencapai keamanan tanpa perdamaian yang langgeng.
"Saya sampaikan ini kepada pemerintah Israel, berusaha mencapai keamanan tanpa perdamaian adalah hal yang mustahil," kata Michel dalam pidatonya pada Sidang ke-79 Majelis Umum PBB di New York, dilansir Anadolu, Jumat (27/9).
Menurut dia, tanpa perdamaian, tidak akan ada keamanan yang bertahan lama. Dunia yang didorong oleh balas dendam adalah dunia yang kurang aman. Rakyat Palestina berhak atas negara mereka sendiri. Keamanan Israel dan semua orang Yahudi akan terus terganggu kecuali negara Palestina didirikan.
"Ini akan mengakibatkan polarisasi dan melemahkan sistem internasional yang tidak bisa dibangun dengan standar ganda," jelasnya.
Baca juga : PM Spanyol Tegaskan Pentingnya Solusi Dua Negara
Mengenai konflik di Gaza, yang digempur Israel sejak Oktober 2023 hingga menewaskan lebih dari 41.000 warga Palestina, Michel mengatakan pihaknya menginginkan gencatan senjata segera, sesuai pandangan Mahkamah Internasional.
"Nyawa setiap warga sipil berharga. Kami mengutuk semua serangan tanpa pandang bulu yang menargetkan penduduk sipil. Uni Eropa sedang bertindak dan ingin meningkatkan upaya untuk mencapai perdamaian abadi dalam kerangka solusi dua-negara. Eskalasi yang tidak ada habisnya harus dihentikan," ujarnya.
Dia mengatakan Eropa menginginkan negara Israel yang demokratis, kuat, hidup damai dan aman, berdampingan dengan rakyat Palestina. "Rakyat Palestina harus memiliki negara yang stabil dan layak. Mereka juga berhak dihormati dan memiliki martabat," tuturnya.
Ia juga menyebut serangan Israel terhadap Libanon sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab. Israel memulai serangan udara besar-besaran di Lebanon awal pekan ini, dan dikabarkan sedang mempersiapkan kemungkinan serangan darat.
Pertempuran lintas batas yang berlangsung hampir setahun antara Israel dan Hizbullah, yang dipicu oleh perang di Gaza, telah menyebabkan ribuan orang di kedua sisi perbatasan mengungsi. (I-2)
Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace berisiko dimanfaatkan sebagai legitimasi politik bagi agenda yang tidak sejalan dengan nilai yang diperjuangkan terkait kemerdekaan Palestina
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
BERGABUNGNYA Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang diusung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, masih menjadi perdebatan.
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam mengambil komitmen lanjutan di Board of Peace (BoP), terutama terkait rencana keanggotaan tetap.
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah meminta Pemerintah Indonesia mengambil sikap kritis, aktif, dan terukur di Board of Peace (BoP), agar tetap sejalan dengan kemerdekaan palestina
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah memandang pembentukan Board of Peace (BoP) patut dicermati secara kritis, lembaga ini harus jelas soal roadmap kemerdekaan Palestina
Menlu Sugiono menegaskan Solusi Dua Negara tetap menjadi tujuan akhir dalam upaya perdamaian Palestina, dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI (PPTM) 2026, Rabu (14/1).
Kabinet keamanan Israel menyetujui pengakuan 19 permukiman baru di Tepi Barat. Langkah ini memicu kecaman internasional dan dinilai mengancam solusi dua negara.
Israel kembali menyetujui pembangunan 764 unit rumah baru di jantung Tepi Barat, wilayah Palestina. Sejak kabinet Benjamin Netanyahu kembali berkuasa, laju pemukiman ilegal melonjak drastis.
PM Spanyol tegaskan dukungan solusi dua negara dan desak pertanggungjawaban atas kehancuran Gaza.
Indonesia mengecam keras RUU kedaulatan Israel di Tepi Barat yang dinilai sebagai langkah aneksasi ilegal.
Pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri menyambut kesepakatan gencatan senjata Hamas-Israel. RI mendorong segera dibukanya akses kemanusiaan secara luas ke Gaza.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved