Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSATUAN Cendekiawan Muslim Internasional (IUMS) menyerukan kepada dunia Islam untuk segera mengambil tindakan Arab-Islam guna melawan operasi militer Israel di Gaza dan Libanon. Perlu adanya pertemuan darurat untuk mengambil sikap tegas yang dapat menghentikan kebengisan Israel.
Ketua IUMS Ali Mohiuddin Al-Qaradaghi mendesak dunia Islam dan Arab untuk mengadakan pertemuan puncak darurat guna mengatasi agresi Zionis. Ia memperingatkan bahwa tindakan Israel tidak hanya menargetkan Gaza dan Libanon, tetapi juga menimbulkan ancaman yang lebih luas terhadap semua ibu kota dan negara Arab dan Islam.
Al-Qaradaghi menekankan perlunya persatuan di seluruh dunia Muslim, dan menyatakan bahwa perbedaan politik atau sektarian tidak boleh menghalangi tindakan kolektif melawan proyek Zionis. Ia mengatakan Israel tidak membeda-bedakan umat Muslim ketika melakukan genosida terhadap mereka dan umat Muslim tidak boleh dipecah belah dalam hal ini.
Baca juga : Perang Terbuka Hizbullah-Israel Meletus
Ia berpendapat bahwa konflik yang sedang berlangsung mempengaruhi semua Muslim dan menyerukan dukungan untuk Gaza, termasuk bantuan militer, ekonomi, dan kemanusiaan. Al-Qaradaghi juga menyarankan agar negara-negara Muslim mempertimbangkan tindakan ekonomi, seperti menghentikan ekspor minyak dan gas serta memutus hubungan diplomatik dengan Israel, untuk menekan diakhirinya agresi.
Al-Qaradaghi lebih lanjut mengkritik tidak adanya tindakan, dengan menegaskan bahwa diamnya dalam menghadapi kebijakan Israel hanya memperburuk penderitaan rakyat di wilayah tersebut.
"Apa yang kita saksikan hari ini dari serangan terhadap Libanon dan Gaza adalah serangan terhadap martabat rakyat dan tanah kami, dan tidak boleh dibiarkan terus berlanjut," katanya, dilansir Anadolu, Selasa (24/9).
Baca juga : Serangan Udara Israel tidak Berhenti pada Senin, Penduduk Libanon Selatan Mengungsi
Tentara Israel menyerang lebih dari 300 target di seluruh Libanon sejak Senin (23/9) pagi, menandai pemboman terberat sejak dimulainya permusuhan 8 Oktober lalu. Kementerian Kesehatan Libanon mengatakan sedikitnya 182 orang tewas dan 727 lainnya terluka dalam serangan Israel sejak pagi.
Ketegangan meningkat antara Hizbullah dan Israel menyusul serangan udara mematikan pada hari Jumat yang menewaskan sedikitnya 45 orang, termasuk anak-anak dan wanita, dan melukai puluhan lainnya di pinggiran selatan Beirut.
Hizbullah mengonfirmasi bahwa sedikitnya 16 anggotanya, termasuk pemimpin senior Ibrahim Aqil dan komandan tinggi Ahmed Wahbi, tewas dalam serangan Israel. Serangan itu terjadi dua hari setelah sedikitnya 37 orang tewas dan lebih dari 3.000 lainnya terluka dalam dua gelombang ledakan perangkat komunikasi nirkabel di Libanon.
Sementara pemerintah Libanon dan Hizbullah menyalahkan Israel atas ledakan tersebut, Tel Aviv tidak membantah atau mengonfirmasi keterlibatannya. Hizbullah dan Israel telah terlibat dalam perang lintas perbatasan sejak dimulainya perang Israel di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 41.400 orang, sebagian besar wanita dan anak-anak, menyusul serangan lintas perbatasan oleh Hamas Oktober lalu. (I-2)
PAUS Leo XIV menyerukan diakhiri perang antara Israel dan Hizbullah di Libanon, kemarin.
HIZBULLAH mengadakan pemakaman untuk panglima militer tertingginya dan anggota lain dari kelompok militan tersebut sehari setelah serangan mematikan Israel.
KORPS Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengecam pembunuhan panglima militer Hizbullah oleh Israel. Iran mengancam akan memberikan respons yang menghancurkan.
LIBANON akan mengajukan pengaduan resmi ke Dewan Keamanan PBB terkait pembangunan tembok beton oleh Israel di sepanjang perbatasan selatan yang disebut melampaui Garis Biru.
PASUKAN Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Libanon (UNIFIL) menyatakan bahwa militer Israel kembali menargetkan personel penjaga perdamaian dalam insiden terbaru.
HIZBULLAH pada Kamis (6/11) menyerukan persatuan nasional Libanon dalam menghadapi pelanggaran Israel di Libanon selatan sekaligus menolak segala bentuk negosiasi politik dengan Tel Aviv.
AMERIKA Serikat menetapkan organisasi Ikhwanul Muslimin di Mesir, Libanon, dan Yordania sebagai kelompok teroris. Maklum, organisasi itu sudah lama menjadi musuh Israel.
Militer Israel mengklaim serangannya menewaskan tiga anggota Hizbullah.
Presiden Libanon Joseph Aoun menegaskan komitmen pemerintah untuk mengutamakan perdamaian sekaligus menata ulang keamanan domestik.
Militer Israel kembali melancarkan serangan udara di Libanon selatan kurang dari sehari setelah pembicaraan langsung pertama.
Pertemuan yang berlangsung di markas UNIFIL menjadi babak baru dari mekanisme pemantauan gencatan senjata setahun terakhir di tengah perang Israel-Hizbullah.
PAUS Leo XIV menyerukan diakhiri perang antara Israel dan Hizbullah di Libanon, kemarin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved