Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Inggris David Lammy mendesak warga negara Inggris untuk segera meninggalkan Libanon, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan itu.
"Pesan saya kepada warga negara Inggris di Libanon adalah segera pergi ketika penerbangan komersial masih tersedia. Ketegangan tinggi dan situasi dapat memburuk dengan cepat," kata dia di X seperti dilansir dari Antara, Jumat (20/9).
Pada Selasa (17/9), ribuan pager meledak di Beirut dan lokasi lain di Libanon hingga menewaskan 12 korban dan melukai 2.323 orang. Gelombang kedua ledakan perangkat komunikasi itu terjadi pada Rabu (18/9), menewaskan 25 korban dan melukai 608 orang lainnya.
Baca juga : Pemimpin Hizbullah Murka soal Serangan Bom Pager
Lammy, dalam percakapan telepon dengan Menlu Libanon Najib Mikati pada Kamis (19/9), menyatakan keprihatinan mendalam tentang meningkatnya ketegangan dan jatuhnya korban sipil di Libanon.
Kedua menlu membahas perlunya negosiasi untuk menemukan solusi guna memulihkan stabilitas dan keamanan di Garis Biru.
Sementara itu, tidak ada tanggapan dari Israel atas insiden yang terjadi di tengah meningkatnya peperangan lintas-perbatasan antara Israel dan kelompok Hizbullah.
Konflik terbaru Israel-Hizbullah pecah sejak dimulainya serangan brutal Israel di Jalur Gaza, yang menewaskan hampir 41.300 korban, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak. (Z-6)
Delapan tentara Israel terluka, termasuk putra Menteri Keuangan Smotrich, akibat serangan roket. Israel balas dengan menggempur Beirut secara besar-besaran.
Israel meningkatkan intensitas serangan udara ke wilayah Libanon pada Jumat waktu setempat, termasuk rangkaian serangan besar di distrik Baalbek.
Tiga personel pasukan perdamaian PBB terluka setelah markas mereka di Libanon selatan dihantam serangan yang diduga dilancarkan Israel.
Kementerian Kesehatan Libanon mengatakan serangan Israel di negara itu sejak Senin telah menewaskan total 217 orang, yang sebagian besar adalah warga sipil.
Jika dipadukan dengan serangan terhadap bangunan tempat tinggal, Israel menambah kesengsaraan dan penderitaan pada penduduk sipil yang sudah lelah.
Belum ada rincian langsung yang diberikan mengenai kemungkinan kerusakan atau korban jiwa.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk pertama kali mengaku bertanggung jawab atas ledakan massal pager (penyeranta) yang mengguncang Libanon hampir dua bulan lalu.
MANTAN Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyuarakan dukungannya terhadap serangan Israel terhadap Hamas dan Hizbullah melalui panggilan telepon dengan PM Israel Benjamin Netanyahu.
HIZBULLAH menembakkan sedikitnya 150 roket dari Libanon ke lokasi militer dan permukiman ilegal di Israel utara hanya dalam waktu satu jam. Demikian disampaikan Radio Angkatan Darat Israel.
SERANGAN dengan menggunakan pager atau penyeranta serta perangkat elektronik lain di Libanon melanggar hukum kemanusiaan internasional.
Kemenlu RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban dalam peristiwa ledakan ribuan alat komunikasi di Libanon yang diduga didalangi Israel baru-baru ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved