Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Seorang pejabat senior militer Iran mengatakan pembalasan terhadap Israel atas pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran mungkin akan terjadi dalam waktu yang lama dan dapat terjadi dalam berbagai bentuk. Keputusan ini memberi sinyalemen bahwa serangan terhadap Israel mungkin telah ditunda.
Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam, Jenderal Ali Mohammad Naeini akan memimpin serangan itu dan bertanggung jawab mengamankan perbatasan Iran. "Waktu ada di pihak kita, dan mungkin saja masa tunggu untuk merespons bisa memakan waktu lama,” kata Jenderal Naeini pada konferensi pers di Teheran, seperti dilansir New York Times, Rabu (21/8).
"Mungkin saja respons Iran tidak akan mengulangi operasi sebelumnya. Kualitas respons, skenario, dan alat tidak selalu sama," tambahnya dalam rekaman video di media pemerintah.
Baca juga : Khamenei Peringatkan Murka Tuhan jika Iran tidak Membalas Israel
Meskipun Jenderal Naeini tidak menguraikan opsi apa yang sedang dipertimbangkan Iran, rujukannya pada operasi sebelumnya tampaknya berarti serangan Iran terhadap Israel pada April. Ketika itu Iran meluncurkan ratusan rudal dan drone terhadap musuh lamanya tersebut.
Serangan itu dilakukan sebagai balasan atas serangan Israel terhadap kompleks kedutaan Iran di Damaskus, Suriah, yang menewaskan beberapa komandan senior militer Iran.Komentar Jenderal Naeini menunjukkan bahwa perang regional yang dikhawatirkan secara luas jika Iran kembali menyerang Israel mungkin dapat dihindari, setidaknya untuk saat ini.
Sejak pembunuhan pemimpin Hamas di wilayah Iran pada akhir bulan Juli, para pemimpin dunia merasa khawatir ketika para pejabat Iran berjanji untuk membalas kematiannya.
Sementara pasukan Hizbullah yang didukung Iran di Libanon juga bersumpah untuk menyerang Israel, dalam kasus mereka atas pembunuhan salah satu komandan utama mereka di Beirut sesaat sebelum pembunuhan di Teheran.
Namun, nampaknya saat ini di Iran, kepentingan nasional dan pertimbangan dalam negeri masih lebih penting daripada semangat ideologis. Jenderal Naeini mengatakan bahwa komandan senior Korps Pengawal dan tentara, bersama dengan para pemimpin senior Iran lainnya, mempertimbangkan semua aspek situasi dan akan membuat keputusan yang hati-hati dan bijaksana.(M-3)
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (14/1) bahwa ia diberi tahu bahwa pembunuhan para demonstran di Iran telah dihentikan.
PEMIMPIN tertinggi Iran Ali Khamenei--pilar sistem teokratisnya sejak awal revolusi Islam--telah mengatasi serangkaian krisis sepanjang pemerintahannya.
MENTERI Warisan Budaya sayap kanan Israel, Amichai Eliyahu, mengeklaim pada Kamis (8/1) bahwa agen-agen Israel beroperasi di lapangan di Iran di tengah protes.
PROTES di Iran terkait kondisi ekonomi negara, yang meletus pada akhir Desember 2025, meledak menjadi tantangan lebih luas terhadap penguasa ulama yang memerintah.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membantu menyampaikan pesan kepada Iran.
ISRAEL mencatat emigrasi bersih sebanyak 144.270 orang selama tiga tahun pemerintahan Benjamin Netanyahu saat ini.
Hamas ultimatum pasukan internasional di Gaza, singgung peran Indonesia dalam ISF dan tegaskan tak boleh jalankan agenda Israel.
Hamas sambut rencana pengerahan 8.000 pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza Selatan untuk awasi gencatan senjata dan stabilitas tanpa intervensi internal.
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
Smotrich ungkap ultimatum BoP untuk Hamas. Indonesia evaluasi peran di BoP demi tetap bebas aktif dan kawal kemerdekaan Palestina di tengah skeptisisme global.
ISRAEL memindahkan blok-blok yang seharusnya menandai garis kendali pascagencatan senjata lebih jauh ke dalam Jalur Gaza. Ini menimbulkan kebingungan di kalangan Palestina.
PARA penasihat Presiden AS tidak sabar menghadapi keberatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat mereka terus mendorong fase kedua dari rencana perdamaian Gaza.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved