Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH duta besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam rencana Israel untuk “menguasai” Gaza. Rencana ini dinilai berisiko melanggar hukum humaniter internasional dan memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
Dalam konferensi pers, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membela langkah tersebut sebagai “cara terbaik” untuk mengakhiri perang. Ia menegaskan operasi militer akan berlangsung “cukup cepat” dengan tujuan “membebaskan Gaza dari Hamas”. Netanyahu juga mengklaim sandera Israel di Gaza “sengaja dibiarkan kelaparan” oleh Hamas, sekaligus membantah tuduhan Israel sengaja membuat warga Gaza kelaparan.
Namun, dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB, negara-negara seperti Inggris, Prancis, Denmark, Yunani, Slovenia, dan Tiongkok menyampaikan keprihatinan serius. Mereka mendesak Israel membatalkan rencana tersebut karena dinilai tidak akan membantu pembebasan sandera dan justru membahayakan nyawa mereka. Rusia juga memperingatkan potensi “eskalasi berbahaya”, sementara pejabat PBB Miroslav Jenca menilai langkah itu bisa memicu “bencana baru” di Gaza dengan gelombang pengungsian, korban jiwa, dan kerusakan lebih luas.
Badan kemanusiaan PBB menegaskan krisis pangan di Gaza sudah memasuki tahap kelaparan. “Ini adalah kelaparan, murni dan sederhana,” ujar Ramesh Rajasingham, pejabat senior PBB.
Di sisi lain, Amerika Serikat membela Israel. Duta Besar AS Dorothy Shea mengatakan pihaknya bekerja “tanpa lelah” untuk membebaskan sandera dan mengakhiri perang. Menurutnya, konflik bisa berakhir segera jika Hamas membebaskan seluruh sandera. Ia juga menolak tuduhan Israel melakukan genosida, menyebutnya sebagai “tidak berdasar”.
Rencana Israel ini memicu protes besar di berbagai kota, termasuk di Tel Aviv dan Yerusalem. Ribuan warga menilai langkah tersebut berisiko tinggi terhadap keselamatan para sandera.
Netanyahu menjelaskan militer Israel telah diperintahkan menghancurkan dua basis terakhir Hamas di Gaza City dan wilayah Al-Mawasi. Ia memaparkan tiga langkah untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan, termasuk membuka koridor aman, menambah pengiriman bantuan lewat udara, serta memperluas titik distribusi yang dikelola Gaza Humanitarian Foundation (GHF).
Namun, laporan PBB menyebut sejak GHF mulai beroperasi pada akhir Mei, sedikitnya 1.373 warga Palestina tewas saat berupaya mendapatkan bantuan makanan. Netanyahu menuding Hamas telah “menjarah truk bantuan secara brutal” dan mengklaim banyak korban di lokasi GHF tewas akibat tembakan Hamas sendiri.
Terkait 20 sandera Israel yang diyakini masih hidup, Netanyahu menegaskan operasi militer diperlukan untuk menyelamatkan mereka. Ia juga menuduh media internasional termakan propaganda Hamas, bahkan menyebut beberapa foto anak-anak Gaza yang kekurangan gizi sebagai “rekayasa”.
Data dari kementerian kesehatan Gaza yang dikelola Hamas menyebut lebih dari 61.000 orang tewas sejak Israel melancarkan ofensif militer pada 2023, sebagai balasan atas serangan Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel dan menculik 251 lainnya. (BBC/Z-2)
Konflik Timur Tengah eskalasi! AS dan Israel luncurkan serangan udara ke Iran saat Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi gantikan ayahnya.
Alarm dan sirene berbunyi hampir tanpa henti di Haifa dan komunitas di bagian utara Israel.
Aoun juga menyerukan dukungan logistik internasional untuk tentara Libanon.
Embargo minyak oleh negara-negara Arab anggota kartel minyak OPEC terhadap negara-negara yang mendukung Israel dalam perang Oktober 1973 menyebabkan harga minyak melonjak drastis.
Perusahaan-perusahaan pertahanan terbesar di Amerika Serikat telah sepakat untuk melipatgandakan produksi empat kali lipat.
Iran mengklaim telah menghancurkan tangki bahan bakar dan gas pangkalan tersebut, landasan helikopter AS, fasilitas logistik dan pendukung.
Ayah dan anak tewas akibat drone Israel di Khan Younis. Total 72.123 warga Gaza gugur sejak 2023 di tengah blokade Rafah dan pengalihan isu perang AS terhadap Iran.
Serangan Israel di Khan Younis tewaskan satu warga & lukai anak kecil. Pelanggaran gencatan senjata ini menambah daftar korban tewas menjadi 636 jiwa di Jalur Gaza.
BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI telah mendistribusikan 100.000 liter air bersih di Al Jalaa region, Gaza, Palestina. Program ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih.
DT Peduli kembali menggelar program Ramadan Peduli Negeri (RPN) 2026 dengan tema Teguhkan Kepedulian untuk Saudaramu di Pelosok dan Lintas Negeri.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan global dengan menyalurkan bantuan paket makanan siap saji bagi warga terdampak konflik di Palestina.
Baznas kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina yang terdampak konflik. Kali ini, bantuan yang disalurkan berupa pakaian dengan total 2.400 paket.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved