Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
ARMADA kapal global berlayar menuju Gaza sebagai bagian dari inisiatif maritim internasional yang bertujuan mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada warga Gaza yang kelaparan.
Konvoi pertama, yang terdiri dari puluhan kapal sipil kecil yang membawa aktivis, pekerja kemanusiaan, dokter, pelaut, dan pasokan kemanusiaan, berangkat dari pelabuhan Spanyol, Minggu (31/8), untuk bertemu di Tunisia dengan gelombang kedua pada 4 September.
Dari Indonesia, perwakilan Adara Relief International telah tiba di Bandara Carthage, Tunisia, Minggu (31/8). Bersama puluhan delegasi Indonesia lainnya, Adara bergerak bersama dalam misi Global Sumud Flotilla.
Agenda utama di Tunisia adalah mengikuti pelatihan selama empat hari sebelum berlayar menuju perairan Gaza. Maryam Rachmayani selaku Direktur Utama dan Latifah Hariawati selaku Direktur Program dan Penyaluran mewakili Adara Relief International dalam misi kemanusiaan kali ini.
“Kami berangkat membawa nama baik Indonesia. Kami mohon dukungan pemerintah Indonesia agar kami dapat mencapai tujuan. Jika pun terjadi sesuatu, kami berharap pemerintah memberikan bantuan diplomasi bagi kami. Mohon doa agar rombongan Indonesia berhasil membuka blokade Gaza, sehingga jalur bantuan dapat terbuka dan makanan, obat-obatan, serta air bersih bisa masuk,” ujar Maryam dalam keterangannya, Senin (1/9).
Sebelum bertolak ke Tunisia, Maryam dan delegasi menghadiri pelepasan Sumud Nusantara di Malaysia yang diresmikan langsung oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim. Pemimpin Malaysia menegaskan seperti Indonesia yang telah merdeka dari Belanda, dan Malaysia yang merdeka dari Inggris, Palestina pun bisa merdeka dari penjajahan.
Maryam menegaskan pemberangkatan kapal dalam program Sumud Nusantara sangat penting, merupakan bagian dari pembelaan bangsa-bangsa untuk Gaza. Ia menggarisbawahi pernyataan Anwar bahwa banyak cara dan jalan untuk membela Palestina, baik dengan donasi, edukasi, sosialisasi tentang Palestina, juga dengan fisik.
“Kita tunjukkan bahwa keberangkatan kita ke Gaza merupakan pembelaan kita kepada penduduk Gaza,” kata Maryam mengutip Anwar.
Sebelumnya, perkumpulan sipil telah melakukan berbagai cara untuk menembus blokade Gaza melalui Global March To Gaza, Freedom Flotilla Coalition, Sumud Afrika Utara, Sumud Nusantara, hingga akhirnya bersatu di bawah Global Sumud Flotilla.
Global Sumud Flotilla merupakan koalisi sipil yang terdiri dari pekerja kemanusiaan, dokter, seniman, pengacara, jurnalis, pemengaruh, hingga pelaut yang bergerak dengan kepercayan pada harkat dan martabat manusia, serta memiliki semangat dalam satu nilai kemanusiaan.
Global Sumud Flotilla merupakan disebut sebagai upaya nyata masyarakat dunia untuk membuka blokade di Gaza agar bantuan bisa masuk dengan optimal.
Negara Mana Saja yang Berpartisipasi?
Penyelenggara menggambarkan Global Sumud Flotilla sebagai misi maritim terbesar ke Gaza, yang menyatukan lebih dari 50 kapal dan delegasi dari sedikitnya 44 negara.
Menurut Global Sumud Flotilla, delegasi dari 44 negara telah berkomitmen untuk berlayar ke Gaza sebagai bagian dari misi maritim terbesar untuk mematahkan pengepungan ilegal Israel.
Negara-negara dari enam benua akan berpartisipasi dalam armada ini, termasuk negara seperti Australia, Brasil, Afrika Selatan, dan sejumlah negara Eropa. Menurut kelompok tersebut, para peserta tidak berafiliasi dengan pemerintah atau partai politik mana pun.
Siapa Saja Kelompok yang Berpartisipasi?
Misi ini diorganisasikan oleh empat koalisi besar, termasuk kelompok-kelompok yang telah berpartisipasi dalam upaya darat dan laut sebelumnya ke Gaza. Yaitu Global Movement to Gaza (GMTG) yang sebelumnya dikenal sebagai Global March to Gaza, Freedom Flotilla Coalition (FFC), Maghreb Sumud Flotilla yang berbasis di Afrika Utara, dan Sumud Nusantara, yaitu konvoi yang dipimpin oleh rakyat dari Malaysia dan 8 negara lainnya, yang bertujuan untuk mematahkan blokade Gaza dan memupuk solidaritas di antara negara-negara Selatan.
Siapa Saja Figur yang Terlibat?
Menurut situs web Global Sumud Flotilla, koalisi ini terdiri dari berbagai pihak, termasuk penyelenggara, pekerja kemanusiaan, dokter, seniman, rohaniwan, pengacara, dan pelaut, yang dipersatukan oleh keyakinan akan martabat manusia, kekuatan aksi tanpa kekerasan, dan satu kebenaran: pengepungan dan genosida harus diakhiri.
Sebuah komite pengarah juga telah dibentuk, yang beranggotakan tokoh dan pemengaruh seperti aktivis Swedia Greta Thunberg, sejarawan Kleoniki Alexopoulou, aktivis hak asasi manusia Yasemin Acar, sosioenvironmentalis Thiago Avila, ilmuwan politik dan pengacara Melanie Schweizer, ilmuwan sosial Karen Moynihan, fisikawan Maria Elena Delia, aktivis Palestina Saif Abukeshek, aktivis kemanusiaan Muhammad Nadir al-Nuri, aktivis Marouan Ben Guettaia, aktivis Wael Nawar, aktivis dan peneliti sosial Hayfa Mansouri, dan aktivis hak asasi manusia Torkia Chaibi. (Al-Jazeera/B-3)
Sebanyak 13 warga negaranya, termasuk anggota parlemen Luizianne Lins dari Partai Buruh yang berkuasa, telah dibawa ke perbatasan dengan Yordania dan dibebaskan oleh otoritas Israel.
AKTIVIS lingkungan Greta Thunberg disambut layaknya pahlawan setelah tiba di Yunani setelah dideportasi dari Israel.
ISRAEL telah mendeportasi aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg bersama 170 aktivis pro-Palestina dalam rombongan Global Sumud Flotilla (GSF). Thuberg tiba di Yunai
AKTIVIS asal Swedia, Greta Thunberg bersama ratusan anggota armada Global Sumud Flotilla (GSF) telah tiba di Yunani pada Senin (6/10) setelah dideportasi oleh otoritas Israel
PARA aktivis kemanusiaan dari Global Sumud Flotilla (GSF) mengaku mengalami perlakuan buruk dan kekerasan selama ditahan otoritas Israel.
AKTIVIS lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg, dilaporkan mengalami kekerasan fisik dan perlakuan tidak manusiawi oleh tentara Israel.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu keberatan terhadap susunan panel penasihat Gaza yang baru dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menunjuk mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair untuk memegang peran penting dalam penataan Gaza pascaperang.
Menlu Sugiono dan Menhan Sjafrie bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul, membahas situasi Gaza dan rencana Pasukan Stabilisasi Internasional.
Rencana Trump tentang Gaza menyerukan tata kelola internasional sementara atas wilayah kantong Palestina dan pembentukan dewan perdamaian yang diketuai oleh dirinya.
Paus Leo XIV menyoroti memburuknya krisis kemanusiaan di Jalur Gaza dalam pidato Natalnya dan menegaskan solusi dua negara sebagai jalan damai Palestina-srael.
Patriark Latin Yerusalem, Kardinal Pierbattista Pizzaballa, menyampaikan bahwa di tengah kehancuran yang melanda Jalur Gaza, masih terdengar pesan harapan pada perayaan Natal 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved