Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG diplomat Inggris telah mengundurkan diri. Alasannya karena keterlibatan Inggris dalam kejahatan perang di Gaza.
Dia mengatakan tidak ada pembenaran atas kelanjutan penjualan senjata Inggris ke Israel. Sebuah surat pengunduran diri, yang mengkritik penjualan senjata pemerintah yang terus berlanjut ke Israel dilaporkan oleh media pada Jumat (16/8).
Itu dikaitkan dengan Mark Smith, seorang diplomat yang bekerja di Kantor Luar Negeri. Minggu (18/) pagi, BBC mengonfirmasi bahwa diplomat tersebut adalah Smith yang bekerja pada kontraterorisme telah mengundurkan diri sebagai protes atas penjualan senjata ke Israel.
Baca juga : DK PBB Kecam Israel Serang Sekolah Gaza, Tiongkok-Rusia Salahkan AS
Surat itu berbunyi, "Dengan penuh kesedihan saya mengundurkan diri setelah berkarir lama di dinas diplomatik. Saya tidak dapat lagi melaksanakan tugas saya dengan kesadaran bahwa Departemen ini mungkin terlibat dalam Kejahatan Perang".
Kantor Luar Negeri dilaporkan menolak berkomentar mengenai kasus tersebut, dengan mengatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menegakkan hukum internasional.
Smith, yang sebelumnya bekerja di bidang penilaian lisensi ekspor senjata Timur Tengah untuk pemerintah, mengatakan: "Para menteri mengklaim bahwa Inggris memiliki salah satu rezim lisensi ekspor senjata yang paling 'kuat dan transparan' di dunia, namun ini adalah kebalikan dari kebenaran," tambahnya.
Baca juga : Eropa hanya Bisa Mengecam Kebiadaban Israel di Tepi Barat dan Gaza
Ia mengatakan setiap hari mereka menyaksikan contoh nyata dan nyata dari kejahatan perang dan pelanggaran Hukum Humaniter Internasional di Gaza yang dilakukan oleh Israel.
Menurut dia lebih dari separuh rumah di Gaza dan lebih dari 80% properti komersial telah rusak atau hancur bantuan kemanusiaan diblokir dan warga sipil terus-menerus tidak memiliki tempat berlindung yang aman. Ambulans Bulan Sabit Merah telah diserang, sekolah dan rumah sakit terus-menerus menjadi sasaran. Ini adalah kejahatan perang.
Tidak ada pembenaran atas berlanjutnya penjualan senjata Inggris ke Israel namun entah bagaimana hal itu terus berlanjut. "Saya telah menyampaikan hal ini di setiap level dalam organisasi, termasuk melalui investigasi pengungkapan pelanggaran resmi, dan tidak menerima tanggapan apa pun selain 'terima kasih, kami telah mencatat kekhawatiran Anda," demikian isi surat tersebut.
Baca juga : Israel Usir Pengungsi di Zona Kemanusiaan
Menurut BBC, email pengunduran diri tersebut dikirimkan ke sejumlah besar daftar distribusi termasuk ratusan pejabat pemerintah, staf kedutaan, dan penasihat khusus menteri Kantor Luar Negeri.
Langkah tersebut dipuji oleh banyak orang di media sosial, termasuk oleh Francesca Albanese, pelapor khusus PBB untuk wilayah Palestina yang diduduki.
"Saya berharap lebih banyak diplomat akan mengikuti langkah berani Mark Smith dan berbicara menentang para pendukung kekejaman Israel," tulisnya di X.
Pada Juni, Departemen Bisnis dan Perdagangan mengatakan Inggris telah mengeluarkan 108 lisensi ekspor senjata sejak 7 Oktober, ketika agresi Israel di Gaza dimulai. Sementara lebih dari 300 lisensi masih aktif hingga Mei. (I-2)
TIM perencana militer dari Inggris dilaporkan tengah bekerja sama dengan militer Amerika Serikat (AS) untuk menyusun langkah membuka kembali Selat Hormuz.
Pemerintah AS menginginkan Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Australia, Kanada, yordania, Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara Teluk untuk bergabung dalam koalisi tersebut.
Presiden AS Donald Trump memicu kontroversi dengan menyeret NATO ke konflik Selat Hormuz. Jerman dan Inggris ragu, sementara ancaman ranjau Iran kian nyata.
GoStudy International bersama British Council membuka peluang lebih luas bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris Raya melalui kampanye GoStudy GREAT UK.
Obligasi pemerintah Inggris telah mengalami kenaikan yang cukup dramatis sejak krisis ini dimulai.
Perusahaan-perusahaan pertahanan terbesar di Amerika Serikat telah sepakat untuk melipatgandakan produksi empat kali lipat.
IRGC klaim tangkap 178 mata-mata AS dan Israel sejak akhir Februari. Para agen dituduh membocorkan koordinat militer dan medis di tengah eskalasi konflik di Iran.
Israel dinilai melanggar Pasal 13 terkait perilaku ofensif dan pelanggaran prinsip fair play, serta Pasal 15 mengenai diskriminasi dan pelecehan rasis dalam Aturan Disiplin FIFA (FDC).
Saat itu, Prabowo menegaskan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus mendorong solusi dua negara (two-state solution).
Beijing dengan tegas menentang penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional.
Ia memperingatkan ambisi Israel menggulingkan pemerintahan Iran akan memerlukan kampanye darat berkepanjangan.
Iran melancarkan serangan balasan dengan menargetkan infrastruktur energi di negara-negara Teluk sekutu AS, setelah fasilitas gas Iran di South Pars diserang
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved