Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA swadaya masyarakat (LSM) dan media Israel, Haaretz, membongkar kekejaman Pasukan Pertahanan Israel (IDF) terhadap warga sipil Palestina di Jalur Gaza. IDF secara sistematis menggunakan warga sipil Palestina sebagai tameng manusia selama operasi militernya di Gaza.
Warga sipil memasuki dan membersihkan terowongan dan bangunan yang mereka curigai telah dijadikan jebakan. "Praktik ini tersebar luas di berbagai unit yang berperang di Gaza sehingga bisa dianggap sebagai protokol," kata Nadav Weiman, direktur eksekutif Breaking the Silence, kelompok yang didirikan oleh para veteran tempur Israel untuk mendokumentasikan pelanggaran militer.
Kelompok ini telah mengumpulkan kesaksian yang menggambarkan praktik tersebut dari para veteran perang 10 bulan di Gaza. Pernyataan yang mereka dengar sesuai dengan laporan investigasi surat kabar Haaretz yang menyatakan bahwa kantor kepala staf mengetahui praktik tersebut.
Baca juga : Italia Ingin Ajukan Rencana Rekonstruksi Gaza pada Sidang Umum PBB
"Pejabat senior mengetahui hal ini," kata salah satu sumber yang ikut serta dalam mencari warga sipil untuk dijadikan perisai manusia kepada surat kabar tersebut. "Hidup kami lebih penting daripada nyawa mereka," Haaretz mengutip pernyataan para komandan tentara mereka.
Praktik ini dikatakan sangat rutin sehingga IDF punya nama untuk perisai manusia yang disebut sebagai Shawish. Ini merupakan bahasa gaul informal untuk prajurit berpangkat rendah dan prosesnya dijelaskan oleh beberapa saksi.
"Warga sipil Palestina, kebanyakan pria muda, dijemput oleh tentara Israel mengenakan seragam tentara Israel kemudian dikirim ke terowongan dan merusak rumah-rumah di depan pasukan Israel," kata tentara tersebut kepada Haaretz dan Breaking the Silence.
Baca juga : DK PBB Kecam Israel Serang Sekolah Gaza, Tiongkok-Rusia Salahkan AS
Tangan mereka diikat dan kamera dipasang di tubuh mereka saat mereka masuk. "Warga Palestina diberi tahu, 'Lakukan satu misi, lalui terowongan dan Anda bebas,'" Haaretz mengutip perkataan seorang tentara.
Setelah itu, para pria tersebut dilaporkan dibebaskan untuk bergabung dengan keluarga mereka. Tindakan itu disampaikan tentara yang berbicara dengan Haaretz dan Breaking the Silence bahwa mereka ialah warga sipil yang tidak menimbulkan ancaman militer dan ditahan hanya untuk operasi pembersihan tersebut.
Rekaman warga sipil Palestina, termasuk beberapa orang berseragam IDF, dikirim ke gedung-gedung yang hancur diperoleh Al Jazeera dan disiarkan pada Juli. Breaking the Silence mengatakan pihaknya telah mendengar laporan mengenai warga sipil yang digunakan sebagai tameng manusia sejak tahap awal perang di Gaza.
Baca juga : PBB Kutuk Israel Bunuh Warga di Sekolah Penampungan Gaza
Awalnya mereka mengira itu ialah salah satu komandan yang bertindak secara illegal. Namun kesaksian mulai berdatangan dari tentara yang ditempatkan di seluruh wilayah.
"Kami mendengarnya dari unit berbeda, bertempur di waktu berbeda, dan tempat berbeda di Gaza," kata Weiman. "Kemudian kami memahami bahwa ini sesuatu yang jauh lebih luas atau bahkan, bisa saya katakan protokol di IDF," ujarnya.
Seorang tentara diberi tahu bahwa warga sipil Palestina digunakan untuk menggantikan unit anjing yang mencari bahan peledak karena terlalu banyak anjing yang mati. "Banyak tentara yang menyuarakan keprihatinan tentang praktik yang ilegal menurut hukum internasional dan Israel," kata Weiman.
Baca juga : Menteri Israel Ingin Blokade Bantuan Gaza, Menteri Belgia: Kejahatan Perang
Di Israel pada 2005, Mahkamah Agung melarang penggunaan warga Palestina sebagai tameng manusia sebagai tanggapan atas petisi yang menentang prosedur bertetangga yang diterapkan militer di Tepi Barat. Petisi terkait tentara memaksa warga sipil untuk mendahului mereka ketika menggerebek rumah-rumah di sana.
Haaretz juga melaporkan perdebatan sengit, termasuk teriakan, antara tentara dan komandan yang memerintahkan penggunaan tameng manusia. "Kebanyakan dari mereka menyadari ada insiden bermasalah di sini dan sulit bagi mereka untuk memprosesnya," kata salah satu sumber.
IDF mengatakan bahwa penggunaan tameng manusia dilarang. Perintah telah diklarifikasi kepada pasukan di lapangan dan tuduhan yang dilaporkan oleh Haaretz akan ditinjau.
"Perintah dan arahan IDF melarang penggunaan warga sipil Gaza yang ditangkap di lapangan untuk misi militer yang membahayakan mereka," kata seorang juru bicara.
Laporan mengenai penggunaan tameng manusia sipil oleh Pasukan Pertahanan Israel muncul setelah militer Israel berulang kali membenarkan serangan terhadap sasaran sipil, termasuk sekolah dan rumah sakit, dengan menuduh Hamas menggunakannya dan menggunakan orang-orang di dalamnya sebagai perisai manusia.
"Bagaimana kita bisa mengatakan hal seperti itu setelah kita menjadikan warga Palestina sebagai tameng manusia?" pungkas Weiman. (Theguardian/Z-2)
Israel menutup Masjid Al-Aqsa untuk hari ketiga di tengah Ramadan 2026 pasca-perang dengan Iran. Warga Palestina peringatkan perubahan status quo permanen.
Pasukan Indonesia akan dikerahkan ke Jalur Gaza mulai April 2026 sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional. Simak detail penempatannya di sini.
Wamenlu Arab Saudi Waleed Elkhereiji dalam pertemuan OKI di Jeddah tegaskan dukungan Solusi Dua Negara dan apresiasi peran AS untuk perdamaian Palestina.
Dubes Rusia Sergei Tolchenov hormati keputusan Presiden Prabowo gabung Board of Peace (BoP) Gaza, namun ungkap alasan Rusia tak ikut serta. Cek faktanya.
Serangan brutal pemukim ilegal Israel di desa Susya, Hebron, hanguskan rumah dan kendaraan warga Palestina di tengah bulan Ramadan. Simak kronologinya.
Menlu RI Sugiono tegaskan kesiapan Indonesia pimpin Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) dan kirim 8.000 prajurit TNI untuk perdamaian Palestina.
Otoritas Israel batalkan salat Jumat di Masjid Al-Aqsa dengan dalih konflik Iran. Imam Besar Al-Aqsa mengecam penutupan yang dianggap tidak berdasar tersebut.
Di tengah gempuran rudal AS dan Israel yang menewaskan 1.000 orang lebih, warga Iran kini berjuang hidup di zona perang. Otoritas Teheran memutus internet global hingga di bawah 1%.
Kim Jong Un nyatakan Korea Utara siap pasok rudal ke Iran dan klaim mampu lenyapkan Israel. Simak detail uji coba kapal perusak baru Choe Hyon dan kemajuan nuklirnya
Ia mencontohkan sejumlah pertanyaan mendasar yang belum terjawab, seperti mekanisme pelucutan senjata hingga siapa yang akan menjalankan operasi tersebut di lapangan.
Stasiun televisi Press TV Iran melaporkan pada Kamis (5/3) pagi bahwa militer menargetkan pasukan separatis anti-Iran itu, tanpa menyebutkan lokasi serangan tersebut.
PM Spanyol Pedro Sanchez tegaskan tidak akan terlibat serangan ke Iran dan melarang penggunaan pangkalan militer oleh AS meski diancam embargo perdagangan oleh Trump.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved