Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PASUKAN Israel melanjutkan operasi perang di dekat Kota Khan Younis di Gaza Selatan. Bombardir Israel dilakukan di tengah dorongan internasional untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata dan mencegah konflik regional yang lebih luas dengan Iran dan proksinya.
Petugas medis Palestina mengatakan serangan militer Israel di beberapa wilayah Khan Younis menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai beberapa lainnya.
Sementara itu, semakin banyak warga Palestina yang keluar dari wilayah yang terancam akibat perintah evakuasi baru. Israel mendesak masyarakat untuk membersihkan wilayah tersebut.
Baca juga : Khan Younis dalam Krisis karena Israel Hancurkan Sumber Air
Ketika pertempuran berlanjut di beberapa wilayah Gaza, Hamas bereaksi skeptis terhadap putaran terakhir perundingan yang ditengahi Mesir dan Qatar yang dijadwalkan pada 15 Agustus mendatang. Namun, pihaknya tidak melihat tanda-tanda pergerakan dari pihak Israel.
Kelompok tersebut mengatakan bahwa mediator harus memaksa Israel untuk menerima proposal gencatan senjata berdasarkan ide-ide Presiden AS Joe Biden, yang telah diterima Hamas, daripada melanjutkan putaran perundingan lebih lanjut atau proposal baru yang akan menutupi tindakan pendudukan agresi.
Dua sumber yang dekat dengan Hamas mengatakan bahwa kelompok tersebut yakin bahwa seruan baru untuk melakukan perundingan telah dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Israel untuk menghalangi tanggapan dari Iran dan Hizbullah terhadap pembunuhan ketua kelompok tersebut Ismail Haniyeh di Teheran dan seorang pemimpin penting Hizbullah di Libanon.
Baca juga : Pembantaian oleh Israel Hampir Menyentuh 40 Ribu Nyawa
“Itu adalah penolakan ringan yang bisa Anda katakan. Jika Hamas menerima rencana yang bisa dilaksanakan, dan tanggapan positif Israel terhadap usulan yang diterimanya, segalanya bisa berubah. Namun sejauh ini Hamas yakin Netanyahu tidak serius untuk mencapai kesepakatan,” kata seorang pejabat Palestina yang dekat dengan upaya mediasi tersebut, merujuk pada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Reaksi Hamas terhadap perundingan tersebut terjadi ketika persiapan untuk konfrontasi skala besar semakin meningkat. Washington memerintahkan kapal selam berpeluru kendali ke Timur Tengah dan kelompok penyerang Abraham Lincoln mempercepat penempatannya ke wilayah tersebut.
Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan kepada Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin bahwa Iran sedang melakukan persiapan untuk serangan militer skala besar terhadap Israel, Barack Ravid, seorang reporter Axios News, melaporkan di Twitter.
Baca juga : Kini Israel Jajah Hampir Seluruh Wilayah Gaza
Israel telah memperkirakan akan terjadi serangan besar sejak Juli lalu, ketika serangan rudal menewaskan 12 anak muda di Tepi Barat yang diduduki Israel dan Israel membalasnya dengan membunuh seorang komandan senior Hizbullah di Beirut.
Sehari setelah operasi itu, Haniyeh, pemimpin politik Hamas dibunuh di Teheran, sehingga Iran berjanji akan membalas Israel.
Potensi eskalasi ini menggarisbawahi seberapa jauh Timur Tengah telah dilanda kekacauan akibat perang di Gaza, yang kini memasuki bulan ke-11.
Baca juga : PBB Kecam Israel yang Blokade Akses ke Gaza
Serangan yang dipimpin Hamas terhadap komunitas Israel di sekitar Gaza menyebabkan sekitar 1.200 orang tewas, dan lebih dari 250 orang ditawan di Gaza, dalam salah satu pukulan paling dahsyat terhadap Israel dalam sejarahnya.
Sebagai tanggapan, pasukan Israel telah meratakan Gaza, membuat sebagian besar penduduk mengungsi dan membunuh sekitar 40 ribu orang, dalam perang yang menimbulkan kengerian di seluruh dunia.
Pada 10 Agustus, sejumlah orang tewas dalam serangan Israel terhadap sebuah gedung sekolah di Kota Gaza yang menurut militer menargetkan pejuang dari sayap bersenjata Hamas dan Jihad Islam.
Pejabat kesehatan Gaza mengatakan sebagian besar korban jiwa adalah warga sipil, namun Israel mengatakan setidaknya sepertiganya adalah pejuang. (I-2)
Tiongkok mengecam keras serangan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Laporan media menyebut Amerika Serikat dan Israel menyepakati waktu serangan ke Iran sepekan sebelum perundingan nuklir di Jenewa.
Eskalasi konflik ini langsung menarik perhatian dunia akan gangguan rantai pasok logistik global yang bisa menekan ekonomi banyak negara.
Analis pasar modal Hendra Wardana memperingatkan IHSG berpotensi melemah pekan depan akibat eskalasi konflik Iran, AS, dan Israel.
Dino mengkritik serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran serta menilai wacana mediasi Presiden Prabowo Subianto tidak realistis. Ia mendorong Indonesia bersikap tegas.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani menyatakan Majelis Ahli segera memulai proses pemilihan Pemimpin Tertinggi baru usai wafatnya Ali Khamenei.
ISRAEL menutup seluruh penyeberangan di Tepi Barat dan Gaza mulai Minggu (1/3) hingga waktu yang belum ditentukan, menyusul operasi militer gabungan dengan AS terhadap Iran.
Baznas terus menyalurkan bantuan bagi masyarakat Gaza, Palestina yang tengah menjalankan ibadah puasa di tengah krisis kemanusiaan. Bantuan tersebut berupa 1.314 paket hidangan berbuka.
Pemerintah Indonesia memfinalisasi teknis pengerahan pasukan ke Gaza melalui ISF. Kelompok pertama diperkirakan berangkat awal April.
Laporan CPJ 2025: Israel catat rekor pembunuh jurnalis terbanyak dengan 84 korban. Tahun 2025 jadi tahun paling mematikan bagi pers global dengan total 129 kematian.
Raja Yordania Abdullah II menyopiri Presiden Prabowo dari Istana Basman ke Lanud Marka, diiringi atraksi flypast F16, usai pertemuan bilateral yang membahas isu Palestina di Amman, Yordania.
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan rencana pengiriman TNI ke Gaza merupakan misi kemanusiaan di bawah mandat PBB, bukan keterlibatan Indonesia dalam konflik bersenjata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved