Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Luar Negeri RI menyatakan bahwa jenazah dari WNI yang menjadi korban jiwa dalam kebakaran pada 5 Agustus di tengah demonstrasi antipemerintah di Bangladesh dapat dipulangkan ke Tanah Air paling awal pekan depan.
Direktur Pelindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu RI Judha Nugraha menjelaskan bahwa pihaknya dan KBRI Dhaka terus berupaya memastikan kelancaran repatriasi jenazah WNI yang berinisial DU (50) tersebut. Ia menambahkan jenazah WNI tersebut dimandikan dan disalatkan pada Jumat ini.
"Jika memungkinkan, kami akan memulangkan jenazah secepatnya, insya Allah, pada Senin atau Selasa pekan depan," kata Judha dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (9/8).
Baca juga : Kemenlu RI Pantau Kasus Penikaman WNI di Philadelphia AS
Ia mengatakan proses repatriasi jenazah DU saat ini masih tertahan kewajiban menyelesaikan administrasi dengan pihak kepolisian yang masih berfokus memulihkan keamanan publik.
Pemulangan jenazah juga terkendala belum pulihnya operasional rumah sakit tempat almarhum tersebut dievakuasi akibat kerusuhan.
Sementara itu, Judha mengatakan bahwa KBRI Dhaka memastikan situasi di Bangladesh terpantau berangsur membaik, khususnya usai Perdana Menteri Sheikh Hasina mengundurkan diri pada 5 Agustus--yang menjadi tuntutan utama para pengunjuk rasa--dan melarikan diri dari Bangladesh.
Baca juga : Seorang WNI Tewas Jadi Korban Kerusuhan di Bangladesh
Selain WNI yang meninggal akibat insiden di kota Jashore, semua WNI yang tercatat menetap di Bangladesh dilaporkan dalam keadaan baik dan aman.
Meski demikian, KBRI Dhaka tetap meminta WNI yang masih berada di Bangladesh senantiasa waspada atas keamanan pribadi dan menghindari kerumunan massa di tempat umum. KBRI Dhaka pun tetap menyiagakan lokasi aman (safe house) yang dapat dituju WNI saat situasi kembali memburuk atau apabila diperlukan.
Diberitakan sebelumnya, seorang WNI meninggal dunia karena terjebak di hotel yang ia tempati di kota Jashore, Bangladesh barat laut, pada Senin (5/8). "DU meninggal dunia akibat menghirup terlalu banyak asap karena hotel tempat almarhum menginap terbakar di tengah-tengah kerusuhan," demikian menurut pernyataan Kemenlu RI pada Selasa (6/8). (Ant/Z-2)
Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa KJRI Jeddah turut memfasilitasi pemulangan satu WNI dengan kondisi lumpuh akibat sakit ke Indonesia.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yaounde disebut terus melakukan pemantauan dan melaporkan perkembangan secara berkala.
WNI tersebut saat ini ditempatkan di fasilitas penahanan khusus anak atau remaja, mengingat yang bersangkutan masih di bawah umur.
Konflik AS-Venezuela tidak hanya mengguncang stabilitas internal Venezuela, tetapi juga memunculkan kekhawatiran luas terkait berbagai hal, termasuk keselamatan WNI di sana.
Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh AS memicu krisis geopolitik. DPR RI menegaskan keselamatan WNI di Venezuela harus jadi prioritas utama.
Kemenlu RI belum menerima informasi resmi yang mengonfirmasi adanya WNI yang terdampak dalam peristiwa tersebut.
Gelombang dingin ekstrem di Bangladesh tewaskan 49 orang sejak November. ISPA dan diare menjadi penyebab utama, dengan korban terbanyak anak-anak di wilayah Utara.
LAPORAN terbaru PBB menempatkan Jakarta sebagai kota terbesar di dunia dengan populasi 41,9 juta jiwa.
Bangladesh mengirimkan surat resmi ke India, Jumat (21/11), agar menyerahkan Sheikh Hasina, 78, dan mantan Menteri Dalam Negeri Asaduzzaman Khan Kamal, yang juga dijatuhi hukuman mati.
Gempa bermagnitudo 5,7 mengguncang Bangladesh pada Jumat (21/11). Peristiwa itu menewaskan 10 orang dan melukai lebih dari 350 orang di berbagai wilayah.
Mantan PM Bangladesh Sheikh Hasina divonis mati terkait pembunuhan ratusan demonstran.
SEORANG mantan pejabat tinggi Bangladesh melontarkan tuduhan serius terhadap keluarga Clinton dan lembaga pemerintah AS atas jatuhnya Sheikh Hasina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved