Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH hampir dua bulan dalam penyanderaan, empat Anak Buah Kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang diculik perompak di perairan Gabon, Afrika Tengah, akhirnya berhasil dibebaskan. Operasi pembebasan ini merupakan hasil koordinasi ketat TNI melalui Atase Pertahanan (Athan) RI di Abuja bersama otoritas terkait.
Kabidpeninter Puspen TNI, Letkol Inf Dedi Akhiruddin mengonfirmasi bahwa keempat WNI tersebut telah dibebaskan pada Kamis (5/3/2026) pukul 22.05 waktu setempat dan telah tiba dengan selamat di Lagos, Nigeria, pada Jumat (6/3/2026).
“Keempat ABK WNI tersebut adalah Abdul Ajis, Aditia Permana, Mohamad Fardan Mubarok, dan Eka Trenggana. Saat ini mereka sudah berada di Lagos untuk proses pemulihan,” ujar Dedi melalui keterangan tertulis, Jumat (6/3).
Adapun, Keempat WNI tersebut sebelumnya menjadi korban penculikan kelompok perompak saat sedang bertugas di lepas pantai Gabon pada 11 Januari 2026 lalu. Upaya pembebasan dilakukan melalui proses negosiasi yang cukup panjang dan alot dengan pihak pembajak.
Kesepakatan pembebasan akhirnya tercapai pada 3 Maret 2026. Dalam operasi tersebut, total sembilan orang berhasil dibebaskan, termasuk empat warga negara Indonesia.
Dedi mengatakan keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi diplomasi militer dan instansi internasional. TNI melalui Athan RI di Abuja bekerja sama secara intensif dengan KBRI Abuja, Kedutaan Besar Tiongkok di Gabon, Perusahaan IB Fish, serta komunitas internasional di Lagos.
“Pembebasan ini adalah hasil koordinasi dan komunikasi yang efektif antara berbagai pihak, termasuk dukungan dari Athan Tiongkok dan Ketua Komunitas Tiongkok di Lagos,” tambah Dedi.
Dedi menjelaskan fokus utama saat ini adalah memastikan kondisi fisik dan psikologis para korban. Keempat WNI sementara waktu ditempatkan di fasilitas penampungan yang aman di Lagos, Nigeria.
“Para ABK sedang melaksanakan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh guna memastikan kondisi fisik mereka tetap stabil pasca-penyanderaan. Langkah selanjutnya adalah proses repatriasi atau pemulangan ke tanah air setelah seluruh administrasi dan pemeriksaan medis selesai,” pungkasnya. (Z-10)
KEMENTERIAN Luar Negeri atau Kemlu RI mulai melaksanakan evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Iran secara bertahap menyusul eskalasi ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah.
PULUHAN WNI yang mengikuti tur ziarah dilaporkan tertahan di Amman, Yordania, akibat penutupan ruang udara di kawasan tersebut, minta evakuasi pembatalan penerbangan
AMERIKA Serikat dan Israel menyerang Iran, negara di Timur Tengah. Turki yang berbatasan langsung dengan timur tengah mendorong diplomasi, WNI diminta waspada
Eskalasi konflik Timur Tengah yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat semakin meluas dan berdampak pada sejumlah negara Teluk.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan sebanyak 15 warga negara Indonesia (WNI) di Teheran, Iran, menyatakan kesiapan untuk dievakuasi menyusul memanasnya konflik Timur Tengah.
Penetapan tersangka terhadap kedua mahasiswa tersebut juga disertai alat bukti yang cukup, seperti rekaman video yang viral
Militer Pakistan berhasil membebaskan lebih dari 300 sandera dari kereta yang dibajak kelompok militan Baloch Liberation Army (BLA) di Balochistan.
POLISI membeberkan kronologi lengkap penyanderaan bocah perempuan 5 tahun di Pos Polisi (Pospol), Pejaten, Jakarta Selatan. Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.
POLISI mengungkap korban penyanderaan di Pejaten, Jakarta Selatan jugs sempat dicabuli pelaku, Indra Jaya, 54.
POLISI mengungkap motif penyanderaan bocah perempuan di Pos Polisi (Pospol) Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pelaku berinisial IJ, 54 menyandera bocah 4 tahun itu sebagai tameng
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved