Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN Warga Negara Indonesia (WNI) yang mengikuti tur ziarah dilaporkan tertahan di Amman, Yordania, akibat penutupan ruang udara di kawasan tersebut. Mereka sempat meminta bantuan evakuasi setelah mengalami pembatalan penerbangan untuk kembali ke Indonesia.
Menanggapi beredarnya informasi bahwa perwakilan RI tidak merespons permintaan bantuan tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia atau KBRI Amman menegaskan bahwa kabar itu tidak benar. Pihak yang mengunggah informasi tersebut juga telah menyampaikan permohonan maaf karena mengaku mencoba berbagai cara secara paralel untuk mencari bantuan.
KBRI Amman menjelaskan bahwa komunikasi dengan rombongan wisatawan rohani tersebut sebenarnya sudah berlangsung sejak awal pekan.
"KBRI Amman pada Senin (2/3) sore, telah menerima komunikasi dengan salah satu rombongan tersebut. Mereka sampaikan bahwa mereka sedang dalam perjalanan pulang dari Petra ke Amman dan akan terbang dengan Etihad (rute Amman - Jakarta) tanggal 4 Maret 2026," demikian penjelasan resmi KBRI pada Kamis (5/3)
Dalam komunikasi tersebut, rombongan menyampaikan kekhawatiran mengenai kepulangan mereka karena banyaknya penerbangan yang dibatalkan di kawasan Timur Tengah.
Menanggapi hal itu, KBRI Amman segera memberikan respons dan menawarkan sejumlah opsi penerbangan alternatif. Opsi yang sama juga sebelumnya disampaikan kepada rombongan wisatawan rohani lain yang menghubungi perwakilan RI di Yordania.
Namun pada Selasa (3/3), rombongan tersebut kembali menghubungi KBRI setelah penerbangan mereka dengan maskapai Emirates dibatalkan. Mereka mengaku kesulitan mendapatkan penerbangan alternatif seperti yang disarankan sebelumnya.
Dalam komunikasi tersebut, rombongan juga meminta pemerintah Indonesia melakukan evakuasi serta menanyakan kemungkinan penyediaan pesawat charter dari Yordania.
KBRI Amman kemudian menjelaskan bahwa saat ini belum ada rencana evakuasi bagi WNI wisatawan yang tertahan di Amman.
"KBRI telah sampaikan bahwa saat ini belum ada rencana evakuasi WNI wisatawan yang stranded di Amman," jelas pihak perwakilan RI.
Selain memberikan informasi terkait opsi perjalanan, KBRI juga menanyakan kondisi kesehatan para anggota rombongan dan menyatakan siap membantu jika mereka membutuhkan obat-obatan.
Sejauh ini, KBRI Amman terus memantau situasi para WNI yang tertahan di Yordania dan aktif menjalin komunikasi dengan mereka. Tercatat sebanyak 27 WNI wisatawan rohani dari rombongan berbeda telah berhasil meninggalkan Yordania menggunakan penerbangan alternatif melalui Kairo, Mesir.
Sebagai tindak lanjut, KBRI juga menyatakan akan membantu memenuhi kebutuhan dasar para wisatawan yang masih tertahan di Amman.
"KBRI hari ini akan menindaklanjuti permintaan bantuan obat-obatan dari rombongan wisatawan tersebut," kata pihak kedutaan.
Selain itu, KBRI Amman masih berupaya mencari informasi mengenai ketersediaan pesawat charter sesuai permintaan rombongan.
Bahkan, berdasarkan komunikasi terakhir dengan para wisatawan pada malam sebelumnya, KBRI juga menyiapkan bantuan logistik berupa makanan.
"Sesuai hasil komunikasi dengan mereka tadi malam, KBRI tengah menyiapkan konsumsi (menu khas Indonesia) dan akan mengirimkannya kepada mereka sore ini," demikian pernyataan KBRI Amman. (H-4)
KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemenlu) RI tengah mengawal ketat kasus hukum seorang anak Indonesia karena diduga terlibatĀ dalam aktivitas yang mendukung gerakan ISIS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved