Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Inggris akan mengadakan pertemuan darurat pada Senin (5/8), setelah lebih dari 150 orang ditangkap. Mereka ditahan selama kekacauan yang disertai kekerasan di kota-kota di Inggris selama akhir pekan.
Hal ini terjadi setelah Perdana Menteri (PM) Sir Keir Starmer mengutuk serangan terhadap sebuah hotel yang menampung pencari suaka di Rotherham. Dia berjanji mereka yang terlibat dalam kerusuhan akan menghadapi kekuatan hukum.
Polisi menanggapi kejadian kekerasan di Tamworth, Middlesbrough, Bolton, Hull, dan Weymouth, serta wilayah lain di Inggris. Pertemuan Cobra, atau pertemuan Cobr sebagaimana sering disebut, dinamai berdasarkan Ruang Pengarahan Kantor Kabinet A di Whitehall.
Baca juga : 90 Orang Ditangkap Selama Demonstrasi Meluas di Inggris
Itu adalah komite tanggap darurat, suatu pertemuan para menteri, pegawai negeri, polisi, perwira intelijen dan pihak lain yang sesuai dengan apa yang sedang mereka selidiki. Rapat komite darurat ini akan ditujukan untuk memberikan informasi terkini kepada pemerintah tentang kekerasan selama akhir pekan dan tanggapan dalam beberapa hari mendatang.
Rapat ini akan melibatkan menteri terkait dan perwakilan polisi.
Sumber-sumber menyatakan hal ini harus dilihat dalam konteks pertemuan-pertemuan yang telah terjadi, seperti pertemuan antara Starmer, kepala polisi Kamis lalu, dan pertemuan menteri senior pada Sabtu (3/8).
Dalam pidato perdana menteri yang disiarkan televisi pada hari Minggu, ia memperingatkan mereka yang terlibat bahwa mereka akan menyesal mengambil bagian. "Masyarakat di negara ini memiliki hak untuk merasa aman, namun kami telah melihat komunitas Muslim menjadi sasaran, serangan terhadap masjid," kata Starmer, dilansir dari BBC, Senin (5/8).
Baca juga : Disulut Hoaks, Demonstrasi Meluas di Inggris
Menteri Dalam Negeri Yvette Cooper menyebut penggerebekan sebuah hotel pencari suaka sangat mengerikan dan mengatakan polisi mendapat dukungan pemerintah untuk mengambil tindakan paling keras. Di hotel kedua di Tamworth, Staffordshire, petugas mengatakan mereka harus menghadapi tindakan kekerasan premanisme.
"Seorang petugas terluka di lokasi kejadian ketika orang-orang melemparkan rudal, memecahkan jendela, dan memulai kebakaran," kata Kepolisian Staffordshire.
Sementara itu, sekelompok perusuh di Middlesbrough memecahkan jendela rumah dan mobil serta melemparkan benda-benda ke arah petugas. Di Dorset, 600 orang dari pihak yang berseberangan berkumpul di tepi laut di Weymouth. Petugas mengatakan telah terjadi "sejumlah kecil insiden tingkat rendah", dengan seorang pria ditangkap karena pelanggaran ketertiban umum.
Baca juga : Petugas Polisi Inggris Terekam Menendang Pria di Bandara
Unjuk rasa yang berlangsung sejak Jumat (2/8) ini disebabkan hoaks atau misinformasi soal latar belakang pelaku pembunuhan tiga gadis muda di Merseyside pada Senin (29/7).
Pelaku serangan di sebuah kelas dansa anak-anak di Southport itu disebut-sebut seorang imigran dan muslim. Padahal semua informasi tersebut palsu dengan polisi mengatakan tersangka kasus tersebut bernama Axel Rudakubana, 17, lahir di Cardiff, Wales.
Sekitar seribu pengunjuk rasa antiimigrasi, beberapa di antaranya meneriakkan hinaan Islamofobia, dihadang oleh pengunjuk rasa tandingan. Beberapa ratus demonstran antifasis berkumpul di dekat stasiun Lime Street di Liverpool pada jam makan siang, menyerukan persatuan dan toleransi, meneriakkan “pengungsi diterima di sini” dan “sampah Nazi, keluar dari jalanan kami,”.
<i>BBC<p> telah mengidentifikasi setidaknya 30 demonstrasi sedang direncanakan oleh aktivis sayap kanan di seluruh Inggris selama akhir pekan, termasuk di Southport. Sebanyak 70 jaksa tambahan bersiaga akhir pekan ini untuk menuntut orang-orang yang ditangkap atas gangguan keamanan dan kekerasan. (I-2)
Menpora menyatakan dukungannya terhadap langkah FPTI yang mendampingi serta memfasilitasi lima atletnya.
Perkara yang diduga terjadi di pelatnas itu telah masuk ke ranah hukum setelah sejumlah atlet secara resmi melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Seorang mahasiswa UIN Suska Riau dibacok sesama rekan menggunakan kapak saat menunggu sidang proposal. Simak kronologi dan dugaan motif asmaranya.
Papua Connection menyerukan penghentian kekerasan bersenjata di Tanah Papua, khususnya yang menyasar warga sipil, guru, dan tenaga kesehatan.
Insiden viral pengeroyokan guru oleh wali murid di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menjadi alarm keras darurat kekerasan di dunia pendidikan Indonesia.
Meta sebagai pemilik platform dianggap tidak berusaha untuk melakukan moderasi konten.
Pengamat politik Ujang Komarudin menilai langkah cepat Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya dalam meluruskan hoaks dan disinformasi sebagai respons krusial untuk menjaga kepercayaan publik.
Polisi meluruskan kabar viral pengamen membawa mayat di Tambora, Jakarta Barat. Karung tersebut dipastikan berisi seekor biawak.
UU ITE 2024 tidak menghapus sanksi pidana bagi penyebar hoaks dan ujaran kebencian. Regulasi baru justru memperjelas batasan jenis kebohongan digital
Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya selidiki laporan Partai Demokrat terkait hoaks yang menyeret SBY. Empat akun medsos dipolisikan atas fitnah korupsi dan status tersangka.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya hoaks cuaca di puncak musim hujan Desember-Februari, termasuk isu Squall Line.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved