Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH melalui Kementerian Luar Negeri mengimbau masyarakat tidak bepergian ke tiga negara ini, Libanon, Iran, dan Israel. Alasannya supaya tidak terdampak situasi keamanan yang berpotensi memburuk.
“Mencermati perkembangan kawasan Timur Tengah akhir-akhir ini, demi keselamatan dan keamanan, kami mengimbau kepada Warga Negara Indonesia (WNI) untuk sementara waktu tidak melakukan perjalanan ke Lebanon, Iran dan Israel, sampai kondisi keamanan membaik,” ungkap pernyataan resmi kementerian tersebut, Minggu (4/8).
Kementerian itu juga mengimbau kepada para warga negara Indonesia (WNI) yang berada di tiga wilayah tersebut untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Termasuk pula mengikuti langkah-langkah kontingensi yang diarahkan oleh perwakilan RI.
Baca juga : Kedubes Iran: Pembunuhan Haniyeh Bukti Lain Sifat Teroris Israel
Khusus bagi WNI di wilayah Lebanon diimbau untuk dapat segera meninggalkan wilayah Libanon. Bagi WNI yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi hotline KBRI Beirut +961 7 0817 310, KBRI Tehran +989 0 2466 8889, KBRI Amman +962 7 7915 0407, dan Direktorat Pelindungan WNI +62 812 9007 0027.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri menjelaskan pihaknya tengah memonitor dari dekat situasi keamanan di Libanon, termasuk kemungkinan terjadinya eskalasi konflik bersenjata.
KBRI Beirut juga telah memperbaharui imbauan kepada para WNI di Libanon. Para WNI diminta meningkatkan kewaspadaan, mempertimbangkan keluar wilayah Lebanon mengingat penerbangan komersial masih beroperasi.
Berdasarkan data lapor diri KBRI Beirut, terdapat 203 WNI yang menetap di Lebanon serta sekitar 1.232 personil TNI yang bertugas di UNIFIL. Hingga saat ini mereka dalam keadaan baik, tenang dan selamat.
Terdapat 14 WNI yang menetap di wilayah Libanon Selatan dan mereka memutuskan untuk tetap tinggal di rumah masing masing karena merasa situasi masih relatif aman. (I-2)
AMERIKA Serikat menetapkan organisasi Ikhwanul Muslimin di Mesir, Libanon, dan Yordania sebagai kelompok teroris. Maklum, organisasi itu sudah lama menjadi musuh Israel.
Militer Israel mengklaim serangannya menewaskan tiga anggota Hizbullah.
Presiden Libanon Joseph Aoun menegaskan komitmen pemerintah untuk mengutamakan perdamaian sekaligus menata ulang keamanan domestik.
Militer Israel kembali melancarkan serangan udara di Libanon selatan kurang dari sehari setelah pembicaraan langsung pertama.
Pertemuan yang berlangsung di markas UNIFIL menjadi babak baru dari mekanisme pemantauan gencatan senjata setahun terakhir di tengah perang Israel-Hizbullah.
PAUS Leo XIV menyerukan diakhiri perang antara Israel dan Hizbullah di Libanon, kemarin.
Donald Trump kembali mengeraskan sikap terhadap Iran.Trump menyebut pergantian rezim di Teheran sebagai solusi terbaik
Presiden Donald Trump mengancam akan mengerahkan kekuatan militer besar jika negosiasi nuklir dengan Iran gagal. AS kirim kapal induk ke Timur Tengah.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memperingatkan Iran soal konsekuensi sangat traumatis jika gagal mencapai kesepakatan nuklir.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Teheran tak akan tunduk pada tuntutan berlebihan AS terkait program nuklir, di tengah negosiasi dan meningkatnya ketegangan kawasan.
Iran peringati 47 tahun Revolusi Islam 1979. Presiden Pezeshkian tegaskan menolak agresi AS, namun tetap siap dialog dan verifikasi program nuklir damai.
Presiden Donald Trump menyatakan Iran ingin membuat kesepakatan nuklir baru. Ia memperingatkan Teheran akan "bodoh" jika menolak tawaran tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved