Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PUTARAN terbaru dari kampanye balon Korea Utara melibatkan sekitar 500 balon yang membawa kertas bekas dan lembaran plastik, termasuk yang jatuh di kompleks kantor kepresidenan di ibu kota, kata militer Korea Selatan, Kamis.
Dalam apa yang menandai yang kedua dari jenisnya hanya dalam minggu ini, Korea Utara meluncurkan balon-balon sampah tersebut pada hari sebelumnya. Sementara militer Korea Selatan memutar siaran anti-Pyongyang secara penuh melalui pengeras suara perbatasan sebagai respons terhadap peluncuran balon yang berulang.
Sekitar 480 balon jatuh terutama di Seoul dan daerah utara provinsi Gyeonggi yang berdekatan, kata Kepala Staf Gabungan, sementara analisis objek yang jatuh menunjukkan bahwa balon-balon tersebut tidak menimbulkan bahaya. Hingga pukul 8 pagi, belum ada balon yang terdeteksi mengapung di udara, tambahnya.
Baca juga : Balon Berisi Sampah dari Korea Utara Terdeteksi Menggandung Parasit
Peluncuran pada Rabu terjadi hanya tiga hari setelah Korea Utara mengirim sekitar 500 balon serupa, Minggu, sebagai bagian dari kampanye balon yang dimulai pada akhir Mei sebagai balasan terhadap selebaran anti-Pyongyang yang dikirim oleh pembelot Korea Utara dan aktivis di Selatan.
Sebagai respons, Korea Selatan sempat melakukan siaran propaganda melalui pengeras suara pada 9 Juni untuk pertama kalinya dalam enam tahun sebelum mematikannya dalam upaya mencegah situasi memburuk.
Setelah sebagian melanjutkan operasi pengeras suara pekan lalu, militer telah melakukan siaran propaganda di seluruh garis depan dengan pendekatan yang diperkuat.
Baca juga : Korea Utara Meluncurkan 300 Balon Sampah ke Korea Selatan
Korea Utara marah terhadap kampanye pengeras suara tersebut, serta selebaran anti-Pyongyang yang dikirim oleh aktivis Korea Selatan, karena khawatir bahwa aliran informasi luar dapat menimbulkan ancaman bagi rezim Kim Jong-un.
Pekan lalu, Kim Yo-jong, saudara perempuan berkuasa dari pemimpin Korea Utara, memperingatkan tentang "konsekuensi yang mengerikan dan mahal" akibat kampanye selebaran yang terus berlanjut.
Pada 2014, kedua Korea saling bertukar tembakan senapan mesin di perbatasan setelah Korea Utara tampaknya mencoba menembak jatuh balon yang membawa selebaran propaganda yang mengkritik Korea Utara. (Yonhap/Z-3)
Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol dijatuhi hukuman 5 tahun penjara.
Di drakor ini, Kim Seon-ho memerankan karakter bernama Joo Ho-jin. Ho-jin merupakan penerjemah multibahasa yang ditugaskan sebagai penerjemah untuk bintang top Cha Mu-hee (Go Youn-jung).
Pengadilan Seoul akan membacakan vonis terhadap mantan Presiden Yoon Suk Yeol atas tuduhan menghalangi penyidikan terkait deklarasi darurat militer 2024.
Korea Selatan dilanda tren "Dubai Chewy Cookie". Terinspirasi dari cokelat viral Dubai, hidangan penutup ini laku keras berkat pengaruh K-Pop dan visual yang menggoda.
Jaksa khusus menuntut hukuman mati bagi mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol terkait upaya pemberontakan melalui deklarasi darurat militer yang gagal.
PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) menyalurkan beasiswa senilai Rp100 juta kepada Jakarta Indonesia Korean School (JIKS).
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
Arsyid juga mengimbau pihak RW dan RT pro aktif turut atasi masalah sampah.
Menteri KLH/BPLH Hanif Faisol Nurofiq menginstruksikan penghentian segera operasional insinerator di Kota Bandung yang melampaui baku mutu emisi udara.
Penggunaan insinerator mini tidak dibenarkan.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat upaya pengelolaan sampah dengan tetap memperhatikan norma-norma lingkungan.
Teba Sampah Organik, yang juga dikenal sebagai Teba Modern, merupakan sistem inovatif pengolahan sampah organik di tingkat rumah tangga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved