Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
KANTOR Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) melaporkan secara total, 521 orang, termasuk lebih dari 126 anak-anak, telah terbunuh di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki sejak 7 Oktober.
“Sebagian besar pembunuhan terjadi selama serangan militer Israel terhadap kamp-kamp pengungsi Palestina, kota kecil, desa dan kota besar,” kata OCHA dilansir Al Jazeera, Kamis (13/6).
Dua kota di Palestina dan kamp pengungsinya yakni Jenin dan Tulkarem menyumbang 34% dari total korban jiwa yang dibunuh oleh pasukan Israel sejak bulan Oktober.
Baca juga : Pasukan Israel Bunuh Enam Warga Palestina di Tepi Barat
Menurut OCHA, pasukan Israel membunuh 504 warga Palestina selama periode 7 Oktober hingga 10 Juni, sementara pemukim Israel membunuh 10 warga Palestina lainnya, dan tujuh kasus pembunuhan masih belum diketahui apakah pelakunya adalah tentara Israel atau pemukim Israel.
Lebih dari 5.200 warga Palestina juga terluka dalam serangan sejak Oktober, termasuk 800 anak-anak.
Pada periode yang sama, tujuh tentara Israel dan lima pemukim dibunuh oleh warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki. Di Israel, delapan warga Israel tewas sejak Oktober dan empat penyerang Palestina.
Baca juga : Tidak Ada Sanksi, Israel Leluasa Lancarkan Kebiadaban di Palestina
Selain banyaknya korban tewas warga Palestina di Tepi Barat, 183 warga Palestina telah mengungsi dari rumah mereka di wilayah Yerusalem oleh otoritas Israel sejak awal tahun ini.
Sementara itu , Staf OCHA Yasmina Guerda mengatakan lebih dari 300 orang dilaporkan tewas di kamp pengunsian Nuseirat hanya dalam tiga hari, dengan serangan sebelumnya terhadap sekolah PBB oleh pasukan Israel, termasuk dalam jumlah korban tewas.
"Mengerikan, mengerikan, mengerikan. Bisa lihat?" kata Hassan, seorang warga Nuseirat, sambil menunjuk ke bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel dan lokasi di mana rumahnya dulu berdiri.
"Satu-satunya yang saya pikirkan adalah tentang keluarga saya," katanya tentang serangan tersebut.
"Saya bukan Hamas. Saya bukan Fatah. Saya bukan apa-apa. Saya hanya seorang akuntan. Istri saya adalah seorang guru," tambahnya. (Aljazeera/Z-3)
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
ORGANISASI nonpemerintah hak asasi manusia Arab mengajukan permohonan agar Inggris menjatuhkan sanksi terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
SETIDAKNYA 84 tahanan Palestina meninggal di penjara-penjara Israel sejak Oktober 2023 setelah mengalami penyiksaan sistematis.
PARA pemimpin Kristen senior di Jerusalem, Palestina, memperingatkan campur tangan pihak luar yang mengancam masa depan Kekristenan di Tanah Suci, khususnya Zionisme Kristen.
EKSPANSI permukiman ilegal Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat, Palestina, mencapai tingkat tertinggi sepanjang sejarah pada 2025.
PEMERINTAH Spanyol menyebut situasi kemanusiaan di Jalur Gaza sangat mengenaskan serta kembali menegaskan dukungan untuk perdamaian di wilayah tersebut.
Tiga jurnalis Palestina tewas saat bertugas untuk lembaga bantuan Mesir di Gaza.
Lima warga Palestina, termasuk dua anak, tewas setelah serangan udara Israel menghantam tenda pengungsi di al-Mawasi dekat Khan Younis.
Berdasarkan citra satelit, PBB melaporkan bahwa hampir 81% dari seluruh bangunan di Jalur Gaza rusak akibat dua tahun serangan Israel. Bangunan yang hancur total mencapai 123 ribu.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memastikan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza masih berlaku meskipun Israel melancarkan serangan udara.
DELAPAN aktivis asal Jerman yang sebelumnya ditahan pasukan Israel akhirnya tiba kembali di Jerman.
Perang yang menghancurkan di Gaza kini memasuki tahun ketiganya, menjadikannya konflik terpanjang yang pernah dijalani Israel sejak perang 1948, ketika negara itu berdiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved