Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
KEDUTAAN Besar Republik Islam Iran di Jakarta mengeluarkan pernyataan keras terkait eksistensi pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Iran menilai keberadaan instalasi militer tersebut tidak memberikan kontribusi positif bagi stabilitas kawasan, tetapi justru memfasilitasi tindakan agresif terhadap warga sipil.
Dalam pernyataan pers resmi yang dirilis pada 9 Maret 2026, pihak Kedutaan menegaskan bahwa negara-negara di kawasan harus menyadari dampak negatif dari kehadiran militer asing.
Pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah tersebut dituding digunakan untuk mendukung rezim Zionis yang melakukan pembunuhan terhadap anak-anak dan warga tak berdosa.
"Negara-negara kawasan tentu telah menyadari bahwa keberadaan pangkalan militer Amerika di wilayah mereka tidak hanya gagal memberikan kontribusi bagi keamanan kawasan, tetapi justru digunakan untuk mendukung rezim Zionis yang membunuh anak-anak dan agresor Amerika," kata Kedubes Iran.
Serangan tersebut juga telah menyebabkan kesyahidan Ayatollah al-Udzma Seyyed Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, sejumlah pejabat tinggi Republik Islam Iran, lebih dari 175 siswi Sekolah Dasar Syajarat Tayyibah di Kota Minab.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa agresi yang berlangsung sejak 28 Februari 2026 telah menyebabkan dampak kemanusiaan yang sangat besar. Lebih dari 1.300 anak-anak dan warga sipil tak berdosa telah menjadi syahid akibat serangan tersebut.
Selain korban jiwa, kerusakan infrastruktur sipil juga tercatat sangat masif, meliputi 7.943 unit rumah tinggal yang hancur, 65 sekolah dan fasilitas pendidikan menjadi sasaran, serta 32 pusat medis dan farmasi terdampak serangan..
"Lebih dari 1.300 anak-anak dan warga sipil tak berdosa telah menjadi syahid, dan 9.669 target sipil telah dihancurkan, termasuk 7.943 unit rumah tinggal, 1.617 pusat perdagangan dan layanan, 32 pusat medis dan farmasi, 65 sekolah dan fasilitas pendidikan, 13 bangunan Perhimpunan Bulan Sabit Merah, serta sejumlah infrastruktur penyediaan energi."
Meskipun meluncurkan operasi pertahanan sebagai tanggapan atas agresi, Iran menegaskan bahwa tindakan militer mereka hanya ditujukan pada pangkalan dan instalasi militer Amerika Serikat. Operasi ini sama sekali tidak boleh dipandang sebagai bentuk permusuhan terhadap negara-negara tetangga di kawasan.
Republik Islam Iran menyatakan tetap berkomitmen untuk menjaga hubungan persahabatan berdasarkan prinsip saling menghormati dan penghormatan terhadap kedaulatan wilayah masing-masing. Namun, Iran juga menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengambil langkah nyata dalam menghadapi kejahatan yang dinilai telah menempatkan perdamaian dunia pada tingkat bahaya yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pernyataan ini muncul bersamaan dengan penetapan Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin Ketiga Republik Islam Iran, menggantikan syahid Ayatollah al-Udzma Seyyed Ali Hosseini Khamenei. (I-1)
KEDUTAAN Besar Republik Islam Iran di Jakarta memberikan pernyataan resmi terkait terpilihnya Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin Ketiga Republik Islam Iran.
KEDUTAAN Besar (Kedubes) Iran di Jakarta melontarkan kritik tajam terhadap sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu.
KEDUTAAN Besar (Kedubes) Iran di Jakarta menegaskan aparat penegak hukum Teheran memprioritaskan pelindungan terhadap nyawa warga sipil yang berunjuk rasa pada 28 Desember lalu.
Kedubes Iran di Jakarta mengonfirmasi terpilihnya Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran ke-3 di tengah eskalasi konflik Timur Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved