Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Kedubes: Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Mudahkan Zionis Bunuh Anak-anak Iran

Irvan Sihombing
09/3/2026 18:24
Kedubes: Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Mudahkan Zionis Bunuh Anak-anak Iran
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi (kiri) di Jakarta, Senin (2/3/2026).(Antara/Cindy Frishanti)

KEDUTAAN Besar Republik Islam Iran di Jakarta mengeluarkan pernyataan keras terkait eksistensi pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Iran menilai keberadaan instalasi militer tersebut tidak memberikan kontribusi positif bagi stabilitas kawasan, tetapi justru memfasilitasi tindakan agresif terhadap warga sipil.

Dalam pernyataan pers resmi yang dirilis pada 9 Maret 2026, pihak Kedutaan menegaskan bahwa negara-negara di kawasan harus menyadari dampak negatif dari kehadiran militer asing. 

Pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah tersebut dituding digunakan untuk mendukung rezim Zionis yang melakukan pembunuhan terhadap anak-anak dan warga tak berdosa.

"Negara-negara kawasan tentu telah menyadari bahwa keberadaan pangkalan militer Amerika di wilayah mereka tidak hanya gagal memberikan kontribusi bagi keamanan kawasan, tetapi justru digunakan untuk mendukung rezim Zionis yang membunuh anak-anak dan agresor Amerika," kata Kedubes Iran.

Serangan tersebut juga telah menyebabkan kesyahidan Ayatollah al-Udzma Seyyed Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, sejumlah pejabat tinggi Republik Islam Iran, lebih dari 175 siswi Sekolah Dasar Syajarat Tayyibah di Kota Minab. 

Dampak Serangan terhadap Warga Sipil

Laporan terbaru menunjukkan bahwa agresi yang berlangsung sejak 28 Februari 2026 telah menyebabkan dampak kemanusiaan yang sangat besar. Lebih dari 1.300 anak-anak dan warga sipil tak berdosa telah menjadi syahid akibat serangan tersebut.

Selain korban jiwa, kerusakan infrastruktur sipil juga tercatat sangat masif, meliputi 7.943 unit rumah tinggal yang hancur, 65 sekolah dan fasilitas pendidikan menjadi sasaran, serta 32 pusat medis dan farmasi terdampak serangan..

"Lebih dari 1.300 anak-anak dan warga sipil tak berdosa telah menjadi syahid, dan 9.669 target sipil telah dihancurkan, termasuk 7.943 unit rumah tinggal, 1.617 pusat perdagangan dan layanan, 32 pusat medis dan farmasi, 65 sekolah dan fasilitas pendidikan, 13 bangunan Perhimpunan Bulan Sabit Merah, serta sejumlah infrastruktur penyediaan energi."

Komitmen Hubungan Kawasan

Meskipun meluncurkan operasi pertahanan sebagai tanggapan atas agresi, Iran menegaskan bahwa tindakan militer mereka hanya ditujukan pada pangkalan dan instalasi militer Amerika Serikat. Operasi ini sama sekali tidak boleh dipandang sebagai bentuk permusuhan terhadap negara-negara tetangga di kawasan.

Republik Islam Iran menyatakan tetap berkomitmen untuk menjaga hubungan persahabatan berdasarkan prinsip saling menghormati dan penghormatan terhadap kedaulatan wilayah masing-masing. Namun, Iran juga menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengambil langkah nyata dalam menghadapi kejahatan yang dinilai telah menempatkan perdamaian dunia pada tingkat bahaya yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pernyataan ini muncul bersamaan dengan penetapan Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin Ketiga Republik Islam Iran, menggantikan syahid Ayatollah al-Udzma Seyyed Ali Hosseini Khamenei. (I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya