Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KABINET Iran mengadakan sesi darurat, Minggu (19/5), untuk menangani dampak kecelakaan helikopter di barat laut negara tersebut yang melibatkan Presiden Ebrahim Raisi dan anggota senior pemerintahnya.
Wakil Presiden Mohammad Mokhber memimpin sesi tersebut yang bertujuan untuk memobilisasi semua potensi dan kapasitas pemerintah untuk menemukan helikopter Raisi dan rombongannya di wilayah utara provinsi East Azarbaijan Iran.
Mokhber memerintahkan Menteri Kesehatan Bahram Einollahi dan wakil presiden untuk urusan eksekutif Mohsen Mansouri untuk melakukan perjalanan ke wilayah di mana helikopter diyakini jatuh untuk mengawasi operasi pencarian dan penyelamatan di area tersebut.
Pada hari Minggu sebelumnya, Presiden Raisi sedang kembali dari sebuah upacara untuk membuka bendungan di perbatasan Iran dengan Republik Azerbaijan, ketika helikopternya jatuh saat mendarat di wilayah Varzaqan.
Puluhan tim telah dikirim ke wilayah tersebut untuk menemukan lokasi kecelakaan. Operasi pencarian masih berlangsung, tetapi para pejabat mengatakan kondisi cuaca buruk menghambat upaya tersebut. (IRNA/Z-3)
Memang realisme politik Trump untuk menahan kemerosotan AS merupakan preseden yang mengancam tatanan internasional.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengakui ribuan orang tewas dalam aksi protes anti-pemerintah. Ia menuding campur tangan AS dan Donald Trump sebagai pemicu kekerasan.
Presiden Iran Pezeshkian mengeklaim AS & Israel adalah dalang kerusuhan.
Otoritas Iran mengeklaim telah menahan 3.000 orang. Di sisi lain, David Barnea (Mossad) bertemu utusan Donald Trump bahas serangan militer.
Situasi di berbagai kota besar Iran dilaporkan sunyi senyap menyusul tindakan keras mematikan dari otoritas keamanan setempat yang berhasil meredam gelombang protes besar.
Gelombang protes yang mengguncang Iran sejak akhir Desember mencatatkan rekor kelam sebagai kerusuhan paling mematikan dalam sejarah pemerintahan negara tersebut.
Tantangan yang dihadapi kedua negara, Indonesia dan Iran, ialah tidak saling mengenal atau kurangnya pengenalan antarkedua negara.
MASOUD Pezeshkian, mantan dokter bedah jantung berdarah Azerbaijan, terpilih menjadi presiden Iran menggantikan Ebrahim Raisi yang tewas karena kecelakaan helikopter.
MASOUD Pezeshkian seorang politisi dan ahli bedah, baru saja terpilih sebagai Presiden Iran. Dikenal luas di Iran, Pezeshkian membawa pengalaman luas dalam bidang medis dan politik
Pezeshkian, kandidat presiden Iran dari kubu reformis, memenangi putaran kedua pemilu presiden Iran mengalahkan pesaingnya dari kubu garis keras konservatif Saeed Jalili.
Pemerintah Iran telah menyetujui enam kandidat, termasuk Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, bertarung dalam pemilihan presiden pascakematian Presiden Ebrahim Raisi.
Belum ada tanda-tanda perang Hamas-Israel yang telah mencapai bulan kedelapan di mana Iran memainkan peran besar akan segera berakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved