Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Inggris memanggil duta besar Israel, Selasa (2/4), menuntut penjelasan resmi Tel Aviv atas kematian tujuh pekerja badan amal World Central Kitchen (WCK) milik koki Amerika Serikat (AS) Jose Andres di Gaza.
"Israel harus segera menjelaskan bagaimana hal ini terjadi dan melakukan perubahan besar untuk menjamin keselamatan pekerja bantuan di lapangan," kata Menteri Luar Negeri David Cameron.
Selain Inggris, Kanada juga mengutuk serangan udara Israel terhadap pekerja bantuan Gaza tersebut. Menteri Luar Negeri Kanada Melanie Joly menyerukan penyelidikan penuh atas tragedi tersebut.
Baca juga : Pemimpin Dunia Kutuk Serangan Maut Israel terhadap Pekerja Bantuan
“Kanada mengharapkan pertanggungjawaban penuh atas pembunuhan ini dan kami akan menyampaikan hal ini kepada pemerintah Israel secara langsung. Serangan terhadap personel kemanusiaan sama sekali tidak dapat diterima,” katanya dalam sebuah postingan di jaringan media sosial X.
Kecaman itu membuat Israel berencana mengoordinasikan distribusi bantuan di Gaza. Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan Negeri Zionis akan membuka ruang situasi bersama dengan kelompok internasional untuk memungkinkan koordinasi distribusi bantuan di Gaza.
Prancis mengutuk serangan udara Israel terhadap ketujuh relawan WCK tersebut. “Perlindungan personel kemanusiaan adalah keharusan moral dan hukum yang harus dipatuhi setiap orang,” kata Menteri Luar Negeri Prancis Stéphane Séjourné pada konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken di Paris, Selasa (2/4).
Baca juga : Dunia Kecam Serangan Israel terhadap Pekerja Bantuan Kemanusiaan
WCK diduga merasa aman saat menugaskan para relawannya mengantarkan bantuan ke Gaza. Pasalnya WCK telah berkoordinasi dan meminta dikecualikan sebagai target serangan Israel.
Ketujuhnya menjadi sasaran serangan udara Israel saat menurunkan makanan yang dibawa ke Jalur Gaza melalui laut. WCK pun menghentikan operasi serupa karena kekecewaan terhadap Israel.
“Mereka mengira mereka aman, karena konvoi tiga mobil yang mereka ikuti memiliki tanda bertuliskan WCK,", kata Rob Parsons dari FRANCE 24, melaporkan dari Hebron, Tepi Barat. (France24/Z-3)
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
PEMERINTAH Jerman mengecam keras langkah Kabinet Israel yang memperluas otoritas sipil di Tepi Barat.
GELOMBANG kecaman internasional kembali menghantam Israel setelah pemerintahnya mengesahkan aneksasi ilegal di Tepi Barat.
Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia berujung kericuhan. Polisi tangkap 27 demonstran di Sydney di tengah tuduhan kekerasan aparat.
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
TAWA anak-anak perlahan terdengar di sebuah sudut Kecamatan Kuta Blang, Bireuen. Di tengah rumah-rumah yang masih menyisakan jejak bencana. Penyuluh agama Islam adakan trauma healing
Relawan PNM kembali menyalurkan bantuan dan menguatkan korban banjir dan longsor di Aceh, terutama nasabah Mekaar yang masih berjuang memulihkan usaha.
Kemenhut melanjutkan pembersihan tumpukan kayu dan material limbah bencana di Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan sejumlah titik terdampak di Sumatra Utara
BANJIR bandang yang melanda Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh masih menyisakan derita panjang bagi para penyintas.
Agenda ini bertujuan mengukur sejauh mana kesiapan dan profesionalisme relawan dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan di lapangan.
Kemenkes melepas ratusan relawan dokter dan tenaga kesehatan bantu penanganan bencana di sejumlah wilayah di Aceh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved