Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR bandang yang melanda Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh masih menyisakan derita panjang bagi para penyintas. Ribuan jiwa masih bertahan di tenda-tenda pengungsian dengan keterbatasan akses layanan dasar.
Beragam keluhan disampaikan para penyintas kepada relawan Indonesia CARE di lapangan, mulai dari masalah kesehatan, sanitasi, hingga pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari.
“Kami terus menjalankan aksi ini karena masyarakat di sini masih sangat membutuhkan kehadiran kami. Ini juga menjadi tanggung jawab moral untuk menjaga amanah para donatur Indonesia CARE,” ujar Ketua Posko Relawan Indonesia CARE, Mohammad Syahri, Minggu, (21/12).
Untuk mendukung layanan kesehatan, Indonesia CARE mengerahkan satu dokter, dua relawan paramedis, serta satu unit ambulans gawat darurat yang beroperasi di wilayah Tanah Datar, Sumatra Barat.
Sedangkan Dapur Umum Indonesia CARE tenaga relawannya didukung oleh ibu-ibu PKK dari perumahan Dobo Indah, Tanah Datar.
Untuk program psikososial di Sumatra Barat dan Aceh didukung oleh sejumlah lembaga pendidikan, di antaranya SD dan SMP Plus Global Talent School, Yayasan Pendidikan Al Mughni, SD Angkasa 12 Halim Perdanakusuma, SDN 07 Petamburan, SDN 03 Kampung Bali, serta SDN 05 Kebon Kacang Jakarta Pusat.
Sementara itu, untuk kebutuhan operasional dan logistik dapur umum mendapat dukungan dari Komunitas Mercedes-Benz W204 Club, Crypton Maju Gemilang, Al Washliyah ZIS, Ondelivery, Bagi Indonesia, SMKS Karya Nusantara, Komunitas Street Photography Jakarta, STIKOM CKI, Partai Gerindra Lampung, BEM Universitas Asy Syafi’iyah, serta Al Azhar Care Indonesia.
Untuk wilayah Aceh, program psikososial dan dapur umum juga memperoleh tambahan dukungan dari Forhati Nasional dan Ikatan Alumni FEB Universitas Muhammadiyah Jakarta.
“Donatur perorangan juga cukup banyak menitipkan amanah kepada kami. Amanah ini harus benar-benar kami jaga,” tegas Ketua Posko Indonesia CARE Aceh, Dwiky Hartanto.
Khusus di Aceh, Indonesia CARE saat ini masih memfokuskan kegiatan pada psikososial dan dapur umum. “Kami masih kekurangan tim medis, sehingga sementara belum dapat membuka layanan kesehatan di Aceh,” ujar Dwiky.
Indonesia CARE memastikan aksi kemanusiaan di Sumatra akan terus berlanjut. Dukungan para dermawan diharapkan tetap mengalir, mengingat penderitaan para penyintas belum berakhir.
“Ribuan jiwa kehilangan tempat tinggal, mata pencaharian, bahkan anggota keluarga. Ini pukulan berat. Kami ingin terus mendampingi mereka. Relawan datang silih berganti untuk melanjutkan estafet kepedulian,” pungkasnya. (I-1)
TAWA anak-anak perlahan terdengar di sebuah sudut Kecamatan Kuta Blang, Bireuen. Di tengah rumah-rumah yang masih menyisakan jejak bencana. Penyuluh agama Islam adakan trauma healing
Relawan PNM kembali menyalurkan bantuan dan menguatkan korban banjir dan longsor di Aceh, terutama nasabah Mekaar yang masih berjuang memulihkan usaha.
Kemenhut melanjutkan pembersihan tumpukan kayu dan material limbah bencana di Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan sejumlah titik terdampak di Sumatra Utara
Agenda ini bertujuan mengukur sejauh mana kesiapan dan profesionalisme relawan dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan di lapangan.
Kemenkes melepas ratusan relawan dokter dan tenaga kesehatan bantu penanganan bencana di sejumlah wilayah di Aceh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved