Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Inggris dan Australia menyatakan perlunya penghentian segera pertempuran di Gaza. Seruan ini mereka sampaikan ketika tekanan diplomatik meningkat terhadap Israel semakin meningkat untuk menghentikan rencana serangan darat di kota Rafah di selatan.
Setelah pertemuan menteri luar negeri dan pertahanan Australia dan Inggris di Adelaide, Jumat (22/3) dua negara sekutu itu mengeluarkan pernyataan bersama yang menekankan pentingnya segera penghentian pertempuran di Gaza agar bantuan dapat mengalir dan sandera dapat dibebaskan.
Seruan tersebut disampaikan hanya beberapa jam sebelum Amerika Serikat diperkirakan akan mengajukan resolusi ke Dewan Keamanan PBB yang menekankan perlunya gencatan senjata segera.
Baca juga : AS Ingin Gencatan Senjata Sementara di Gaza, Hamas Ogah
Seruan Inggris untuk segera penghentian pertempuran adalah tanda bahwa mereka juga semakin cemas mengenai jumlah korban yang ditimbulkan oleh apa yang disebut Israel sebagai Operasi Pedang Besi.
Inggris dan Australia mengatakan gencatan senjata diperlukan untuk memungkinkan bantuan mengalir dan pembebasan sandera sebagai langkah penting menuju gencatan senjata yang permanen dan berkelanjutan.
Inggris merupakan anggota Dewan Keamanan PBB yang mempunyai hak veto, bersama dengan Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, dan Prancis.
Baca juga : Koalisi Negara Arab Desak DK PBB Ambil Tindakan untuk Selamatkan Gaza
Resolusi PBB seperti itu akan menciptakan tekanan pada Israel untuk meredam serangan intensifnya selama lima bulan di Gaza, yang telah merenggut hampir 32.000 nyawa, menurut kementerian kesehatan di wilayah yang dikuasai Hamas.
Israel telah berjanji untuk mengintensifkan serangannya dengan bergerak ke Rafah, dengan harapan dapat menumpas sisa-sisa terakhir pasukan Hamas yang bertanggung jawab atas serangan berdarah pada 7 Oktober ke Israel yang menewaskan sekitar 1.160 orang, sebagian besar warga sipil. (AFP/M-3)
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan rencana pengiriman TNI ke Gaza merupakan misi kemanusiaan di bawah mandat PBB, bukan keterlibatan Indonesia dalam konflik bersenjata.
Studi The Lancet ungkap kematian di Gaza 35% lebih tinggi dari data resmi. Hingga Jan 2025, 75 ribu warga tewas akibat serangan Israel, mayoritas perempuan & anak-anak.
PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan rekonstruksi Gaza hanya berjalan jika Hamas melucuti senjata. Simak hasil pertemuan Board of Peace di Washington.
Hamas desak Board of Peace (BoP) bentukan Donald Trump hentikan agresi Israel di Gaza. Simak laporan pelanggaran gencatan senjata dan krisis kemanusiaan terbaru.
Hamas mengutuk penyiksaan brutal tahanan Palestina di Penjara Ofer. Temuan medis ungkap luka bakar besi panas hingga dugaan pencurian organ. Simak detailnya.
Hamas ultimatum pasukan internasional di Gaza, singgung peran Indonesia dalam ISF dan tegaskan tak boleh jalankan agenda Israel.
Israel menerima dua jenazah sandera dari Gaza melalui Palang Merah. Pemerintah menegaskan penyeberangan Rafah akan tetap ditutup sampai seluruh sandera dikembalikan.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan bahwa fase kedua gencatan senjata di Jalur Gaza telah dimulai.
Israel memangkas separuh bantuan kemanusiaan ke Gaza dan menunda pembukaan perbatasan Rafah dengan Mesir.
Menteri Pertahanan Israel mengusulkan pemindahan massal warga Gaza ke kamp tertutup di Rafah.
SEDIKITNYA 30 warga Palestina dilaporkan tewas dan lebih dari 150 lainnya mengalami luka-luka pada Minggu (1/6).
Truk kontainer bantuan kemanusiaan ini dikirim melalui Rafah, bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan Mesir, Bait Zakat Wa As-Shadaqat dan Sunnah Al Hayyah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved