Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MEKSIKO mengumumkan mereka telah mencapai kesepakatan dengan Venezuela untuk mengirim kembali para migran yang menuju ke Amerika Serikat dengan janji bantuan uang dan bantuan dalam mencari pekerjaan.
Para migran akan memperoleh US$110 per bulan selama setengah tahun, serta bantuan dalam mencari pekerjaan melalui perusahaan-perusahaan Meksiko di Venezuela, kata Menteri Luar Negeri Alicia Barcena.
Kesepakatan yang dicapai dengan pemerintah Presiden Nicolas Maduro dinamai "Kembali ke Tanah Air," kata Barcena dalam konferensi pers.
Baca juga : Mahkamah Agung AS Mencabut Penangguhan UU Imigrasi Kontroversial Texas
Ribuan migran Venezuela berada di Meksiko, terutama di kota-kota di sepanjang perbatasan utara, dengan harapan untuk diberikan suaka di Amerika Serikat yang bersebelahan.
"Kami mengirimkan kembali orang Venezuela ke negara mereka karena kami benar-benar tidak mampu menangani jumlah ini," kata Barcena.
"Kami sudah berhasil mengirimkan kembali sejumlah besar orang Venezuela," tambahnya, tanpa memberikan angka yang spesifik.
Baca juga : Perbatasan Amerika Serikat-Meksiko Alami Lonjakan Kedatangan Pengungsi dan Migran
Meksiko memiliki kesepakatan serupa dengan Guatemala dan Honduras, dan berharap dapat melakukan hal yang sama dengan Kolombia dan Ekuador, katanya.
Ribuan migran yang melarikan diri dari kekerasan dan kemiskinan melintasi Meksiko setiap tahun menuju perbatasan Amerika Serikat.
Jumlah yang meningkat telah melampaui fasilitas imigrasi dan tempat perlindungan di kota-kota perbatasan Meksiko, dan menempatkan pemerintah di bawah tekanan yang meningkat dari Amerika Serikat untuk menangani masalah ini di tahun pemilihan. (AFP/Z-3)
Hanya beberapa jam setelah dibebaskan dari penjara, tokoh oposisi Venezuela Juan Pablo Guanipa kembali ditangkap paksa oleh pria bersenjata.
Ribuan pendukung Nicolas Maduro berdemo di Caracas menuntut pembebasannya pascaoperasi militer AS. Presiden Interim Delcy Rodriguez kini hadapi tekanan politik.
Hubungan AS-Kolombia memasuki babak baru. Presiden Gustavo Petro dan Donald Trump bertemu di Gedung Putih untuk mengakhiri setahun konflik diplomatik dan sanksi.
Narasi pemerintah AS terkait penembakan dua imigran Venezuela di Oregon runtuh di pengadilan. Tak ada bukti keterlibatan geng Tren de Aragua seperti yang diklaim DHS.
BADAN Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) secara diam-diam disebut tengah berupaya membangun kehadiran permanen AS di Venezuela guna memengaruhi masa depan negara tersebut.
Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez menolak tekanan AS terkait produksi minyak. Di sisi lain, ratusan tahanan politik mulai dibebaskan sebagai isyarat perdamaian.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tegaskan bantuan ke Kuba berlanjut meski ada sanksi AS. Sebanyak 814 ton makanan dikirim via kapal perang sebagai bentuk solidaritas.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
Green Day tampil memeriahkan acara pembukaan Super Bowl LX di Levi’s Stadium, California, Minggu (8/2).
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved