Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
EROPA dapat mengalami konsekuensi "katastropik" akibat perubahan iklim jika tidak segera mengambil tindakan mendesak dan tegas untuk beradaptasi terhadap risiko, peringatan analisis baru UE pada Senin.
Daerah di selatan Eropa paling berisiko, demikian kata Badan Lingkungan Eropa (EEA) dalam laporan pertamanya mengenai risiko iklim yang dihadapi oleh benua ini.
Bahaya-bahaya tersebut mencakup kebakaran, kekurangan air, dan dampaknya pada produksi pertanian, sementara daerah pesisir rendah menghadapi ancaman banjir, erosi, dan intrusi air laut asin.
Baca juga : 2023 Jadi Tahun Terpanas Sejak Era Praindustri, Hasil Studi Copernicus
"Banyak dari risiko ini telah mencapai tingkat kritis dan dapat menjadi katastropik tanpa tindakan mendesak dan tegas," kata badan tersebut.
Hal ini tidak berarti bahwa Eropa utara terhindar dari dampak negatif, seperti yang telah ditunjukkan banjir di Jerman dan kebakaran hutan di Swedia dalam beberapa tahun terakhir.
"Panas ekstrem, kekeringan, kebakaran hutan, dan banjir, seperti yang dialami dalam beberapa tahun terakhir, akan semakin parah di Eropa bahkan dalam skenario pemanasan global yang optimis dan mempengaruhi kondisi hidup di seluruh benua," peringatan EEA.
Baca juga : Pertemuan Kanada dan Uni Eropa Bahas Dukungan untuk Ukraina dan Kerja Sama Iklim
Laporan tersebut mencantumkan 36 risiko terkait iklim di Eropa, 21 di antaranya membutuhkan tindakan lebih mendesak, dan delapan "terutama mendesak."
Pada puncak daftar adalah risiko terhadap ekosistem, terutama yang berkaitan dengan ekosistem pesisir dan laut.
Misalnya, kombinasi gelombang panas bersamaan dengan pengasaman dan penurunan oksigen di laut serta faktor-faktor buatan manusia seperti polusi dan eutrofikasi - artinya kelebihan nutrisi yang membuat kolaps ekosistem akuatik - dan penangkapan ikan, mengancam ekosistem laut, demikian catatan laporan tersebut.
Baca juga : Pentingnya Target Penghentian Penggunaan Bahan Bakar Fosil di COP28: Pesan Kepala Iklim UE
"Pertumbuhan kerugian keanekaragaman hayati yang substansial, termasuk kejadian mortalitas massal, dan penurunan layanan ekosistem," demikian katanya.
Menurut EEA, prioritas utama adalah bahwa pemerintah dan penduduk Eropa sepakat untuk melakukan lebih banyak lagi dan lebih cepat.
"Kita perlu melakukan lebih banyak, memiliki kebijakan yang lebih kuat," tegas Yla-Mononen.
Meskipun memberikan peringatan, badan tersebut juga mengakui "kemajuan yang signifikan" yang telah dicapai "dalam memahami risiko iklim yang dihadapi dan mempersiapkan diri," di antara negara-negara anggota.
"Kejadian-kejadian ini adalah keadaan normal baru," kata Direktur EEA Leena Yla-Mononen dalam konferensi pers sebelum rilis laporan. "Ini seharusnya menjadi panggilan bangun. Panggilan bangun terakhir," tambahnya. (AFP/Z-3)
Peneliti mengungkap mekanisme seluler yang membantu tanaman tetap tumbuh meski cuaca ekstrem. Temuan ini menjadi kunci masa depan ketahanan pangan global.
Meski perubahan iklim mengancam es laut, beruang kutub di Svalbard justru ditemukan lebih sehat dan gemuk. Apa rahasianya?
Di tengah krisis iklim yang kian nyata, arah kebijakan negara disebut belum beranjak dari pendekatan lama yang justru memperparah kerusakan lingkungan.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Studi cincin pohon pinus di Spanyol mengungkap anomali cuaca paling ekstrem sejak 1500-an. Ketidakstabilan curah hujan kini mencapai titik kritis.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
David Copperfield menghadapi gugatan yang menuntut lebih dari $2,5 juta untuk memperbaiki kerusakan parah pada kondominium mewah di New York City yang dimilikinya.
Menanggapi gempa bumi yang terjadi di Kyushu, perusahaan asuransi non-jiwa besar membentuk gugus tugas untuk mengumpulkan informasi mengenai kerusakan di area terdampak.
BPBD Sulawesi Utara memastikan tidak ada korban dan kerusakan usai diguncang gempa magnitudo 7.
Perusahaan teknologi di Jepang, memperingatkan perangkat digital seperti smartphone dan komputer dapat mengalami kerusakan serius akibat panas ekstrem selama musim panas.
BPBD mencatat sampai saati ini sebanyak 46 bangunan mengalami kerusakan dan 9 orang terluka akibat gempa Batang.
Risma berharap gempa dengan kekuatan tersebut tidak mengakibatkan dampak yang besar jika berpusat di laut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved