Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
JENAZAH politisi oposisi Rusia Alexei Navalny telah diserahkan kepada ibunya, kata juru bicara dan ajudannya. Itu setelah serangkaian negosiasi yang alot, termasuk penolakan Navalny dikebumikan secara rahasia.
“Jenazah Alexei diberikan kepada ibunya. Terima kasih banyak kepada semua orang yang menuntut hal ini bersama kami,” kata juru bicara keluarga Navalny Kira Yarmysh pada X pada Sabtu (24/2).
Rincian pengaturan pemakamannya belum ditentukan, kata Yarmysh. Sementara Direktur Yayasan Anti-Korupsi Navalny Ivan Zhdanov mengonfirmasi berita tersebut di akun Telegramnya, dan berterima kasih kepada semua orang yang telah meminta pihak berwenang Rusia untuk mengembalikan jenazah Navalny.
Baca juga : Janda Alexei Navalny Bersumpah Melanjutkan Perjuangan Suaminya
"Terima kasih banyak. Terima kasih kepada semua orang yang menulis dan merekam pesan video. Anda semua melakukan apa yang perlu Anda lakukan. Terima kasih. Jenazah Alexei Navalny telah diberikan kepada ibunya,” tulis Zhdanov.
Istri Navalny, Yulia Navalnaya, sebelumnya menuntut pengembalian jenazah suaminya. Dia menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin mengejek nilai-nilai Kristen Ortodoks.
“Kamu menyiksanya hidup-hidup, dan sekarang kamu terus menyiksanya sampai mati. Anda mengejek sisa-sisa orang mati,” katanya dalam pesan video kepada Putin.
Baca juga : Pengacara Ungkap, Baik Hidup maupun Mati, Navalny Akan Mempengaruhi Sejarah
Navalny, 47, secara luas dipandang sebagai tokoh oposisi paling menonjol di Rusia. Dia meninggal pada 16 Februari di koloni hukuman Arktik dengan keamanan maksimum saat menjalani hukuman 19 tahun atas tuduhan ekstremisme.
Banyak pemimpin dunia, termasuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden AS Joe Biden, mengecam kematian Navalny. Mereka mengatakan Rusia bertanggung jawab atas kematiannya.
Namun, Rusia membantah bertanggung jawab dan mengatakan bahwa dia meninggal karena sebab alamiah. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut tuduhan tersebut sama sekali tidak berdasar dan kurang ajar terhadap kepala negara Rusia.
Baca juga : AS Jatuhkan Sanksi Berat ke Rusia Akibat Kematian Navalny dan Perang Ukraina
Ibu Navalny, Lyudmila Navalnaya, mengatakan penyelidik Rusia sempat meminta untuk menguburkan putranya secara rahasia dan tanpa pelayat. Dia saat ini masih berada di wilayah Arktik, kata Yarmysh, untuk menjemput dan menuntut pembebasan jenazah putranya.
Para pembantu Navalny mengatakan pihak berwenang mengancam akan menguburkannya di penjara tempat dia meninggal. Jenazahnya tidak akan dikembalikan kecuali keluarganya menyetujui persyaratan tersebut.
“Mereka ingin membawa saya ke ujung pekuburan menuju kuburan baru dan berkata: 'Di sinilah putramu terbaring'. Saya tidak setuju dengan hal itu,” kata ibunya dalam sebuah video yang diposting di YouTube. (Aljazeera/Z-3)
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyoroti kasus Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, yang diketahui bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia
Seorang anggota dapat dijatuhi PTDH jika meninggalkan tugasnya secara tidak sah (desersi) dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut.
Desersi adalah tindakan meninggalkan tugas atau dinas tanpa izin pimpinan dalam jangka waktu tertentu dengan maksud untuk tidak kembali lagi.
RUSIA dan Tiongkok siap mendukung Iran yang dilanda protes dan diancam oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Namun, dukungan itu akan berkurang jika AS melakukan aksi militer.
RUSIA mengancam akan mewujudkan kiamat jika Donald Trump menepati janjinya merebut Greenland.
Sikap PDIP jika memilih oposisi justru akan memperlihatkan konsistensi dan kedewasaan dalam berpolitik.
WAKIL Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid menghormati sikap PDI Perjuangan (PDIP) yang menyatakan diri sebagai penyeimbang pemerintah.
Guntur menegaskan, sikap politik tersebut telah dirumuskan jauh sebelum munculnya kasus hukum yang menimpa Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Jika pemerintah benar, maka PDIP akan mendukung dan melakukan program tersebut. Namun, jika kurang benar, maka PDIP akan memberikan alternatif solusi
Namun, Junta Myanmar masih belum merespons seruan dari NUG.
KETUA Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan menjadi oposisi selama 10 tahun terasa lama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved