Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
PRANCIS bergabung dengan banyak negara-negara Eropa dalam menyatakan keprihatinan atas serangan darat Israel di Rafah, Jalur Gaza selatan.
“Rafah saat ini adalah tempat di mana lebih dari 1,3 juta orang mengungsi. Ini juga merupakan titik persimpangan penting untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada penduduk Gaza," kata Kementerian Luar Negeri Prancis dalam sebuah pernyataan.
Kementerian itu mengatakan serangan besar-besaran Israel di Rafah akan menciptakan situasi kemanusiaan yang sangat buruk dan tidak dapat dibenarkan. "Untuk menghindari bencana, kami menegaskan kembali seruan kami untuk mengakhiri pertempuran,” tambahnya.
Baca juga : Macron Minta Gencatan Senjata yang Berlangsung Lama di Gaza, Prancis Bersiap untuk Operasi Kemanusiaan
Paris juga mendesak Israel untuk mengambil tindakan nyata guna melindungi kehidupan penduduk sipil di Gaza. Seperti di tempat lain, Prancis menentang pemindahan paksa penduduk, yang dilarang oleh hukum kemanusiaan internasional.
“Masa depan Jalur Gaza dan penduduknya hanya dapat ditemukan di negara Palestina yang hidup damai dan aman bersama Israel,” tambahnya.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk mengajukan rencana ganda untuk mengevakuasi warga Palestina dari Rafah. Wilayah itu rumah bagi lebih dari satu juta penduduk yang mencari perlindungan dari perang, dan untuk mengalahkan batalion Hamas yang tersisa.
Baca juga : Israel Buka Kembali Akses Bantuan Ke Gaza
Warga Palestina mencari perlindungan di Rafah ketika Israel menggempur sisa wilayah tersebut menyusul serangan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, pada 7 Oktober. Pemboman Israel yang terjadi kemudian telah menewaskan lebih dari 28.000 korban dan menyebabkan kehancuran massal dan kekurangan kebutuhan pokok.
Serangan Israel telah menyebabkan 85% penduduk Gaza menjadi pengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih dan obat-obatan. Sementara 60% infrastruktur di wilayah kantong tersebut rusak atau hancur.
Pada akhir 2023 Afrika Selatan mengajukan kasus ke Mahkamah Internasional (ICJ), menuduh Israel gagal menjunjung komitmennya berdasarkan Konvensi Genosida 1948.
Baca juga : Tuntutan Kemerdekaan Palestina Menggema di Seluruh Penjuru Eropa
Pengadilan PBB, dalam keputusan sementaranya pada bulan Januari, memutuskan bahwa klaim Afrika Selatan masuk akal. Mereka memerintahkan tindakan sementara bagi pemerintah Israel untuk menghentikan tindakan genosida, dan menjamin distribusi bantuan kemanusiaan. (Anadolu/Z-3)
Israel menghancurkan lebih dari 1.500 rumah di lingkungan Al Zeitoun, Kota Gaza, Palestina, sejak melancarkan operasi darat awal bulan ini.
AS menjadi satu-satunya anggota Dewan Keamanan PBB yang menolak mengakui bencana kelaparan di Jalur Gaza, Palestina, merupakan krisis yang disebabkan ulah manusia.
Ketika Israel membunuh Anas Al-Sharif, bersama seluruh kru Al-Jazeera di Kota Gaza pada 10 Agustus, Reuters memilih untuk memublikasikan klaim Israel yang sepenuhnya tidak berdasar.
ISRAEL dengan sengaja menjadikan jurnalis sebagai target serangan mereka. RSF menyerukan sidang darurat Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan pembantaian jurnalis.
LIMA jurnalis termasuk di antara setidaknya 20 orang yang tewas, kemarin, akibat serangan Israel menghantam Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Jalur Gaza, Palestina.
INVESTIGASI gabungan yang dilakukan media milik warga Israel-Palestina, +972 Magazine dan Local Call, mengungkapkan keberadaan unit khusus, Sel Legitimasi, di tubuh militer Israel yang secara sistematis berupaya mendiskreditkan jurnalis Palestina di Jalur Gaza.
Pada Agustus 1897, pasukan Prancis yang dikirim untuk menegaskan kendali kolonial atas kerajaan Menabe milik suku Sakalava di Madagaskar barat membantai pasukan lokal.
Prancis memanggil Dubes AS, Charles Kushner, setelah surat kritik soal antisemitisme dan rencana pengakuan Palestina.
Para arkeolog menganalisis tulang belulang 82 orang yang dikuburkan ke dalam lubang-lubang antara tahun 4300 hingga 4150 sebelum masehi (SM) di Prancis Timur Laut.
Ketegangan diplomatik antara Israel dan sejumlah negara Barat semakin memanas menjelang rencana pengakuan negara Palestina bulan depan.
Pada Selasa (19/8), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Presiden Prancis Emmanuel Macron mendorong antisemitisme.
Kejaksaan Prancis menyelidiki kematian pria 46 tahun yang meninggal saat siaran langsung.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved