Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Pasukan Israel menembaki tempat perlindungan terakhir warga Gaza di Rafah yang berbatasan dengan Mesir pada Jumat (2/2). Ratusan ribu orang, terkurung di daerah itu dengan tanpa jaminan keamanan. Lebih dari separuh dari 2,3 juta penduduk Gaza kini kehilangan tempat tinggal dan berdesakan di Rafah.
"Jika tank-tank Israel terus berdatangan, kita akan mempunyai dua pilihan tetap tinggal dan mati atau memanjat tembok ke Mesir," kata Emad, 55, seorang pengusaha asal Jalur Gaza.
Ia mengatakan sebagian besar penduduk Gaza berada di Rafah. Jika tank menyerbu masuk, maka akan terjadi pembantaian yang belum pernah terjadi sebelumnya selama perang ini.
Baca juga : Temui Korban Gaza Palestina, Utusan PBB: Saya Hancur
Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan pasukannya akan menargetkan Rafah, salah satu dari sedikit daerah yang belum dikuasai dalam serangan yang telah berlangsung hampir empat bulan ini.
Sebagai satu-satunya wilayah Gaza yang memiliki akses terhadap makanan terbatas dan bantuan medis yang mengalir melintasi perbatasan, Rafah dan wilayah sekitar Khan Younis telah ditempati tenda-tenda pengungsian.
"Apa yang harus kami lakukan? Kami hidup dalam berbagai kesengsaraan, perang, kelaparan, dan sekarang hujan," kata Um Badri, ibu lima anak dari Kota Gaza, yang kini tinggal di sebuah tenda di Khan Younis.
Baca juga : Genosida Gaza Hari ke-27, 9.061 Warga Terbunuh, 20.000 Korban Luka Terjebak
Dulu, kata dia, musim dingin selalu dirindukan untuk menikmati hujan dari balkon rumah. "Sekarang, rumah kami sudah tidak ada, dan air hujan telah membanjiri tenda tempat kami berada,” jelasnya.
Karena sebagian besar layanan telepon tidak tersedia di seluruh Gaza, warga memanjat tanggul berpasir yang menjadi pembatas wilayah terjajah sejak 1948 dengan negara merdeka.
PBB mengatakan tim penyelamat tidak lagi dapat menjangkau orang-orang yang sakit dan terluka di medan perang di Khan Younis. Penghancuran Rafah pun akan semakin mengenaskan.
Baca juga : Soal UNRWA, Rusia Minta PBB Buktikan Israel Benar atau Bohong
“Rafah adalah titik terbawah dari keputusasaan, dan kami mengkhawatirkan apa yang akan terjadi selanjutnya,” kata Jens Laerke dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB dalam sebuah pengarahan di Jenewa, Swiss.
Perang Gaza dipicu oleh pejuang dari kelompok militan Hamas yang menguasai Gaza yang menyerbu pagar perbatasan ke Israel pada 7 Oktober, menewaskan 1.200 orang dan menyandera 253 orang, menurut penghitungan Israel.
Sejak itu, otoritas kesehatan Gaza mengatakan lebih dari 27 ribu warga Palestina dipastikan tewas, 112 di antaranya tewas dalam 24 jam terakhir, dan ribuan jenazah lainnya dikhawatirkan hilang di tengah reruntuhan.
Baca juga : Indonesia Kecewa Para Donor UNRWA Hentikan Pendanaan karena Klaim Sepihak Israel
Citra dari Pusat Satelit PBB menunjukkan bahwa 30% bangunan di Gaza juga telah hancur atau rusak akibat serangan Israel.
(CNA)
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerima undangan untuk menghadiri KTT Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza.
Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace berisiko dimanfaatkan sebagai legitimasi politik bagi agenda yang tidak sejalan dengan nilai yang diperjuangkan terkait kemerdekaan Palestina
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
BERGABUNGNYA Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang diusung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, masih menjadi perdebatan.
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam mengambil komitmen lanjutan di Board of Peace (BoP), terutama terkait rencana keanggotaan tetap.
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah meminta Pemerintah Indonesia mengambil sikap kritis, aktif, dan terukur di Board of Peace (BoP), agar tetap sejalan dengan kemerdekaan palestina
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
PEMERINTAH Jerman mengecam keras langkah Kabinet Israel yang memperluas otoritas sipil di Tepi Barat.
GELOMBANG kecaman internasional kembali menghantam Israel setelah pemerintahnya mengesahkan aneksasi ilegal di Tepi Barat.
Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia berujung kericuhan. Polisi tangkap 27 demonstran di Sydney di tengah tuduhan kekerasan aparat.
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved