Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Belgia menyatakan tidak menangguhkan pendanaan untuk badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) untuk saat ini. Sikap Belgia sama seperti yang dilakukan Irlandia, Spanyol, dan Norwegia.
Menteri Pembangunan Belgia, Caroline Gennez mengatakan Belgia berkomitmen tetap mendanai UNRWA sambil menunggu hasil penyelidikan PBB mengenai isu beberapa staf UNRWA adalah antek Hamas seperti yang dituduhkan oleh Israel, dikutip dari Kantor Berita Belga, Kamis (1/2).
Israel menuding, ada 12 dari 30.000 staf regional UNRWA yang terlibat dalam serangan teror Hamas di Israel pada 7 Oktober. Dua orang di antaranya dituduh terlibat dalam penculikan.
Baca juga : Soal UNRWA, Rusia Minta PBB Buktikan Israel Benar atau Bohong
Gennez mengatakan, kabinet inti Belgia telah berkonsultasi mengenai masalah ini pada hari Rabu, 31 Januari 2024 setelah PBB memberi pengarahan kepada para donor dalam beberapa hari terakhir.
Atas dasar itu, kata Gennez, pihaknya memutuskan untuk tetap mengalokasikan donasi UNRWA untuk sementara waktu.
"Mengingat tingginya kebutuhan kemanusiaan dan ancaman kelaparan di Gaza,” Gennez menegaskan.
Baca juga : Indonesia Kecewa Para Donor UNRWA Hentikan Pendanaan karena Klaim Sepihak Israel
Hingga saat ini, juru bicara PBB telah mengindikasikan bahwa Israel belum memberikan bukti kepada PBB atau donor lainnya. Pemerintah Belgia menekankan bahwa mereka mengharapkan Israel untuk segera membagikan bukti tersebut.
Belgia akan memantau dengan cermat penyelidikan internal PBB, menuntut agar UNRWA memberikan transparansi penuh dan mendesak organisasi tersebut mengambil langkah-langkah untuk menyaring stafnya dengan lebih baik.
Pemerintah Belgia juga mendukung seruan Komisi Eropa agar dilakukan audit eksternal.
Baca juga : Jepang Ikut Hentikan Dana Pengungsi Palestina UNRWA
Sedikitnya 12 negara, termasuk AS, Inggris, Jerman, Kanada, Jepang, Jerman, Belanda, dan Swedia, mengumumkan dalam beberapa hari terakhir bahwa mereka akan menangguhkan pendanaan untuk UNRWA.
Badan ini telah mengoordinasikan bantuan, pendidikan dan layanan kesehatan bagi warga Palestina selama beberapa dekade, termasuk di Jalur Gaza dan juga di kamp-kamp pengungsi Palestina lainnya di wilayah tersebut.
Komisaris Jenderal badan PBB tersebut, Philippe Lazzarini mengatakan, UNRWA membagikan daftar seluruh stafnya dengan negara tuan rumah setiap tahun, termasuk Israel. Badan tersebut tidak pernah menerima kekhawatiran apa pun mengenai anggota staf tertentu.
Baca juga : Sekjen PBB akan bertemu negara-negara donor setelah tuduhan lembaga pengungsi
Lazzarini juga menekankan bahwa keputusan untuk menarik bantuan mengancam upaya kemanusiaan yang sedang berlangsung di seluruh wilayah, terutama di Jalur Gaza.
Tahun lalu, Pemerintah Federal mendukung UNRWA dengan dana €11,5 juta atau setara dengan Rp195,8 miliar. Dari jumlah itu, sebanyak €7 juta untuk operasi umum dan €4,5 juta untuk proyek spesifik.
Badan ini hampir seluruhnya bergantung pada donor untuk pendanaan. Menurut Sigrid Kaag, koordinator kemanusiaan PBB untuk Jalur Gaza, kapasitas, struktur, dan pengetahuan akar rumput yang sangat besar menjadikannya tidak tergantikan di lapangan.
Baca juga : Israel Lanjutkan Pemusnahan Warga Gaza, Kepung Rumah Sakit di Khan Younis
“Menghentikan sepenuhnya semua pendanaan akan menjadi hukuman kolektif bagi masyarakat yang sudah sangat menderita akibat kekerasan, kekurangan dan keputusasaan,” tegas Gennez, dikutip dari Brusseltimes. (Z-4)
Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas umat Islam sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang tengah berada dalam kondisi sulit.
Dalam konferensi pers di Barcelona, Spanyol bintang Thelma & Louise tersebut mengatakan bahwa ia kehilangan agensinya dan kesulitan mendapatkan proyek besar di industri hiburan
Baznas terus menyalurkan bantuan bagi masyarakat Gaza, Palestina yang tengah menjalankan ibadah puasa di tengah krisis kemanusiaan. Bantuan tersebut berupa 1.314 paket hidangan berbuka.
Pasukan Israel tahan Syekh Rani Abu Sbeih di Masjid Al-Aqsa. Di tengah pengetatan akses Jumat kedua Ramadan, 100.000 jemaah tetap padati kompleks suci tersebut.
KSrelief Arab Saudi resmikan dapur pusat di Gaza untuk sediakan 24.000 makanan harian selama Ramadan bagi pengungsi di Deir Al-Balah dan Al-Qarara.
Dubes Rusia Sergei Tolchenov hormati keputusan Presiden Prabowo gabung Board of Peace (BoP) Gaza, namun ungkap alasan Rusia tak ikut serta. Cek faktanya.
Tiongkok mengecam keras serangan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Laporan media menyebut Amerika Serikat dan Israel menyepakati waktu serangan ke Iran sepekan sebelum perundingan nuklir di Jenewa.
Eskalasi konflik ini langsung menarik perhatian dunia akan gangguan rantai pasok logistik global yang bisa menekan ekonomi banyak negara.
Analis pasar modal Hendra Wardana memperingatkan IHSG berpotensi melemah pekan depan akibat eskalasi konflik Iran, AS, dan Israel.
Dino mengkritik serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran serta menilai wacana mediasi Presiden Prabowo Subianto tidak realistis. Ia mendorong Indonesia bersikap tegas.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani menyatakan Majelis Ahli segera memulai proses pemilihan Pemimpin Tertinggi baru usai wafatnya Ali Khamenei.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved