Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
EKUADOR menahan hampir dua ribu tersangka dalam delapan hari terakhir. Negara tersebut tengah menghadapi gejolak keamanan usai menyatakan perang melawan mafia narkoba.
Keseluruhan orang yang ditahan dipastikan oleh pemerintah Ekuador sebagai pelaku kekerasan. Sekitar 158 orang di antaranya dituduh teroris.
Pada 9 Januari, orang-orang bersenjata yang menyerbu ke dalam studio televisi saat siaran langsung dan menodongkan senjata kepada jurnalis. Pada hari yang sama, insiden kekerasan dimulai di enam penjara dengan 178 penjaga dan staf lainnya disandera oleh para tahanan.
Baca juga: Jaksa Penyelidik Serangan Studio TV Terkait Geng di Ekuador Tewas Ditembak
Beberapa hari kemudian, seluruh staf penjara yang ditangkap akhirnya dibebaskan. Menanggapi tindakan kekerasan tersebut, Presiden Daniel Noboa mengambil keputusan untuk menetapkan 22 kelompok kriminal sebagai organisasi teroris, mengumumkan keadaan darurat selama 60 hari dan mengakui konflik bersenjata internal di negara Amerika Selatan tersebut.
Pihak berwenang juga mengklaim telah membunuh lima tersangka anggota geng yang kini diklasifikasikan sebagai teroris. Sementara dua petugas polisi dibunuh dan sebelas lainnya dibebaskan dari berbagai penculikan.
Baca juga: Ekuador Kembali Kuasai Penjara setelah Pelepasan Sandera
Sejak pekan lalu, 728 pucuk senjata api, 41 gun feeder, hampir 21.200 peluru, dan 521 bahan peledak telah disita. Pasukan polisi juga menyita lebih dari enam ton obat-obatan dan uang tunai hampir US$6.000. Pemerintah Ekuador melaporkan telah terjadi 13 serangan terhadap infrastruktur publik dan swasta dan dua belas serangan terhadap institusi kepolisian.
Peristiwa kekerasan minggu lalu dimulai setelah Adolfo Macias, seorang pemimpin mafia narkoba kabur dari penjara. Pemimpin kelompok Los Choneros ini menghilang dari penjara tempat dia menjalani hukuman 34 tahun.
Noboa mendesak Amerika Serikat dan negara-negara lain di seluruh dunia untuk mendukungnya menangani kekerasan di negaranya. Jika direstui maka dia akan terlepas dari berbagai tuduhan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan sanksi ekonomi. (Anadolu/Z-3)
Mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro diduga terima uang keamanan dari bandar narkoba Koko Erwin.
Bareskrim Polri ringkus Koko Erwin, bandar narkoba pemasok uang eks Kapolres Bima, saat nyaris kabur ke Malaysia via jalur laut ilegal di Tanjung Balai.
Banding Wiz Khalifa ditolak pengadilan Rumania. Rapper AS ini tetap dijatuhi vonis 9 bulan penjara akibat konsumsi ganja saat konser di festival Beach, Please! 2024.
Dua puluh tujuh personel keamanan Meksiko tewas dalam serangan balasan kartel menyusul kematian El Mencho. Presiden Sheinbaum kerahkan pasukan tambahan ke Jalisco
Di tingkat jajaran, narkoba yang telah dimusnahkan mencapai 37,5 kilogram, sedangkan dari Ditresnarkoba Polda Jateng sebanyak 4,93 kilogram.
Penangkapan ABK asal Medan, Sumatra Utara, Fandi Ramadhan, tidak otomatis menuntaskan perkara.
Warga Ekuador menolak referendum yang membuka peluang kembalinya pangkalan militer asing.
Pemimpin geng narkotika di Ekuador, Wilmer “Pipo” Chavarría, ditangkap di Spanyol, setelah memalsukan kematian dan mengendalikan operasi kriminal dari Eropa.
Sedikitnya 31 narapidana tewas di penjara El Oro, Ekuador, termasuk 27 yang ditemukan digantung setelah bentrokan antar geng pecah pada Minggu dini hari.
Lima orang ditangkap usai dugaan upaya pembunuhan terhadap Presiden Ekuador Daniel Noboa.
Presiden Ekuador Daniel Noboa selamat dari serangan massa yang melempari batu dan menembaki iring-iringan mobilnya di tengah aksi protes kenaikan harga BBM.
Meksiko mengajukan gugatan terhadap Ekuador di Mahkamah Internasional atas serbuan terhadap kedutaannya di Quito.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved