Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA 31 narapidana ditemukan tewas di sebuah penjara di Ekuador bagian selatan. Di mana 27 di antaranya diduga digantung, menurut keterangan resmi otoritas setempat.
Peristiwa tersebut terjadi di Penjara El Oro, kota Machala, pada Minggu dini hari waktu setempat. Bentrokan antara geng saingan disebut menjadi penyebab utama kekerasan yang menewaskan sedikitnya empat narapidana lainnya dan melukai lebih dari 30 orang.
Beberapa jam setelah insiden awal, petugas keamanan yang menanggapi laporan kerusuhan menemukan puluhan jasad tergantung di lantai tiga bangunan penjara, demikian disampaikan Lembaga Pemasyarakatan Nasional (Snai) dalam pernyataan resminya.
Penjara-penjara di Ekuador dalam beberapa tahun terakhir memang kerap dilanda kerusuhan berdarah. Kondisi yang padat dan dikuasai geng kriminal menjadikannya titik rawan konflik, dengan ratusan tahanan tewas sejak 2021.
Rencana Pemindahan Narapidana
Menurut Snai, bentrokan di El Oro kali ini dipicu oleh rencana pemindahan sejumlah narapidana ke fasilitas penjara baru. Langkah itu diduga memicu ketegangan di antara kelompok geng yang berebut pengaruh.
Insiden serupa pernah terjadi di tempat yang sama pada September lalu, ketika 13 narapidana dan satu petugas tewas akibat bentrokan antargeng.
Keluarga para tahanan kini mendesak pemerintah untuk meningkatkan keamanan di dalam penjara, termasuk memisahkan geng saingan dan memindahkan lokasi penjara dari pusat kota Machala yang dianggap membahayakan warga sekitar.
Sebagai respons atas serangkaian kekerasan di lembaga pemasyarakatan, pemerintah Presiden Daniel Noboa sebelumnya telah mengumumkan pembangunan penjara berkeamanan tinggi baru di provinsi Santa Elena. Fasilitas tersebut, yang diberi nama El Encuentro, dijadwalkan beroperasi pada akhir November dan diklaim memiliki sistem keamanan modern.
Kekerasan di penjara menjadi cerminan meningkatnya kejahatan di Ekuador dalam beberapa tahun terakhir. Dua kelompok kriminal besar, Los Lobos dan Los Choneros, disebut memainkan peran penting dalam jaringan kejahatan tersebut. Keduanya bahkan telah dinyatakan sebagai Organisasi Teroris Asing oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada September lalu. (BBC/Z-2)
Warga Ekuador menolak referendum yang membuka peluang kembalinya pangkalan militer asing.
Pemimpin geng narkotika di Ekuador, Wilmer “Pipo” Chavarría, ditangkap di Spanyol, setelah memalsukan kematian dan mengendalikan operasi kriminal dari Eropa.
Lima orang ditangkap usai dugaan upaya pembunuhan terhadap Presiden Ekuador Daniel Noboa.
Presiden Ekuador Daniel Noboa selamat dari serangan massa yang melempari batu dan menembaki iring-iringan mobilnya di tengah aksi protes kenaikan harga BBM.
Meksiko mengajukan gugatan terhadap Ekuador di Mahkamah Internasional atas serbuan terhadap kedutaannya di Quito.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved