Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Bos Kartel Los Lobos Ditangkap di Spanyol Usai Palsukan Kematian

Thalatie K Yani
17/11/2025 08:16
Bos Kartel Los Lobos Ditangkap di Spanyol Usai Palsukan Kematian
Pemimpin geng narkotika di Ekuador, Wilmer “Pipo” Chavarría, ditangkap di Spanyol, setelah memalsukan kematian dan mengendalikan operasi kriminal dari Eropa. (John Reimberg)

PEMIMPIN salah satu geng narkotika paling berpengaruh di Ekuador, Wilmer “Pipo” Chavarría, berhasil ditangkap dalam operasi bersama kepolisian Spanyol. Presiden Ekuador, Daniel Noboa, mengumumkan Chavarría, kepala organisasi kriminal Los Lobos, ditangkap di kota Malaga.

Menurut Kepolisian Nasional Spanyol, Chavarría selama ini memalsukan kematiannya, mengganti identitas, dan bersembunyi di Eropa. Meski berada jauh dari Ekuador, ia disebut tetap mengendalikan berbagai operasi kriminal, termasuk penambangan ilegal dan perintah pembunuhan. Keluarganya pada 2021 mengklaim ia meninggal akibat serangan jantung terkait Covid.

Baik pemerintah Ekuador maupun Amerika Serikat telah menetapkan Los Lobos sebagai organisasi teroris. Menteri Dalam Negeri Ekuador, John Reimberg, yang berada di Spanyol saat operasi berlangsung, menyebut penangkapan ini sebagai hari bersejarah bagi negaranya.

Los Lobos diperkirakan memiliki sekitar 8.000 anggota dan menjadi salah satu kelompok kriminal terkuat di Ekuador. Pada Juni 2024, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadap geng tersebut, menggambarkannya sebagai kelompok dengan “ribuan anggota” yang berkontribusi signifikan pada lonjakan kekerasan di Ekuador.

Dalam beberapa tahun terakhir, angka pembunuhan dan kekerasan meningkat tajam di Ekuador akibat perebutan jalur perdagangan kokain. Negara itu tidak memproduksi narkotika, tetapi berada di dekat produsen besar seperti Peru dan Kolombia.

Daniel Noboa Perang Terhadap Geng

Presiden Noboa menjadikan perang terhadap geng sebagai fokus utama pemerintahannya, dengan operasi militer skala besar melawan kelompok kriminal. Penangkapan Chavarría berlangsung bertepatan dengan referendum nasional mengenai kemungkinan perubahan konstitusi untuk kembali mengizinkan pangkalan militer asing di Ekuador. Terakhir kali Amerika Serikat mengoperasikan pangkalan militer di negara itu adalah pada 2009, sebelum ditutup oleh pemerintahan kiri Rafael Correa.

Dalam beberapa bulan terakhir, Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem mengunjungi sejumlah fasilitas militer di Ekuador. Presiden Noboa sebelumnya mengatakan kepada BBC bahwa ia menginginkan kerja sama militer AS dan Eropa dalam perang melawan apa yang ia sebut sebagai “narko-teroris”.

AS sendiri tengah memperluas operasi militernya di Karibia dan Pasifik Timur. Negara itu telah mengerahkan pasukan dan kelompok tempur angkatan laut yang dipimpin kapal induk USS Gerald Ford. Selain itu, AS telah melakukan sedikitnya 20 serangan terhadap kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba, menewaskan lebih dari 80 orang. Belum ada bukti rinci yang dirilis terkait identitas para korban, sementara sejumlah pakar hukum menilai aksi tersebut berpotensi melanggar hukum internasional.

Banyak anggota Los Lobos yang telah dipenjara, dan geng ini kerap dikaitkan dengan kerusuhan penjara paling mematikan di Ekuador. Mereka juga diyakini memiliki hubungan dengan kartel Jalisco New Generation, salah satu organisasi narkotika paling berkuasa di Meksiko. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya