Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEPASANG rudal balistik ditembakkan dari daerah Yaman yang dikuasai oleh Houthi menuju jalur pelayaran internasional di selat Bab el-Mandeb, yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden, menurut militer Amerika Serikat (AS).
"Salah satu rudal ini menghantam MV PALATIUM3 berbendera Liberia, yang mengeluarkan seruan mayday dan melaporkan bahwa kapal tersebut ditembak," tulis Komando Pusat AS (CENTCOM) di platform X.
Kapal penghancur USS Mason menanggapi mayday (panggilan darurat melalui komunikasi radio-telepon internasional) tersebut, katanya.
Baca juga : Hapag-Lloyd Jerman Tunda Pengiriman Kapal lewat Laut Merah
CENTCOM menyebutkan bahwa rudal lainnya kemungkinan besar tidak mengenai apa pun, dan tidak ada laporan yang menyebutkan ada korban pada satu dari tiga kapal yang diserang.
"... namun rangkaian serangan terbaru ini merupakan bukti lain dari risiko besar terhadap pelayaran internasional yang disebabkan oleh tindakan Houthi ini," tegas pusat komando itu.
Baca juga : Houthi Yaman Belokkan Kapal Kargo Tujuan Israel
CENTCOM pada Jumat (15/12) pagi mengatakan Kendaraan Udara Tak Berawak yang diluncurkan dari wilayah yang dikuasai Houthi menghantam Kapal Motor AL JASRAH berbendera Liberia saat kapal itu melakukan perjalanan ke selatan di Laut Merah.
Api yang disebabkan oleh serangan itu sudah dipadamkan, kata pusat komando tersebut.
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby mengatakan pada Jumat bahwa transit lalu lintas komersial di Laut Merah saat ini “lebih berbahaya” dibandingkan sebelumnya.
Gedung Putih --kantor presiden AS-- akan “berbicara lebih banyak” mengenai rincian gugus tugas maritim dalam beberapa hari mendatang, katanya.
Seorang juru bicara Houthi mengatakan sebelumnya bahwa kelompok tersebut akan menargetkan semua kapal yang menuju ke Israel, terlepas dari kebangsaannya.
Houthi juga memperingatkan semua perusahaan pelayaran untuk menghindari berurusan dengan pelabuhan Israel.
Operasi kelompok tersebut terhadap kapal-kapal bertepatan dengan serangan Israel di Jalur Gaza sejak serangan lintas batas dilancarkan pada 7 Oktober oleh kelompok Palestina Hamas.
Presiden AS, Joe Biden, sebelumnya telah memperingatkan Houthi melalui beberapa saluran agar menghentikan serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah dan Israel.
Namun, juru bicara Houthi Yaman Brigadier Yahya Saree menjawab, "Kami tidak peduli!"
Dalam pernyataan resminya, Houthi mengatakan mereka telah memperingatkan kedua kapal tersebut sebelum merudalnya. Kapal-kapal tersebut diketahui mengarah ke Israel.
Berikut ini pernyataan resmi Angkatan Bersenjata Yaman.
Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Allah SWT berfirman, "Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang kafir berperang di jalan orang yang zalim, maka lawanlah sahabat-sahabat setan. Sesungguhnya rencana setan itu lemah."
Allah SWT telah mengatakan kebenaran.
Kemenangan atas penindasan terhadap rakyat Palestina yang saat ini sedang menjadi sasaran pembunuhan, perusakan, dan pengepungan di Jalur Gaza, dan sebagai implementasi arahan Panglima Abdul Malik Badr al-Din al-Houthi, semoga Tuhan melindunginya, dan sebagai tanggapan atas seruan orang-orang bebas dari rakyat Yaman dan bangsa kita.
Angkatan Laut Angkatan Bersenjata Yaman dengan pertolongan Tuhan Yang Maha Esa melakukan operasi militer terhadap dua kapal kontainer, yaitu MSC Alanya dan MSC PALATIUM III.
Mereka menuju ke entitas Israel dan menjadi sasaran dua rudal angkatan laut yang tepat.
Proses penargetan kedua kapal tersebut terjadi setelah awak kapal mereka menolak menanggapi panggilan dari angkatan laut Yaman serta pesan peringatan yang berapi-api.
Angkatan bersenjata Yaman meyakinkan semua kapal yang menuju ke semua pelabuhan di seluruh dunia kecuali pelabuhan Israel bahwa tidak akan ada bahaya yang menimpa mereka.
Angkatan bersenjata Yaman tidak akan segan-segan menargetkan kapal manapun yang melanggar pernyataan sebelumnya.
Angkatan bersenjata Yaman menegaskan bahwa kami akan terus mencegah semua kapal yang menuju pelabuhan Israel untuk berlayar di Laut Arab dan Laut Merah sampai mereka membawa makanan dan obat-obatan yang dibutuhkan saudara-saudara kita yang setia di Jalur Gaza.
Dan Allah melihat apa yang kami katakan.
Demikian kabar terbaru mengenai serangan Yaman di Laut Merah. Semoga informasi ini bermanfaat. (Anadolu/Ant/Z-4)
TUJUH pejuang separatis tewas dalam serangan udara pada Jumat (2/1) ketika koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman membalas serangan yang gencar dilakukan Dewan Transisi Selatan (STC).
HADRAMAUT merupakan provinsi terluas di Yaman, sekitar sepertiga wilayah negara, sekaligus yang paling makmur. Di sana tersimpan sebagian besar cadangan minyak Yaman.
Di tengah perang berkepanjangan konflik Yaman melawan kelompok Houthi yang didukung Iran sejak 2014, kini muncul pertarungan internal antarfaksi bersenjata.
MILITER Arab Saudi menyatakan bahwa angkatan udaranya menargetkan pengiriman senjata yang tiba di kota pelabuhan Yaman dari Uni Emirat Arab (UEA).
KELOMPOK pemberontak Houthi Yaman yang didukung Iran dan pemerintahnya yang diakui secara internasional sepakat untuk pertukaran tahanan yang mencakup hampir 3.000 orang.
Korban tewas mencapai delapan orang dengan 142 orang terluka.
ISRAEL memindahkan blok-blok yang seharusnya menandai garis kendali pascagencatan senjata lebih jauh ke dalam Jalur Gaza. Ini menimbulkan kebingungan di kalangan Palestina.
PARA pemimpin Kristen senior di Jerusalem, Palestina, memperingatkan campur tangan pihak luar yang mengancam masa depan Kekristenan di Tanah Suci, khususnya Zionisme Kristen.
PARA penasihat Presiden AS tidak sabar menghadapi keberatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat mereka terus mendorong fase kedua dari rencana perdamaian Gaza.
DEWAN Perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut dirinya sebagai badan penjaga perdamaian internasional baru dan keanggotaan tetap tidak akan murah.
PEMERINTAHAN AS meminta negara-negara yang menginginkan tempat tetap di Dewan Perdamaian Gaza untuk menyumbang setidaknya US$1 miliar atau sekitar Rp17 triliun.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (14/1) bahwa ia diberi tahu bahwa pembunuhan para demonstran di Iran telah dihentikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved