Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
ISRAEL kembali membombardir Gaza, Palestina, pada Jumat (1/12), di tengah upaya para perunding untuk memperbarui gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
Pertempuran sengit dilaporkan terjadi di Gaza pada Jumat ketika militer Israel mengatakan mereka telah melanjutkan operasi tempur melawan Hamas, setelah menuding kelompok militan Palestina itu melanggar gencatan senjata sementara dengan menembak ke arah wilayah Israel. Padahal, sebenarnya Israel yang beberapa kali melanggar perjanjian.
Satu jam sebelum gencatan senjata berakhir pada pukul 7 pagi (12.00 WIB), Israel mengatakan pihaknya mencegat sebuah roket yang ditembakkan dari Gaza. Sirene peringatan roket terdengar lagi di wilayah Israel dekat Gaza hanya beberapa menit sebelum batas waktu, kata militer negara Zionis itu.
Baca juga : Hamas Kembali Bebaskan 8 Tawanan, Israel Setuju di Menit-Menit Terakhir
Brigade Syuhada Al-Aqsa dari kelompok Fatah mengatakan, perang berlanjut. Fatah saat ini menggempur musuh di Sheikh Radwan, dan Hamas mengejar musuh ke Kota Erez.
"Mujahidin kami terlibat dalam bentrokan bersenjata dengan kekuatan tentara musuh Zionis di lingkungan Sheikh Radwan di Kota Gaza," sebut Brigade Syuhada Al-Aqsa, dalam pernyataannya.
Baca juga : Presiden Israel Lobi UEA Minta Bantuan Bebaskan Semua Sandera di Tangan Hamas
Sejak pagi tadi, Israel telah menargetkan sejumlah lokasi di Khan Yunis dalam serangan udaranya. Pertama, Israel mengebom sebuah rumah keluarga Qanan menjadi sasaran di sekitar Rumah Sakit Nasser, dan seorang warga terbunuh.
Kedua, Israel juga menargetkan apartemen tempat tinggal di Kota Hamad, menewaskan dua orang. Ketiga, sebuah rumah keluarga Abu Daqqa menjadi sasaran di daerah Abasan Al-Kabira, dan korban dibawa ke Rumah Sakit Eropa.
Beberapa serangan dilaporkan terjadi di lahan pertanian di Qaizan Al-Najjar, sekitar Al-Eurbi, Bani Suhaila, dan Al-Qarara Timur, termasuk penembakan artileri hebat di sepanjang wilayah timur kegubernuran.
Jeda tujuh hari, yang dimulai pada 24 November dan diperpanjang dua kali, memungkinkan terjadinya pertukaran puluhan sandera yang ditahan di Gaza dengan ratusan tahanan Palestina dan memfasilitasi masuknya bantuan kemanusiaan ke jalur pantai yang telah luluh lantak.
Media Palestina melaporkan serangan udara dan artileri Israel di wilayah kantong tersebut setelah gencatan senjata berakhir, termasuk di Rafah, dekat perbatasan dengan Mesir.
Militer Israel berdalih bahwa jet-jet tempur mereka menyerang sasaran Hamas di Gaza. Gambar di media sosial menunjukkan kepulan asap hitam membubung di atas kamp pengungsian Jabalia yang padat di Gaza.
Israel telah bersumpah untuk memusnahkan Hamas, yang menguasai Gaza, sebagai tanggapan atas amukan kelompok militan tersebut pada 7 Oktober, ketika Israel mengatakan orang-orang bersenjata membunuh 1.200 orang dan menyandera 240 orang.
Israel membalas dengan pemboman hebat dan invasi darat. Otoritas kesehatan Palestina yang datanya dipercaya oleh PBB mengatakan lebih dari 15.000 warga Gaza telah dipastikan tewas.
Serangan itu mengabaikan upaya Qatar dan Mesir yang telah melakukan upaya intensif untuk memperpanjang gencatan senjata setelah pertukaran delapan sandera dan 30 tahanan Palestina pada Kamis.
Israel sebelumnya menetapkan pembebasan 10 sandera sehari sebagai jumlah minimum yang dapat diterima untuk menghentikan serangan darat dan pemboman.
Pembebasan Kamis ini membuat total orang yang dibebaskan selama gencatan senjata menjadi 105 sandera dan 240 tahanan Palestina. Di antara mereka yang dibebaskan adalah enam wanita berusia 21 hingga 40 tahun termasuk satu warga negara berkewarganegaraan ganda Meksiko-Israel dan Mia Schem, 21 tahun, yang memiliki kewarganegaraan Prancis dan Israel.
Foto-foto yang dirilis oleh kantor perdana menteri Israel menunjukkan Schem, yang ditangkap oleh Hamas bersama dengan orang lain di sebuah festival musik luar ruangan di Israel selatan pada 7 Oktober, tengah memeluk ibu dan saudara laki-lakinya setelah mereka dipertemukan kembali di pangkalan militer Hatzerim di Israel.
Dua sandera lainnya yang baru dibebaskan adalah kakak beradik, Belal dan Aisha al-Ziadna, masing-masing berusia 18 dan 17 tahun, menurut kantor perdana menteri Israel. Mereka adalah warga Arab Badui di Israel dan di antara empat anggota keluarga mereka yang disandera saat mereka sedang memerah susu sapi di sebuah peternakan. (Reuters/Ant/Z-4)
Media The Wall Street Journal, mengutip para pejabat Mesir, mengatakan pada Jumat bahwa Israel dan Hamas telah sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata untuk hari kedelapan dalam sebuah kesepakatan yang akan melibatkan pembebasan lebih banyak sandera dengan imbalan tahanan asal Palestina.
Mark Regev, penasihat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mengatakan Israel terbuka untuk melanjutkan gencatan senjata jika Hamas berkomitmen untuk melepaskan sandera lebih lanjut.
Israel sebelumnya menetapkan pembebasan 10 sandera sehari sebagai jumlah minimum yang dapat diterima untuk menghentikan serangannya. "Kami siap untuk segala kemungkinan… Tanpa itu, kami akan kembali berperang," katanya kepada CNN.
Sebelum gencatan senjata sebelumnya berakhir pada Kamis pagi, Hamas dan sekutunya, sayap bersenjata Jihad Islam Palestina, menyiagakan pejuang mereka untuk memulai kembali pertempuran.
Israel telah bertekad untuk memusnahkan Hamas, yang menguasai Gaza, sebagai tanggapan atas amukan kelompok militan tersebut pada 7 Oktober, ketika Israel mengatakan orang-orang bersenjata membunuh 1.200 orang dan menyandera 240 orang.
Israel membalas dengan pemboman hebat dan invasi darat. Otoritas kesehatan Palestina yang dipercaya PBB mengatakan lebih dari 15.000 warga Gaza tewas.
Ketika gencatan senjata pertama kali diberlakukan sepekan yang lalu, Israel sedang bersiap untuk mengalihkan fokus operasinya ke Gaza selatan setelah serangan tanpa henti selama tujuh minggu ke utara.
Dengan semakin sedikitnya perempuan dan anak-anak Israel yang ditahan, perpanjangan gencatan senjata memerlukan penetapan persyaratan baru bagi Hamas untuk membebaskan pria Israel, termasuk tentara.
Kelompok militan ini pada gilirannya bisa berupaya agar tahanan laki-laki Palestina diserahkan. Sejauh ini, tiga tahanan Palestina telah dibebaskan untuk setiap sandera Israel.
Salah satu perunding utama Qatar, diplomat karir Abdullah Al Sulaiti, yang membantu menengahi gencatan senjata melalui negosiasi maraton, mengakui dalam wawancara Reuters baru-baru ini tentang kemungkinan yang tidak pasti untuk menjaga agar baku tembak tidak berkobar.
"Pada awalnya saya pikir mencapai kesepakatan akan menjadi langkah tersulit," katanya dalam artikel yang untuk pertama kalinya merinci upaya di balik layar.
"Saya menyadari bahwa mempertahankan perjanjian itu sendiri juga sama menantangnya," tambahnya. (Reuters/Ant/Z-4)
Dunia Arab kerap dipersepsikan secara simplistis sebagai kawasan yang identik dengan konflik dan instabilitas.
Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas umat Islam sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang tengah berada dalam kondisi sulit.
Dalam konferensi pers di Barcelona, Spanyol bintang Thelma & Louise tersebut mengatakan bahwa ia kehilangan agensinya dan kesulitan mendapatkan proyek besar di industri hiburan
Baznas terus menyalurkan bantuan bagi masyarakat Gaza, Palestina yang tengah menjalankan ibadah puasa di tengah krisis kemanusiaan. Bantuan tersebut berupa 1.314 paket hidangan berbuka.
Pasukan Israel tahan Syekh Rani Abu Sbeih di Masjid Al-Aqsa. Di tengah pengetatan akses Jumat kedua Ramadan, 100.000 jemaah tetap padati kompleks suci tersebut.
KSrelief Arab Saudi resmikan dapur pusat di Gaza untuk sediakan 24.000 makanan harian selama Ramadan bagi pengungsi di Deir Al-Balah dan Al-Qarara.
Serangan udara Israel-AS di Teheran dan sejumlah wilayah Iran menewaskan 555 orang, termasuk siswa dan tentara. Iran membalas dengan rudal Khayber Shiken ke Tel Aviv, Haifa.
Pertamina melakukan mitigasi untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah dinamika yang berkembang di kawasan Timur Tengah, yakni perang antara AS dan Israel melawan Iran.
ANGGOTA Komisi I DPR RI Oleh Soleh, mendesak Pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap berani di kancah internasional dengan menyuarakan sanksi tegas terhadap AS dan Israel.
Pakar Hukum Tata Negara, Radian Syam, menilai situasi perang Israel, AS-Iran itu menguji apakah dunia masih berpijak pada supremasi hukum atau justru bergeser ke dominasi kekuatan.
Prabowo Subianto memanggil Zulkifli Hasan dan Bahlil Lahadalia ke Istana membahas ketahanan pangan dan pasokan energi menyusul krisis Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz.
Stok bahan pokok aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026 meski konflik Amerika Serikat–Israel dan Iran memanas. Cadangan beras hingga 136 ribu ton siap menjaga stabilitas harga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved