Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
JELANG diterapkannya gencatan senjata empat hari, Israel justru mengintensifkan serangan ke Gaza. Serangan terbaru menghantam Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza dan menewaskan seorang perempuan.
“Seorang perempuan tewas sementara tiga lainnya terluka setelah pasukan Israel menyerbu Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara,” ujar Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza Munir al-Bursh.
Pasukan Israel menangkap tiga orang di rumah sakit, imbuh al-Bursh. RS Indonesia telah menghentikan operasinya karena kekurangan bahan bakar dan kekurangan pasokan medis.
Baca juga: PBNU: Donasi dan Diplomasi Lebih Efektif Bantu Palestina Ketimbang Boikot
Diperkirakan ada 550 pasien yang masih dirawat di RS tersebut, Kamis (23/11), bersama 200 pekerja medis dan 1.500 warga Palestina yang mengungsi, yang mencari perlindungan di fasilitas medis setelah meninggalkan rumah mereka akibat serangan Israel.
Pasukan Israel telah mengancam akan menggerebek RS tersebut selama berhari-hari dan memerintahkan rumah sakit tersebut untuk dievakuasi. Setidaknya 12 orang tewas dalam tembakan artileri Israel yang menghantam RS Indonesia awal pekan ini.
Baca juga: Netanyahu Semakin Tidak Dipercaya
Israel mengintensifkan pemboman terhadap Jalur Gaza dari udara, darat dan laut selama periode 24 jam antara Rabu dan Kamis (23/11) sore, menjelang gencatan senjata yang dijadwalkan dimulai pada Jumat (24/11). “Banyak korban telah dilaporkan,” kata Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UNOCHA) dalam laporan situasi terbarunya mengenai Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.
Sekitar 200 pasien dan staf medis sedang menunggu evakuasi dari RS Indonesia di Gaza, yang dikelilingi oleh tank Israel dan kembali mendapat serangan dari pasukan Israel pada Kamis (23/11) malam.
Tidak disebutkan seberapa parah kerusakan RS yang dibangun dengan dana sumbangan Indonesia tersebut. Sementara seorang bayi di dalam inkubator termasuk di antara tiga anak yang meninggal di RS Kamal Adwan di wilayah Jabalia, Gaza utara, pada Rabu (22/11) karena kekurangan listrik. Sementara puluhan lainnya menjadi korban jiwa akibat pengeboman Israel di sekitar RS tersebut.
Serangan udara terhadap bangunan tempat tinggal di wilayah Rafah dan Khan Younis di Gaza selatan pada Rabu malam dan Kamis sore menewaskan sedikitnya 28 orang dan melukai banyak lainnya.
Selama periode yang sama, pasukan Israel membunuh seorang remaja Palestina berusia 14 tahun di Nablus Tepi Barat yang diduduki dan menembak serta membunuh seorang pria Palestina yang sedang bepergian dengan kendaraannya di Ramallah.
Sejak 7 Oktober, 211 warga Palestina 54 di antaranya anak-anak telah dibunuh oleh pasukan Israel di Tepi Barat yang diduduki. Empat warga Israel telah terbunuh dalam periode yang sama. Sedangkan hingga Kamis, 75 tentara Israel telah tewas di Gaza sejak dimulainya invasi darat Israel. Lebih dari 14.800 warga Palestina tewas di Gaza sejak 7 Oktober. Di Israel, jumlah resmi korban tewas akibat serangan Hamas mencapai sekitar 1.200 orang. (Aljazeera/Z-3)
Presiden AS Donald Trump resmi membentuk 'Board of Peace' sebagai bagian dari rencana perdamaian Gaza.
PM Keir Starmer dan Presiden Macron menandatangani kesepakatan penempatan pasukan dan pembangunan pusat militer di Ukraina pasca-gencatan senjata dengan Rusia.
Gencatan senjata penuh akan segera berlaku setelah usulan Zelensky disetujui.
Lebih dari 900.000 warga terpaksa mengungsi di kedua sisi perbatasan akibat konflik Kamboja dan Thailand.
AS dan Tiongkok mencoba mediasi konflik perbatasan Thailand-Kamboja. Bangkok tegaskan gencatan senjata hanya terjadi jika Kamboja tunjukkan niat nyata di lapangan.
KAMBOJA menutup seluruh perlintasan perbatasan dengan Thailand setelah Bangkok membantah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait tercapainya gencatan senjata.
RS Indonesia di Gaza Utara dibangun sejak 2011 dengan sumbangan pemerintah, masyarakat, serta sejumlah organisasi di Indonesia.
Indonesia menyatakan belasungkawa atas meninggalnya Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara Marwan Al Sultan.
RUMAH Sakit (RS) Indonesia di Beit Lahiya, Gaza Utara, dikosongkan secara paksa oleh militer Israel pada Senin (3/6).
DIREKTUR Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza, Marwan Al-Sultan, menyebut dirinya masih berada di dalam bangunan fasilitas kesehatan tersebut.
Marwan juga meminta pemerintah dan warga Indonesia untuk terus mendukung pihaknya. Ia mengaku, masih berada di dalam bangunan RS Indonesia setelah serangan yang dilakukan oleh pasukan Israel.
Serangan terhadap RS Kamal Adwan mengakibatkan hilangnya fasilitas medis terakhir yang berfungsi penuh di Gaza utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved