Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
CNN menyatakan beberapa pucuk senjata yang ditemukan di Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza merupakan karya rekayasa tentara Israel. Lebih parah lagi, kebohongan itu dipertontonkan kepada dunia dengan Israel mengundang sejumlah awak media.
CNN mengatakan bahwa menurut video pada 15 November yang diterbitkan oleh juru bicara militer Israel Jonathan Concricus, sebuah senjata AK-47 terlihat di belakang mesin MRI di salah satu gedung di kompleks Rumah Sakit Al-Shifa.
Namun, ketika koresponden Fox News Trey Yingst diizinkan masuk oleh tentara Israel mengunjungi lokasi tersebut, dia merekam dua senjata AK-47 di belakang mesin MRI. Jadi bukan satu senjata seperti yang muncul dalam video sebelumnya yang dilakukan oleh tentara Israel.
Baca juga: Tuntutan Kemerdekaan Palestina Menggema di Seluruh Penjuru Eropa
“Tidak jelas dari mana senjata AK-47 kedua berasal dan mengapa tidak terlihat dalam klip IDF sebelumnya,” kata CNN.
Dalam analisisnya disebutkan bahwa BBC juga diberikan akses ke ruang MRI di rumah sakit dan merekam dua senjata AK-47.
“Perbedaan antara video milik militer dan rekaman BBC disebabkan oleh fakta bahwa lebih banyak persenjataan dan aset teroris ditemukan sepanjang hari,” kata tentara Israel menanggapi CNN yang mengungkap kebohongan mereka.
Baca juga: Israel Bohong, Sebut Pengosongan RS Al-Shifa Gaza karena Permintaan Dokter
Kementerian Kesehatan yang berbasis di Gaza mengatakan puluhan pasien, termasuk bayi prematur, meninggal di rumah sakit antara 11-16 November karena kekurangan listrik ketika tentara Israel menutup rumah sakit sebelum melakukan penyerbuan.
Israel melancarkan serangan udara dan kemudian serangan darat setelah serangan Hamas pada 7 Oktober. Serangan gencar Israel telah menewaskan lebih dari 12.300 korban, perempuan dan anak-anak, meratakan ribuan bangunan sipil, dan memberlakukan blokade penuh yang menyebabkan kekurangan pasokan, termasuk makanan, bahan bakar dan obat-obatan.
(Anadolu/Z-9)
ISRAEL memindahkan blok-blok yang seharusnya menandai garis kendali pascagencatan senjata lebih jauh ke dalam Jalur Gaza. Ini menimbulkan kebingungan di kalangan Palestina.
PARA pemimpin Kristen senior di Jerusalem, Palestina, memperingatkan campur tangan pihak luar yang mengancam masa depan Kekristenan di Tanah Suci, khususnya Zionisme Kristen.
PARA penasihat Presiden AS tidak sabar menghadapi keberatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat mereka terus mendorong fase kedua dari rencana perdamaian Gaza.
DEWAN Perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut dirinya sebagai badan penjaga perdamaian internasional baru dan keanggotaan tetap tidak akan murah.
PEMERINTAHAN AS meminta negara-negara yang menginginkan tempat tetap di Dewan Perdamaian Gaza untuk menyumbang setidaknya US$1 miliar atau sekitar Rp17 triliun.
TAHAP selanjutnya dari rencana perdamaian Jalur Gaza, Palestina, yang disponsori Amerika Serikat (AS) melibatkan pembentukan Dewan Perdamaian.
ISRAEL memindahkan blok-blok yang seharusnya menandai garis kendali pascagencatan senjata lebih jauh ke dalam Jalur Gaza. Ini menimbulkan kebingungan di kalangan Palestina.
PARA pemimpin Kristen senior di Jerusalem, Palestina, memperingatkan campur tangan pihak luar yang mengancam masa depan Kekristenan di Tanah Suci, khususnya Zionisme Kristen.
PARA penasihat Presiden AS tidak sabar menghadapi keberatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat mereka terus mendorong fase kedua dari rencana perdamaian Gaza.
DEWAN Perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut dirinya sebagai badan penjaga perdamaian internasional baru dan keanggotaan tetap tidak akan murah.
PEMERINTAHAN AS meminta negara-negara yang menginginkan tempat tetap di Dewan Perdamaian Gaza untuk menyumbang setidaknya US$1 miliar atau sekitar Rp17 triliun.
Event ini mencari bakat anak remaja menjadi konten kreator di era digital yang peduli pada peristiwa genosida di Gaza, Palestina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved